Sawit (Elaeis guineensis) dibedakan menjadi tiga bentuk buah berdasarkan tebal cangkangnya: Dura bercangkang tebal, Pisifera tanpa cangkang, dan Tenera bercangkang tipis. Tenera adalah hasil persilangan induk betina Dura dengan serbuk sari Pisifera, sehingga disebut DxP. Kebun komersial memakai Tenera karena daging buahnya paling tebal, dan dari daging buah itulah minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) diperas.

Bagi pemilik dan pembeli kebun, perbedaan ini bukan teori. Kebun yang berisi banyak Dura atau Pisifera bisa tampak sehat, tetapi hasil minyaknya jauh di bawah kebun Tenera dengan umur dan perawatan yang sama.

Satu gen, tiga bentuk buah

Tebal cangkang sawit dikendalikan oleh satu gen yang dikenal sebagai gen cangkang. Dura membawa dua salinan bentuk bercangkang, Pisifera membawa dua salinan bentuk tanpa cangkang, dan Tenera membawa satu dari masing-masing. Hasilnya adalah cangkang setengah tebal yang dikelilingi daging buah tebal.

CiriDuraTeneraPisifera
CangkangTebal, kira-kira 2 sampai 8 mmTipis, kira-kira 0,5 sampai 4 mmTidak ada atau sangat tipis
Daging buahTipisTebalTebal, tetapi buah jarang jadi
Cincin serat di sekitar cangkangTidak adaAdaTidak relevan
Kesuburan bunga betinaNormalNormalSebagian besar mandul
PeranInduk betina di produsen benihTanaman komersialSumber serbuk sari di produsen benih

Angka tebal cangkang di atas adalah rentang yang lazim disebut dalam literatur, dan bisa berbeda antarbahan tanam.

Mengapa Tenera menghasilkan lebih banyak minyak

Buah sawit menghasilkan dua jenis minyak. Minyak sawit mentah berasal dari daging buah (mesokarp), sedangkan minyak inti sawit atau Palm Kernel Oil (PKO) berasal dari inti di dalam cangkang. Pada Dura, sebagian besar volume buah habis untuk cangkang, sehingga porsi daging buahnya kecil. Pada Tenera, cangkang yang tipis memberi ruang bagi daging buah yang jauh lebih tebal. Hasil minyak per tandan Tenera sering disebut sekitar sepertiga lebih tinggi daripada Dura.

Inilah sebabnya rendemen, yaitu persentase minyak yang didapat dari tandan, menjadi salah satu masukan dalam penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) oleh pemerintah provinsi. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang menerima buah dari kebun campuran Dura juga mendapat minyak lebih sedikit dari setiap ton buah. Penjelasan lengkapnya ada di cara harga TBS ditetapkan.

Dari mana Tenera berasal

Sawit yang ditanam di Indonesia berakar dari empat pohon Dura yang ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1848. Keturunannya dikenal sebagai Dura Deli dan dipakai sebagai induk betina. Pisifera berasal dari bahan tanam Afrika. Sejak pertengahan abad ke-20, perkebunan beralih ke Tenera setelah peran gen cangkang dipahami.

Produsen benih menghasilkan Tenera dengan penyerbukan terkendali. Bunga betina Dura dibungkus agar tidak tersentuh serbuk sari liar, lalu diserbuki dengan serbuk sari Pisifera yang dipilih. Biji dari tandan itu dikecambahkan dan dijual sebagai kecambah bersertifikat. Proses ini memerlukan kebun induk yang terpelihara, catatan silsilah, dan pengawasan mutu, sehingga tidak bisa ditiru oleh pembibitan biasa. Cara memilih sumbernya dibahas di memilih bibit sawit unggul bersertifikat.

Mengapa biji dari kebun Tenera tidak bisa ditanam ulang

Karena Tenera membawa satu salinan dari masing-masing bentuk gen, persilangan Tenera dengan Tenera, seperti yang terjadi secara alami di kebun, menghasilkan keturunan campuran. Secara rata-rata kira-kira seperempat Dura, setengah Tenera, dan seperempat Pisifera.

Bayangkan kebun 1 hektare berisi 143 pokok dari biji brondolan. Dengan perbandingan rata-rata itu, sekitar 36 pokok Dura menghasilkan minyak rendah, sekitar 36 pokok Pisifera hampir tidak menghasilkan tandan yang jadi, dan hanya sekitar 71 pokok yang Tenera. Itu sebabnya kebun dari bibit asalan sering tampak lebat tetapi hasilnya mengecewakan. Ciri kebun seperti ini dibahas di cara mengenali kebun sawit dari bibit asalan.

Cara mengenali di lapangan

Ketiga bentuk ini tidak bisa dibedakan dari bibit atau pokok muda. Pengenalan baru bisa dilakukan setelah pokok berbuah.

  1. Ambil beberapa buah matang dari tandan pokok yang ingin diperiksa.
  2. Belah buah melintang dengan parang tajam.
  3. Lihat cangkangnya. Pada Tenera, ada cincin serat berwarna gelap di daging buah yang melingkari cangkang tipis. Pada Dura, cangkang tebal dan tidak ada cincin serat.
  4. Untuk Pisifera, perhatikan tandannya. Banyak tandan gugur, busuk, atau buahnya tidak jadi, dan buah yang ada nyaris tanpa cangkang.

Saat menilai kebun yang akan dibeli, ambil contoh dari puluhan pokok yang tersebar di beberapa blok, bukan dari satu atau dua pokok di pinggir jalan. Lakukan pemeriksaan ini bersama orang yang berpengalaman, misalnya mandor panen atau petugas dinas, karena buah yang belum matang atau buah dari tandan yang sakit bisa menyesatkan. Jika lebih dari sedikit pokok ternyata Dura, minta penjelasan asal bibitnya.

Nama varietas dan klaim dagang

Produsen benih memasarkan bahan tanam Tenera dengan nama varietas masing-masing. Ada yang diklaim tumbuh lebih pendek sehingga tandannya lebih lama terjangkau saat panen, ada yang diklaim lebih toleran terhadap penyakit busuk pangkal batang atau cocok untuk lahan tertentu. Klaim seperti ini sebaiknya dicek ke dinas perkebunan atau hasil uji yang dipublikasikan, dan dibandingkan dengan kondisi kebun Anda.

Dampaknya pada nilai kebun

Pembeli yang berpengalaman menilai kebun dari hasil per hektare, dan bahan tanam adalah salah satu penjelas utama hasil itu. Kebun dengan banyak pokok Dura atau Pisifera bisa saja punya jumlah pokok lengkap, surat rapi, dan akses baik, tetapi hasilnya tertahan di bawah kebun sebaya. Karena kekurangan ini tidak bisa diperbaiki tanpa menanam ulang, wajar jika dihitung sebagai potongan harga.

Bagi penjual, bukti bibit resmi seperti label kecambah atau kuitansi penangkar memperkuat posisi tawar. Bagi pembeli, membelah contoh buah dari banyak pokok adalah pemeriksaan murah yang bisa dilakukan saat berkunjung. Pemeriksaan lain di kebun dibahas di survei lapangan kebun sawit.

Ringkasnya untuk pemilik dan pembeli kebun

Tenera DxP dari produsen resmi adalah standar untuk kebun komersial. Dura dan Pisifera hanya punya tempat di kebun induk produsen benih. Saat membeli kebun, belah contoh buah dari banyak pokok untuk memastikan kebunnya memang Tenera. Saat menanam baru, jangan memakai biji dari kebun sendiri. Jika hasil kebun Anda rendah meskipun perawatan baik, bahan tanam termasuk penyebab yang perlu diperiksa, bersama faktor lain yang dibahas di penyebab sawit tidak berbuah.