Bibit sawit unggul adalah bibit Tenera, hasil persilangan Dura dan Pisifera (DxP), yang berasal dari kecambah produsen benih resmi terdaftar di Kementerian Pertanian dan bisa ditelusuri lewat label serta dokumennya. Cara paling aman memperolehnya adalah membeli kecambah dari produsen resmi melalui prosedur dinas perkebunan, atau membeli bibit siap tanam dari penangkar yang memakai kecambah resmi dan diawasi petugas.

Keputusan ini berlaku sekitar 25 tahun, sepanjang umur ekonomis kebun. Bibit yang salah tidak bisa diperbaiki dengan pupuk, dan baru ketahuan setelah pokok berbuah, kira-kira tiga tahun setelah tanam.

Mengapa bibit menentukan hasil selama 25 tahun

Selisih harga antara bibit resmi dan bibit asalan hanya terasa sekali, saat membeli. Selisih hasil terasa setiap bulan selama umur kebun. Hitungan sederhana berikut memakai angka asumsi, bukan angka pasar.

Misalkan Anda menanam 2 hektare. Dengan asumsi kebun dari bibit resmi menghasilkan 20 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare per tahun pada masa produktif, dan kebun dari bibit asalan hanya 14 ton karena banyak pokok Dura dan Pisifera, selisihnya 6 ton per hektare atau 12 ton per tahun untuk 2 hektare. Jika harga TBS diasumsikan Rp 2.000 per kilogram, kehilangan pendapatan sekitar Rp 24 juta per tahun. Selama 20 tahun produktif, angkanya mendekati Rp 480 juta, jauh di atas penghematan saat membeli bibit murah.

Angka harga dan hasil di atas hanya untuk menunjukkan cara berpikir. Harga TBS terkini bisa dicek di dinas perkebunan provinsi atau Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terdekat.

Sumber benih yang sah

Benih sawit hanya boleh diedarkan oleh produsen benih yang terdaftar di Kementerian Pertanian. Yang paling dikenal adalah Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, dan ada sejumlah produsen swasta yang juga terdaftar. Daftar produsen yang berlaku bisa ditanyakan ke dinas perkebunan, karena daftar itu bisa berubah.

Produsen benih menjual kecambah, yaitu biji yang sudah berkecambah dan siap disemai. Pekebun biasanya membeli melalui prosedur yang ditetapkan dinas perkebunan, misalnya dengan surat permohonan atau rekomendasi dari dinas, lalu menebus kecambah di produsen atau di perwakilannya. Prosedur dan persyaratannya bisa berbeda antarprovinsi, jadi tanyakan langsung ke dinas di daerah kebun Anda.

Pekebun yang tidak ingin membuat pembibitan sendiri bisa membeli bibit siap tanam dari penangkar bibit. Penangkar yang baik membeli kecambah dari produsen resmi, membesarkannya di pembibitan yang diperiksa petugas pengawas benih, dan bisa menunjukkan dokumen asal kecambah untuk bibit yang dijualnya.

Dokumen dan label yang perlu diminta

  • Untuk kecambah: kemasan tersegel dari produsen dengan label yang memuat nama produsen, varietas, nomor seri atau nomor lot, dan tanggal. Simpan label dan kuitansinya.
  • Untuk bibit dari penangkar: bukti pembelian kecambah dari produsen resmi, nomor lot yang sesuai, dan surat keterangan atau sertifikat mutu bibit dari pengawas benih jika ada.
  • Kuitansi atas nama Anda, dengan jumlah dan tanggal yang jelas.

Jika ragu, hubungi produsen yang tercantum di label dan tanyakan apakah nomor lot itu memang dijual ke penangkar tersebut. Produsen resmi berkepentingan menjaga namanya, sehingga biasanya mau membantu.

Ciri bibit siap tanam yang sehat

Bibit dari pembibitan dua tahap umumnya siap tanam sekitar umur 12 bulan. Saat memeriksa di pembibitan, perhatikan:

  • Pertumbuhan seragam dalam satu kelompok umur. Bibit yang jauh lebih kecil dari teman sebayanya sebaiknya ditolak.
  • Daun hijau segar, anak daun sudah membelah normal, tanpa bercak luas.
  • Pangkal batang kokoh dan menggembung, bukan kurus dan tinggi.
  • Polybag utuh, tanahnya padat, dan akar tidak menembus keluar terlalu banyak ke tanah di bawahnya.
  • Tidak ada bentuk abnormal, seperti daun sempit dan tegak, daun menggulung, daun kusut, atau pucuk rata.

Pembibitan yang baik sudah membuang bibit abnormal dalam beberapa tahap seleksi. Jika di satu pembibitan tidak ada satu pun bibit yang diafkir, justru patut dicurigai. Datanglah sebelum hari pengambilan dan pilih sendiri kelompok bibit yang akan Anda bawa. Tandai polybag yang sudah dipilih, misalnya dengan cat, supaya yang diangkut ke truk adalah bibit yang sama.

Tanda bibit palsu atau asalan

  • Harga jauh di bawah harga kecambah resmi ditambah ongkos pemeliharaan setahun.
  • Dijual di pinggir jalan atau dari rumah ke rumah, tanpa pembibitan yang bisa dikunjungi.
  • Penjual tidak bisa menyebut nama produsen dan nomor lot, atau menyebut nama varietas yang tidak dikenal produsen mana pun.
  • Ukuran bibit dalam satu kelompok sangat beragam, tanda bibit berasal dari biji yang dikumpulkan dari tanah.
  • Label tampak difotokopi atau kemasan kecambah sudah dibuka sebelum sampai ke Anda.

Bibit dari brondolan kebun Tenera, yang sering disebut bibit asalan atau bibit sapuan, akan menghasilkan campuran Dura, Tenera, dan Pisifera. Akibatnya dibahas di cara mengenali kebun sawit dari bibit asalan, dan dasar genetikanya di varietas sawit Dura, Pisifera dan Tenera.

Kecambah atau bibit jadi

PertimbanganMembeli kecambahMembeli bibit siap tanam
Harga per pokokLebih rendahLebih tinggi karena sudah dipelihara sekitar setahun
Waktu sampai tanamPerlu pembibitan sekitar 12 bulanBisa langsung ditanam
KeterampilanPerlu tenaga yang paham pembibitanCukup memeriksa mutu saat membeli
Kontrol mutuAnda pegang sendiriBergantung pada kejujuran penangkar
Cocok untukKebun puluhan hektare ke atasKebun kecil dan penyisipan

Untuk kebun beberapa hektare, membeli bibit jadi dari penangkar terpercaya sering lebih praktis. Untuk kebun besar, membuat pembibitan sendiri memberi kontrol mutu yang lebih baik. Langkah-langkahnya ada di pembibitan sawit pre nursery dan main nursery.

Simpan bukti asal bibit

Simpan label, kuitansi, dan surat keterangan bibit bersama surat kebun. Ketika kelak kebun dijual, calon pembeli yang teliti akan menanyakan asal bibit, karena kebun dari bibit resmi dinilai lebih tinggi. Dokumen yang sama berguna jika Anda mengikuti program pemerintah atau sertifikasi yang menanyakan asal bahan tanam. Catat juga tanggal tanam setiap blok, karena umur tanaman menjadi dasar penilaian kebun dan dosis pupuk.

Langkah berikutnya

Hubungi dinas perkebunan kabupaten untuk menanyakan daftar produsen dan penangkar resmi serta prosedur pembeliannya, lalu kunjungi pembibitannya sebelum membayar. Siapkan juga jumlah bibit cadangan untuk penyisipan pokok yang mati. Setelah bibit didapat, lanjutkan ke cara menanam bibit sawit di lapangan dan program pupuk awal di dasar pemupukan sawit.