Piringan adalah lingkaran bersih di sekeliling pangkal pohon sawit, dan pasar pikul adalah jalan setapak di antara barisan yang dipakai pemanen untuk membawa hasil keluar. Keduanya penting karena di situlah brondolan jatuh dan dikutip, pupuk ditabur, dan pemanen berjalan setiap rotasi. Piringan yang tertutup gulma dan pasar pikul yang semak membuat brondolan tertinggal, panen lambat, dan Tandan Buah Segar (TBS) terlambat sampai ke pabrik.
Di kebun yang tertata, tata letak ini bisa terlihat dari udara: barisan pohon dengan lingkaran bersih, jalur setapak yang lurus di setiap dua baris, dan tumpukan pelepah di jalur lainnya.
Tata letak dasar di dalam blok
Satu blok sawit terdiri dari baris-baris tanaman. Ruang di antara dua baris disebut gawangan. Gawangan dibagi menjadi dua jenis yang berselang-seling:
- Gawangan hidup, yang di tengahnya terdapat pasar pikul. Gawangan ini dijaga terbuka untuk lalu lintas pemanen.
- Gawangan mati, tempat pelepah hasil pruning dan panen disusun. Tumpukan pelepah ini menahan erosi dan perlahan menjadi bahan organik.
Pasar pikul bermuara ke jalan koleksi, dan di pinggir jalan koleksi terdapat Tempat Pengumpulan Hasil (TPH). Di TPH, tandan disusun rapi dan brondolan dikumpulkan dalam karung atau di atas alas, lalu diangkut truk ke pabrik.
Piringan
Fungsi
Piringan punya tiga fungsi utama. Pertama, tempat menabur pupuk tanpa bersaing dengan gulma. Kedua, tempat brondolan jatuh saat tandan dipotong, sehingga harus bersih agar setiap butir terlihat. Ketiga, memudahkan pemanen bergerak di sekitar pohon dan memeriksa tanda kematangan.
Ukuran
Ukuran piringan mengikuti lebar tajuk. Pada tanaman muda piringan kecil, lalu diperlebar bertahap. Pada Tanaman Menghasilkan (TM), jari-jarinya umumnya sekitar 1,5 sampai 2 meter dari pangkal batang. Piringan yang terlalu kecil membuat brondolan jatuh ke semak. Piringan yang terlalu lebar menambah biaya pembersihan dan membuka tanah terlalu banyak terhadap erosi.
Perawatan
Piringan dibersihkan secara manual atau dengan herbisida, beberapa kali dalam setahun. Hindari mencangkul piringan terlalu dalam, karena akar penyerap sawit banyak berada di lapisan atas. Jangan pula menumpuk pelepah atau tandan kosong di piringan, karena brondolan akan terselip di sana. Cara memilih metode pembersihan dijelaskan di pengendalian gulma di kebun sawit.
Pasar pikul
Fungsi
Pasar pikul adalah jalur kerja. Setiap rotasi panen, pemanen membawa tandan dari pohon ke TPH melalui jalur ini, sering kali dengan angkong. Pasar pikul yang semak membuat pemanen memutar, tersandung, atau membawa beban lebih sedikit per perjalanan. Ujungnya, produktivitas pemanen turun dan tandan yang sudah dipotong lebih lama tertinggal di lapangan.
Ukuran dan arah
Lebar pasar pikul cukup untuk satu orang dengan angkong, kira-kira satu meter lebih sedikit. Arahnya lurus mengikuti barisan dan tegak lurus ke jalan koleksi. Di lahan miring atau berteras, pasar pikul mengikuti kontur dan jembatan kecil dibuat di atas parit.
Perawatan
Pasar pikul dibersihkan bersamaan dengan piringan. Lubang, batang tumbang dan parit tanpa titian perlu dibereskan, karena satu hambatan di tengah jalur bisa memperlambat seluruh barisan.
Pengaruh pada kehilangan hasil
Brondolan adalah buah yang lepas dari tandan. Kandungan minyaknya tinggi, sehingga setiap butir yang tertinggal adalah minyak yang hilang. Di kebun dengan piringan bersih, pengutip bisa mengumpulkan brondolan dengan cepat. Di piringan bergulma, banyak brondolan tersembunyi dan tidak terkutip.
Contoh dengan asumsi: misalkan dalam satu rotasi, setiap pohon yang dipanen kehilangan 10 butir brondolan karena piringan bergulma, berat rata-rata satu butir 10 gram, dan dalam satu hektare ada 25 pohon yang dipanen per rotasi. Kehilangannya 2,5 kg per hektare per rotasi. Dengan asumsi 45 rotasi per tahun, totalnya sekitar 112 kg per hektare per tahun. Angka ini kecil per pohon, tetapi menjadi berarti di kebun yang luas, dan kehilangan nyata di kebun yang terbengkalai bisa jauh lebih besar dari asumsi ini.
Pasar pikul yang buruk berpengaruh dengan cara lain. Tandan yang sudah dipotong tidak segera sampai ke TPH dan tertinggal sebagai restan. Tandan yang terlambat diolah kadar Asam Lemak Bebas (ALB) minyaknya naik, dan pabrik bisa memberi potongan. Hubungan antara rotasi, restan dan kualitas dijelaskan di rotasi panen sawit.
Tempat pengumpulan hasil
TPH adalah titik terakhir di dalam kebun sebelum TBS diangkut. TPH yang baik berada di tanah yang rata dan kering, mudah dijangkau truk, dan diberi nomor sesuai blok. Tandan disusun berbaris dengan tangkai menghadap ke satu arah agar mudah dihitung dan diperiksa mandor. Brondolan dikumpulkan dalam karung atau di atas alas terpal, tidak dibiarkan bercampur tanah.
Jarak antar TPH memengaruhi jarak tempuh pemanen. Jika TPH terlalu jarang, pemanen menghabiskan banyak waktu berjalan.
Yang perlu diperiksa saat menilai kebun
Bagi calon pembeli, kondisi piringan dan pasar pikul adalah indikator cepat kualitas manajemen. Saat survei, perhatikan:
- apakah piringan bersih dan brondolan lama tampak membusuk di sekitarnya
- apakah pasar pikul bisa dilalui dengan nyaman di setiap dua baris
- apakah pelepah disusun di gawangan mati atau dibiarkan berserakan
- apakah TPH tertata dan terjangkau truk saat musim hujan
Kebun yang produksinya terlihat bagus di atas kertas tetapi piringannya semak sering menyimpan masalah lain. Panduan survei lengkap ada di survei lapangan kebun sawit.
Piringan di lahan miring dan gambut
Di lahan miring, piringan pada tanaman yang ditanam di teras dibuat mengikuti bidang teras, bukan lingkaran penuh. Tanah di sisi bawah mudah tergerus, sehingga pembersihan piringan sebaiknya tidak mencangkul tanah dan tidak membuang lapisan atas. Brondolan di lahan miring juga mudah menggelinding ke bawah, sehingga pengutip perlu memeriksa sisi bawah piringan.
Di lahan gambut, permukaan tanah lunak dan pasar pikul cepat rusak bila sering dilalui angkong bermuatan. Beberapa kebun memperkuat jalur dengan susunan pelepah atau papan di titik yang paling lunak, dan membuat titian di atas setiap parit. Pohon di gambut juga bisa miring atau tumbang karena tanahnya lunak, sehingga piringan yang rapi membantu pemanen memeriksa kondisi pangkal batang setiap rotasi.
Langkah berikutnya
Mulai dari blok yang paling banyak dipanen. Bersihkan piringan dan pasar pikul, susun pelepah di gawangan mati, dan rapikan TPH. Setelah itu, minta mandor mencatat jumlah brondolan yang dikutip per rotasi selama beberapa minggu. Perubahan angka itu akan menunjukkan seberapa besar kehilangan yang sebelumnya tidak terlihat.