Foto dan video yang membuat pembeli kebun sawit tertarik adalah yang menjawab pertanyaan mereka sebelum ditanyakan: seberapa sehat pokoknya, seberapa lebat buahnya, seberapa terawat piringan dan pasar pikulnya, seperti apa jalan masuknya, dan bagaimana bentuk lahannya dari atas. Gambar yang jujur dan lengkap lebih berguna daripada gambar indah yang menyembunyikan kekurangan, karena kekurangan itu pasti terlihat saat survei.
Anda tidak memerlukan kamera mahal. Ponsel dengan kamera yang layak sudah cukup, asalkan Anda tahu apa yang dipotret dan kapan.
Daftar gambar yang dicari pembeli
Susun foto Anda mengikuti daftar ini. Beri nama atau keterangan pada setiap foto supaya pembeli tahu apa yang dilihatnya.
- Foto udara seluruh kebun, bila ada drone. Satu dari ketinggian yang memperlihatkan bentuk lahan dan batas, satu lagi lebih rendah yang memperlihatkan keseragaman tajuk.
- Pemandangan dari jalan masuk ke kebun. Pembeli ingin tahu apakah truk bisa sampai.
- Barisan pokok dari dalam kebun, diambil memanjang searah barisan supaya keteraturan jarak tanam terlihat.
- Satu pokok utuh dari pangkal sampai tajuk, untuk menunjukkan tinggi dan umur tanaman.
- Tandan buah di pokok, dari dekat. Beberapa pokok berbeda, bukan satu pokok terbaik saja.
- Piringan dan pasar pikul yang bersih.
- Tempat pengumpulan hasil dan buah yang siap diangkut, bila ada.
- Patok batas di sudut-sudut kebun.
- Parit, jembatan, atau pondok, bila ada.
- Bila kebun berdekatan dengan sungai atau jalan desa, foto yang memperlihatkan posisinya.
Keadaan piringan dan pasar pikul banyak berbicara tentang perawatan kebun. Penjelasannya ada di piringan dan pasar pikul.
Waktu terbaik memotret
Jam
Pagi sekitar pukul 7 sampai 9, atau sore setelah pukul 15. Cahaya siang hari yang tegak membuat bayangan tajuk sangat gelap dan daun tampak pucat. Hindari memotret saat hujan atau tepat setelahnya, kecuali Anda ingin menunjukkan bahwa jalan tetap bisa dilalui.
Hari dalam siklus kebun
- Setelah piringan dan pasar pikul dibersihkan, bukan sebelumnya.
- Beberapa hari sebelum putaran panen, ketika tandan matang masih di pokok. Foto yang diambil sehari setelah panen memperlihatkan pokok tanpa buah merah.
- Saat jalan dalam keadaan baik, tetapi jangan menunggu kemarau panjang bila jalan Anda bermasalah di musim hujan. Pembeli akan bertanya.
Pekerjaan merapikan kebun sebelum pemotretan dijelaskan di merapikan kebun sebelum dijual.
Teknik sederhana dengan ponsel
- Potret mendatar (lanskap), bukan tegak. Hampir semua tampilan iklan memotong foto menjadi lebar.
- Bersihkan lensa. Debu dan sidik jari di lensa membuat foto kebun tampak berkabut.
- Ketuk layar pada bagian yang paling penting, misalnya tandan buah, supaya fokus dan terang diatur di sana.
- Untuk barisan pokok, berdirilah di tengah pasar pikul dan sejajarkan garis pandang dengan barisan.
- Untuk tandan buah, ambil dari jarak 2 sampai 3 meter, bukan menempel, supaya ukuran tandan relatif terhadap pelepah terlihat.
- Ambil lebih banyak dari yang dibutuhkan, lalu pilih 15 sampai 25 foto terbaik. Terlalu banyak foto yang mirip membuat pembeli malas melihat.
Foto udara dengan drone
Drone memberi gambaran yang tidak bisa didapat dari darat: bentuk lahan, keseragaman tajuk, pokok yang mati atau kosong, jalan, dan parit. Bagi pembeli dari luar daerah, foto udara sering menjadi alasan utama mereka mau datang survei.
Bila Anda tidak punya drone, banyak penyedia jasa foto udara di kota kabupaten. Mintalah mereka terbang di ketinggian berbeda dan merekam satu video keliling batas. Periksa aturan penerbangan drone di sekitar bandara atau instalasi tertentu bila kebun berada di dekatnya.
Video keliling kebun
Satu video yang baik bisa menggantikan banyak pertanyaan. Rekam dengan urutan:
- Mulai dari jalan utama atau titik yang dikenali, lalu masuk ke kebun.
- Berjalan pelan menyusuri pasar pikul, sesekali berhenti untuk memperlihatkan tandan dan piringan.
- Tunjukkan patok batas dan sebutkan sisi mana yang berbatasan dengan apa.
- Akhiri di tempat pengumpulan hasil atau jalan keluar buah.
Jaga durasinya beberapa menit saja. Rekam mendatar, bergerak pelan, dan hindari zoom digital. Penjelasan lisan yang tenang, misalnya tahun tanam dan jumlah pokok di blok yang sedang direkam, membuat video lebih informatif.
Yang jangan disembunyikan
Pembeli serius akan datang survei. Bila mereka menemukan sesuatu yang tidak tampak di foto, kepercayaan langsung turun, dan sisa data Anda ikut diragukan.
- Pokok mati, tumbang, atau kosong. Lebih baik disebut jumlahnya di keterangan iklan.
- Bagian kebun yang tergenang atau sering banjir.
- Jalan yang rusak di bagian tertentu.
- Pokok dengan gejala penyakit.
Menampilkan kekurangan secara jujur juga menyaring pembeli. Yang datang setelah melihat foto apa adanya adalah pembeli yang sudah menerima kondisinya, dan negosiasi menjadi lebih singkat.
Keterangan yang menyertai foto
Foto tanpa keterangan memaksa pembeli menebak. Tulis keterangan singkat untuk setiap foto atau kelompok foto, misalnya “blok tanam 2012, sisi timur” atau “jalan masuk dari jalan desa, sekitar 800 meter”. Siapkan juga ringkasan data yang menyertai foto:
| Data | Contoh isi |
|---|---|
| Luas dan surat | 6 hektare, Sertifikat Hak Milik (SHM) |
| Tahun tanam | 2014, satu kali tanam |
| Jumlah pokok | sekitar 840 pokok, 20 titik kosong |
| Produksi | rata-rata per bulan dari nota 12 bulan |
| Akses | jarak ke jalan utama dan ke pabrik |
Angka di tabel hanya contoh bentuk isian. Ringkasan seperti ini membuat foto lebih bermakna: pembeli yang melihat tandan lebat di foto dan membaca produksi yang konsisten di ringkasan akan lebih percaya pada keduanya.
Kesalahan yang sering terlihat di iklan kebun
- Semua foto diambil dari pinggir jalan, tidak ada yang dari dalam kebun.
- Foto buram atau gelap karena diambil di bawah tajuk pada siang terik.
- Foto lama dari beberapa tahun lalu, sehingga tinggi pokok di foto tidak cocok dengan kenyataan.
- Foto tegak yang terpotong di tampilan iklan.
- Foto tandan dari kebun lain. Pembeli yang datang survei akan langsung tahu.
Privasi dan keamanan
Lokasi tepat kebun tidak perlu dicantumkan di iklan publik. Cukup desa atau kecamatan dan kabupaten. Jangan memotret sertifikat atau identitas untuk dipasang di iklan. Dokumen hanya diperlihatkan langsung kepada calon pembeli yang serius.
Langkah berikutnya
Jadwalkan pemotretan setelah kebun dirapikan dan sebelum panen berikutnya, lalu pilih foto sesuai daftar di atas. Bila foto masih belum mendatangkan pertanyaan, penyebab lain dibahas di kebun sawit tidak kunjung laku. Foto dan data kebun bisa Anda kirim lewat halaman jual kebun untuk ditampilkan di katalog. Gambaran seluruh proses penjualan ada di cara menjual kebun sawit.