Kebun sawit dari bibit asalan paling mudah dikenali dengan membelah buahnya: bila banyak buah bercangkang tebal dengan daging tipis, kemungkinan besar sebagian pokoknya Dura, bukan Tenera. Tanda lain adalah tinggi dan ukuran pokok yang tidak seragam, tandan yang kecil untuk umurnya, dan tidak adanya bukti pembelian bibit dari produsen benih resmi.
Masalahnya, bibit asalan tidak bisa dibedakan dari bibit unggul selama tahun-tahun pertama. Pokoknya sama hijau dan sama cepat tumbuh. Perbedaan baru tampak ketika pokok berbuah, dan saat itu biaya beberapa tahun perawatan sudah terlanjur dikeluarkan.
Mengapa bibit asalan merugikan
Sawit yang ditanam di kebun komersial seharusnya Tenera, yaitu hasil persilangan Dura sebagai induk betina dan Pisifera sebagai sumber serbuk sari, yang sering ditulis DxP. Tenera menggabungkan daging buah yang tebal dengan cangkang tipis, sehingga kandungan minyaknya per tandan lebih tinggi. Penjelasan ketiga varietas ini ada di varietas Dura, Pisifera dan Tenera.
Bibit asalan biasanya berasal dari buah yang jatuh di kebun, sering disebut bibit sapuan. Buah dari pokok Tenera tidak menghasilkan keturunan Tenera yang seragam. Anakannya bercampur antara Dura, Tenera, dan Pisifera. Dura menghasilkan minyak lebih sedikit, sementara pokok Pisifera umumnya steril sehingga tandannya banyak yang gagal. Hasilnya, kebun dari bibit asalan berproduksi jauh di bawah kebun dari bibit unggul dengan perawatan yang sama, dan selisih itu terbawa sepanjang umur kebun.
Mengapa kebun seperti ini masih banyak
Banyak kebun rakyat dibangun secara swadaya, ketika benih resmi terasa mahal, sulit didapat, atau harus dipesan jauh-jauh hari. Bibit dari kenalan atau penjual di pinggir jalan terlihat sama sehatnya dan jauh lebih murah. Ada juga penangkar yang menjual bibit asalan dengan label atau cerita palsu, sehingga pemilik kebun sendiri tidak tahu bahwa bibitnya bukan dari sumber resmi.
Akibatnya, cerita penjual bisa saja jujur menurut pengetahuannya, tetapi tetap keliru. Itulah alasan pemeriksaan fisik buah tetap perlu dilakukan walaupun penjual yakin bibitnya unggul.
Ciri yang bisa dilihat di lapangan
Penampang buah
Ini pemeriksaan paling langsung. Ambil buah masak dari beberapa pokok di bagian kebun yang berbeda, lalu potong melintang dengan parang atau pisau tajam.
- Tenera: cangkang tipis, daging buah tebal, dan biasanya tampak cincin serat gelap di sekeliling cangkang.
- Dura: cangkang tebal, daging buah relatif tipis, tanpa cincin serat yang jelas.
- Pisifera: hampir tanpa cangkang, tetapi pokok seperti ini jarang menghasilkan tandan yang utuh.
Periksa cukup banyak pokok, setidaknya beberapa puluh di beberapa baris yang dipilih acak. Satu atau dua pokok Dura di kebun besar belum tentu masalah. Bila proporsinya terlihat tinggi, itu tanda kuat bibitnya tidak berasal dari sumber resmi.
Keseragaman pokok
Kebun dari bibit unggul yang ditanam bersamaan cenderung seragam tinggi, ukuran tajuk, dan bentuk pelepahnya. Bibit asalan menghasilkan kebun yang lebih beragam, ada pokok yang menjulang dan ada yang tertinggal walaupun ditanam pada tahun yang sama.
Tandan dan pembungaan
Pokok yang banyak menghasilkan bunga jantan dan sedikit bunga betina, atau tandan yang banyak gagal jadi dan membusuk, patut dicatat. Gejala seperti ini juga bisa disebabkan kekurangan hara atau kekeringan, jadi jangan menyimpulkan dari satu tanda saja.
Produksi per hektar
Bila umur, jumlah pokok, dan perawatan kebun tampak wajar tetapi produksinya tetap rendah dibanding kebun tetangga seumur, bibit bisa menjadi penyebabnya. Bandingkan dengan data nota timbang.
Cara mengambil sampel yang adil
Pemeriksaan buah hanya berguna bila sampelnya mewakili seluruh kebun. Penjual mungkin mengarahkan Anda ke pokok-pokok terbaik di dekat jalan. Ambil kendali atas pemilihan sampel:
- Bagi kebun menjadi beberapa bagian, misalnya depan, tengah, dan belakang.
- Di setiap bagian, pilih satu atau dua baris secara acak, lalu ambil buah dari setiap pokok kelima atau kesepuluh yang sedang punya buah masak.
- Belah satu buah dari setiap pokok dan catat hasilnya: cangkang tipis, cangkang tebal, atau ragu.
- Hitung persentase pokok bercangkang tebal dari seluruh sampel.
Brondolan yang jatuh di piringan juga bisa dipakai, asalkan Anda tahu dari pokok mana asalnya. Pemeriksaan sederhana ini bisa dilakukan dalam beberapa jam dan memberi gambaran yang jauh lebih kuat daripada pengakuan penjual.
Kebun campuran
Kebun tidak selalu seluruhnya dari bibit asalan. Sering hanya sebagian, misalnya pokok sisipan yang diambil dari anakan liar, atau satu blok yang ditanam saat pemilik kesulitan mendapat bibit resmi. Bila hasil sampel menunjukkan masalah terkumpul di bagian tertentu, petakan bagian itu dan nilai secara terpisah dari bagian kebun yang baik.
Pemeriksaan dokumen
Bibit dari produsen benih resmi yang terdaftar di Kementerian Pertanian, seperti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, biasanya disertai label atau sertifikat dan dibeli melalui prosedur yang diatur dinas perkebunan. Tanyakan kepada penjual:
- dari mana bibit dibeli, dan apakah ada nota, kuitansi, atau label kecambah,
- siapa yang menyemai bibit dan berapa lama di pembibitan,
- apakah kebun ditanam lewat program pemerintah atau kemitraan, yang biasanya mewajibkan benih bersertifikat.
Kebun yang dibangun lewat program resmi atau kemitraan dengan perusahaan umumnya memakai benih bersertifikat, walaupun tetap perlu dicek. Kebun swadaya tanpa catatan apa pun memerlukan pemeriksaan buah yang lebih teliti. Cara memilih bibit yang benar dibahas di memilih bibit sawit unggul bersertifikat.
Kebun yang masih muda
Pada kebun yang belum berbuah, pemeriksaan buah tidak bisa dilakukan. Satu-satunya pegangan adalah dokumen asal bibit dan keterangan orang yang terlibat saat penanaman. Karena itu, untuk kebun muda tanpa bukti bibit, risiko ini sebaiknya diperhitungkan dalam harga.
Dampaknya pada harga dan rencana Anda
Kebun dari bibit asalan tidak bisa diperbaiki dengan pupuk. Produksinya akan tetap di bawah potensi sampai pokoknya diganti. Pilihannya:
- Membeli dengan harga yang mencerminkan produksi yang lebih rendah, lalu memanfaatkannya sampai peremajaan.
- Membeli dengan rencana meremajakan lebih awal, sehingga yang dihitung terutama adalah nilai lahan dan biaya penanaman ulang.
- Tidak membeli, bila harga yang diminta tetap setara kebun dari bibit unggul.
Temuan cangkang tebal adalah bahan negosiasi yang kuat karena bisa dibuktikan di depan penjual. Cara menggunakannya dibahas di tips negosiasi harga kebun sawit.
Langkah berikutnya
Masukkan pemeriksaan penampang buah ke dalam jadwal survei Anda, bersama pengamatan lain di survei lapangan kebun sawit. Hasilnya menjadi satu bagian dari keputusan yang lebih besar, yang urutannya ada di cara membeli kebun sawit.