Harga Tandan Buah Segar (TBS) untuk pekebun tidak ditentukan sembarangan oleh pabrik. Setiap provinsi punya tim penetapan harga TBS yang dipimpin dinas perkebunan provinsi, dan tim ini menghitung harga secara berkala dengan rumus dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018. Hasilnya diumumkan per kelompok umur tanaman, karena buah dari sawit muda dan sawit dewasa tidak bernilai sama.

Inti rumusnya sederhana: nilai minyak sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) dan inti sawit (kernel) yang bisa diambil dari satu kilogram TBS, dikalikan dengan bagian yang menjadi hak petani. Bagian itu disebut indeks K. Memahami tiga komponen ini membantu Anda membaca kenapa harga di timbangan bisa berbeda dengan angka yang diumumkan.

Dasar aturannya

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018 mengatur pedoman penetapan harga pembelian TBS produksi pekebun. Aturan ini lahir untuk melindungi pekebun yang bermitra dengan perusahaan, supaya posisi tawar mereka tidak sepenuhnya bergantung pada pabrik. Karena itu, harga penetapan pada dasarnya mengikat pembelian TBS dari pekebun mitra, yaitu pekebun yang punya perjanjian kerja sama dengan perusahaan pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Bagi petani swadaya yang menjual lewat pengepul, harga penetapan lebih berfungsi sebagai patokan. Pengepul dan pabrik di luar kemitraan bebas menawar, dan dalam praktik sering membayar di bawah angka penetapan. Detail aturan bisa berubah, jadi pastikan versi terbaru ke dinas perkebunan provinsi Anda.

Rumus harga TBS

Rumus yang dipakai tim penetapan dapat ditulis seperti ini:

Harga TBS = K x (Hms x Rms + His x Ris)

  • K adalah indeks K, yaitu persentase bagian pekebun.
  • Hms adalah harga rata-rata minyak sawit (CPO) dari penjualan perusahaan pada periode sebelumnya, baik penjualan lokal maupun ekspor.
  • Rms adalah rendemen minyak sawit, yaitu persentase minyak yang didapat dari TBS.
  • His adalah harga rata-rata inti sawit dari penjualan perusahaan.
  • Ris adalah rendemen inti sawit.

Data harga CPO dan inti diambil dari laporan penjualan perusahaan yang menjadi anggota tim. Artinya harga TBS selalu tertinggal sedikit dari pergerakan pasar CPO. Kalau harga CPO naik tajam minggu ini, harga TBS penetapan baru mengikuti pada periode berikutnya.

Rendemen menurut umur tanaman

Rendemen adalah komponen yang paling sering membuat petani bingung. Tanaman sawit yang baru mulai berbuah menghasilkan tandan kecil dengan kandungan minyak lebih rendah. Seiring umur, tandan membesar dan rendemen naik sampai tanaman mencapai masa puncak, kira-kira umur 10 sampai 20 tahun.

Karena itu, pengumuman harga TBS provinsi hampir selalu berupa tabel: harga untuk umur 3 tahun, 4 tahun, dan seterusnya, sampai kelompok umur dewasa. Selisih antara kelompok umur termuda dan kelompok puncak bisa cukup besar. Jika kebun Anda baru panen tahun pertama, jangan membandingkan harga yang Anda terima dengan angka kelompok umur 10 sampai 20 tahun.

Indeks K

Indeks K mencerminkan bagian nilai yang tersisa untuk pekebun setelah biaya pengolahan di pabrik, biaya pemasaran, penyusutan, dan biaya lain dikurangkan. Angkanya dihitung tim penetapan dari data biaya perusahaan dan dinyatakan dalam persen. Indeks K bisa berubah dari periode ke periode, dan nilainya berbeda antarprovinsi.

Indeks K sering menjadi titik perdebatan dalam rapat tim. Perwakilan pekebun ingin angka setinggi mungkin, sedangkan perusahaan menghitung biaya yang mereka tanggung. Karena itu kehadiran wakil petani yang paham angka sangat menentukan.

Siapa yang duduk di tim penetapan

Tim penetapan harga TBS di tingkat provinsi umumnya terdiri dari:

  1. Dinas perkebunan provinsi sebagai ketua dan penyelenggara rapat.
  2. Dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten atau kota.
  3. Perwakilan perusahaan perkebunan yang memiliki PKS.
  4. Perwakilan kelembagaan pekebun, misalnya koperasi atau asosiasi petani.
  5. Unsur lain yang ditunjuk gubernur, seperti akademisi atau instansi terkait.

Frekuensi penetapan berbeda antarprovinsi. Ada yang menetapkan setiap minggu, ada yang dua mingguan atau bulanan. Hasilnya diumumkan dinas perkebunan provinsi, biasanya lewat situs resmi, media sosial dinas, atau papan pengumuman di kantor dinas.

Contoh perhitungan dengan angka asumsi

Contoh berikut hanya untuk memperlihatkan cara rumus bekerja. Semua angka adalah asumsi, bukan harga pasar.

Misalkan dalam satu periode:

  • harga rata-rata CPO dari penjualan perusahaan Rp 12.000 per kilogram,
  • harga rata-rata inti sawit Rp 7.000 per kilogram,
  • rendemen minyak untuk kelompok umur dewasa 22 persen,
  • rendemen inti 4,5 persen,
  • indeks K 90 persen.

Langkahnya:

  1. Nilai minyak per kilogram TBS: Rp 12.000 x 0,22 = Rp 2.640.
  2. Nilai inti per kilogram TBS: Rp 7.000 x 0,045 = Rp 315.
  3. Jumlah keduanya: Rp 2.955.
  4. Dikalikan indeks K: Rp 2.955 x 0,90 = sekitar Rp 2.660 per kilogram TBS.

Dengan asumsi yang sama, kebun berumur 4 tahun dengan rendemen minyak misalnya 18 persen hanya mendapat nilai minyak Rp 2.160 per kilogram. Setelah ditambah nilai inti dan dikalikan indeks K, harganya jelas lebih rendah. Inilah sebabnya tabel penetapan selalu dipisah menurut umur.

Mengapa harga di timbangan berbeda

Banyak pekebun merasa harga penetapan “hanya di atas kertas”. Ada beberapa penyebab yang wajar dan ada yang perlu Anda waspadai.

Penyebab yang wajar antara lain potongan sortasi untuk buah mentah, tandan bertangkai panjang, buah busuk, atau kotoran. Biaya angkut dari kebun ke pabrik juga harus ditanggung seseorang, dan pengepul memasukkannya ke selisih harga. Selain itu, harga penetapan adalah harga di pabrik, bukan harga di pinggir kebun.

Yang perlu diwaspadai adalah potongan yang tidak dijelaskan, timbangan yang tidak pernah ditera, atau pengepul yang memakai harga kelompok umur muda untuk buah dari tanaman dewasa. Membahas ini bersama kelompok tani lebih efektif daripada menghadapinya sendiri. Penjelasan tentang jalur penjualan ada di artikel menjual TBS ke pabrik, koperasi atau pengepul.

Di mana mengecek harga yang berlaku

Harga penetapan yang sedang berlaku bisa Anda cek di:

  • situs atau kanal resmi dinas perkebunan provinsi,
  • kantor dinas perkebunan kabupaten,
  • koperasi atau kelompok tani yang bermitra dengan PKS,
  • papan harga di pos timbang PKS terdekat untuk harga beli harian pabrik.

Bandingkan harga penetapan dengan harga beli harian beberapa pabrik di sekitar Anda. Selisihnya memberi gambaran seberapa besar ruang tawar yang Anda miliki. Untuk memahami faktor yang membuat angka penetapan sendiri bergerak, baca penyebab harga TBS naik turun dan harga CPO dan pengaruhnya ke petani.

Ringkasnya untuk pemilik kebun

Harga TBS penetapan adalah hasil rumus, bukan tawar-menawar bebas. Komponennya harga CPO dan inti dari penjualan perusahaan, rendemen sesuai umur tanaman, dan indeks K yang menjadi bagian petani. Pekebun yang tergabung dalam kemitraan lewat koperasi punya peluang paling besar menerima harga itu secara utuh, sebagaimana dibahas di artikel peran koperasi bagi petani sawit.

Bagi calon pembeli kebun, cara harga TBS ditetapkan juga memengaruhi nilai aset. Kebun yang dekat dengan PKS dan punya akses kemitraan cenderung menerima harga lebih baik, dan itu ikut tercermin dalam harga kebun sawit per hektar.