Survei lapangan kebun sawit bertujuan menjawab dua pertanyaan: apakah kebun yang ada di lapangan sama dengan yang ditawarkan, dan bagaimana kondisinya untuk berproduksi beberapa tahun ke depan. Yang perlu dilihat adalah pokok, piringan, pasar pikul, gulma, drainase, buah, pokok sisipan, jalan, dan batas.

Jangan hanya berjalan di pinggir jalan utama. Bagian kebun yang paling mudah dilihat biasanya juga yang paling terawat. Masuklah ke tengah blok dan ke sudut yang jauh dari jalan.

Persiapan sebelum berangkat

Minta titik lokasi, salinan surat, dan sketsa bidang dari penjual. Siapkan ponsel dengan aplikasi peta yang bisa merekam jalur dan titik, buku catatan, meteran, parang kecil, dan sepatu bot. Kalau bisa, ajak orang yang pernah mengelola kebun sawit. Mata yang terlatih melihat dalam sepuluh menit apa yang baru Anda pahami setelah setahun.

Atur kunjungan bertepatan dengan hari panen. Anda bisa melihat buah dikeluarkan, menghitung tandan, dan menilai jalan saat dilalui kendaraan bermuatan.

Rencanakan rute sebelum masuk. Dengan sketsa bidang di tangan, tentukan dua atau tiga jalur yang membelah kebun dari sisi berbeda, ditambah satu putaran di sepanjang batas. Untuk kebun yang luas, bagi tugas: satu orang menghitung pokok, satu orang memeriksa buah dan pangkal batang, satu orang mencatat dan memotret. Mulailah pagi hari, karena di kebun tanpa naungan siang hari cepat membuat orang lelah dan pemeriksaan menjadi asal-asalan.

Pokok sawit

Perhatikan pokok satu per satu pada beberapa baris yang Anda pilih acak.

  • Tinggi dan keseragaman. Pokok yang ditanam pada tahun yang sama seharusnya tingginya mirip. Ketinggian yang sangat beragam menandakan banyak sisipan atau bibit yang tidak seragam.
  • Warna daun. Hijau tua segar adalah tanda baik. Daun menguning merata, ujung daun mengering, atau daun muda yang mengerut bisa menandakan kekurangan hara.
  • Pangkal batang. Cari jamur berbentuk kipas atau tonjolan cokelat di pangkal batang, pokok yang miring, atau pokok tumbang. Itu gejala penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan Ganoderma, penyakit paling merugikan di kebun sawit.
  • Pelepah. Jumlah pelepah yang terlalu sedikit menandakan pemangkasan berlebihan. Pelepah kering yang menumpuk di pokok menandakan pemangkasan ditinggalkan.

Piringan

Piringan adalah lingkaran bersih di sekitar pangkal pokok, tempat pupuk ditabur dan brondolan dipungut. Piringan yang bersih dari rumput menandakan perawatan rutin. Piringan yang tertutup alang-alang atau pakis berarti pupuk tidak efektif dan brondolan banyak hilang. Penjelasan fungsinya ada di piringan dan pasar pikul.

Pasar pikul dan jalan panen

Pasar pikul adalah jalur di antara baris tanaman untuk mengangkut buah keluar. Coba lalui sendiri. Bila Anda harus menebas untuk lewat, pemanen pun kesulitan, dan buah yang sudah dipotong bisa tertinggal lebih lama di lapangan.

Gulma

Rumput pendek di gawangan bukan masalah, bahkan membantu menahan erosi. Yang perlu diwaspadai adalah alang-alang, anakan kayu, dan tanaman merambat yang naik ke pokok. Kebun yang lama tidak disemprot atau ditebas perlu biaya pemulihan besar di tahun pertama, dan angka itu layak masuk hitungan harga.

Drainase dan genangan

Lihat parit di dalam dan di tepi kebun. Parit yang tertutup lumpur atau rumput membuat air menggenang setelah hujan, dan akar sawit tidak tahan tergenang lama. Tanyakan ke warga apakah lokasi itu pernah banjir dan berapa lama airnya surut. Di lahan gambut, perhatikan juga apakah parit dibuat terlalu dalam sehingga gambut mengering dan mudah terbakar.

Buah, bunga, dan brondolan

Pokok yang sehat membawa tandan dalam berbagai tahap: bunga, buah muda, dan buah masak. Hitung tandan di beberapa pokok. Belah satu atau dua buah yang jatuh. Buah dari bibit Tenera punya cangkang tipis dan daging tebal, sedangkan buah Dura bercangkang tebal. Bila banyak buah bercangkang tebal, baca ciri kebun dari bibit asalan sebelum melanjutkan.

Brondolan yang berserakan dan membusuk di piringan menandakan pemungutan tidak bersih. Tandan masak yang dibiarkan di pokok terlalu lama menandakan rotasi panen yang terlalu jarang.

Pokok kosong dan sisipan

Hitung pokok di satu atau dua petak contoh, lalu bandingkan dengan jumlah ideal per hektar. Titik tanam yang kosong mengurangi produksi selamanya. Pokok sisipan, yaitu pokok pengganti yang ditanam belakangan, terlihat lebih pendek dari sekitarnya dan baru berbuah beberapa tahun kemudian. Cara menghitungnya dijelaskan di menghitung jumlah pokok per hektar.

Batas, jalan, dan lingkungan sekitar

Minta penjual menunjukkan patok di setiap sudut, lalu rekam titiknya. Susuri sebagian batas dan perhatikan apakah pokok di sisi tetangga ditanam dengan jarak yang sama. Pokok yang tampak ditanam di atas garis batas sering menjadi awal sengketa.

Catat kondisi jalan dari kebun ke jalan besar, termasuk jembatan dan tanjakan yang sulit dilalui truk. Tanyakan ke pengangkut setempat berapa ongkos angkut buah ke pabrik.

Tanda kebun yang dirapikan sesaat sebelum dijual

Penjual wajar merapikan kebun sebelum dikunjungi. Yang perlu Anda bedakan adalah perawatan rutin dari perawatan dadakan. Beberapa tanda perawatan dadakan:

  • piringan bersih hanya di baris dekat jalan, sementara baris di tengah blok masih tertutup rumput,
  • rumput yang baru disemprot dan masih menguning, padahal gulma di bawahnya sudah tinggi dan berkayu,
  • tumpukan pelepah baru di gawangan, tetapi pokok masih penuh pelepah kering lama,
  • pupuk yang tampak baru ditabur di atas rumput, bukan di piringan yang bersih.

Perawatan dadakan bukan alasan membatalkan pembelian. Namun itu berarti kondisi kebun beberapa bulan terakhir lebih buruk daripada yang terlihat, dan akibatnya pada produksi mungkin baru muncul setelah Anda menjadi pemilik.

Membawa pulang bukti

Ambil foto dan video yang bisa Anda buka lagi saat membandingkan beberapa kebun. Foto yang berguna antara lain pangkal batang pokok yang bergejala, penampang buah yang dibelah, kondisi parit, ruas jalan terburuk, dan setiap patok batas. Simpan titik lokasi bersama fotonya, sehingga Anda tahu di bagian mana setiap temuan berada.

Bicara dengan orang di sekitar kebun

Pemanen, tetangga kebun, dan perangkat desa adalah sumber informasi yang tidak tercantum di dokumen. Tanyakan sudah berapa lama pemilik sekarang menggarap, ke mana buah dijual, apakah ada klaim dari pihak lain, dan bagaimana kondisi kebun saat kemarau panjang terakhir. Jawaban yang berbeda-beda dari beberapa orang adalah tanda untuk menggali lebih dalam.

Setelah pulang dari lapangan

Tulis catatan survei pada hari yang sama, selagi masih ingat. Pisahkan temuan menjadi tiga kelompok: yang membatalkan pembelian, yang bisa diperbaiki dengan biaya tertentu, dan yang hanya kosmetik. Kelompok kedua adalah bahan negosiasi Anda. Taksir biayanya sejujur mungkin, misalnya biaya membersihkan piringan seluruh kebun atau menyisip pokok yang kosong.

Bila hasil survei masih meyakinkan, lanjutkan ke pemeriksaan dokumen dan harga sesuai urutan di panduan cara membeli kebun sawit.