Pemupukan sawit pada dasarnya adalah mengembalikan hara yang terangkut oleh panen dan yang dibutuhkan untuk tumbuh. Lima unsur yang paling menentukan adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), dan boron (B). Dosisnya ditentukan oleh umur tanaman, jenis tanah, dan hasil analisis daun serta tanah, lalu diberikan dalam dua sampai tiga kali aplikasi setahun saat tanah lembap, ditabur di tempat yang bisa dijangkau akar.

Pupuk biasanya menjadi komponen terbesar biaya perawatan kebun, sering sekitar separuh atau lebih. Karena itu, pemupukan yang tepat adalah cara paling langsung untuk menjaga hasil sekaligus mengendalikan biaya.

Lima unsur yang paling menentukan

UnsurPeran utamaSumber pupuk yang umum
Nitrogen (N)Pertumbuhan daun dan pelepah, warna hijauUrea, amonium sulfat (ZA)
Fosfor (P)Perakaran, pertumbuhan awalBatuan fosfat, Triple Super Phosphate (TSP), superfosfat SP-36
Kalium (K)Jumlah dan ukuran tandan, kandungan minyak, ketahanan keringMuriate of Potash (MOP) atau kalium klorida
Magnesium (Mg)Pembentukan klorofilKieserite, dolomit
Boron (B)Pertumbuhan pucuk dan daun muda, pembentukan buahPupuk borat

Kebun sawit menghasilkan menyerap kalium dalam jumlah besar karena banyak terangkut bersama tandan. Itu sebabnya kalium sering menjadi pupuk dengan tonase terbesar pada kebun yang sudah berbuah. Pada tanah gambut, unsur mikro seperti tembaga (Cu) juga sering perlu ditambahkan.

Prinsip empat tepat

Pemupukan yang baik mengikuti empat prinsip yang sering disebut empat tepat:

  • Tepat jenis: pupuk yang diberikan sesuai unsur yang kurang, bukan sekadar pupuk yang biasa dibeli.
  • Tepat dosis: jumlahnya sesuai kebutuhan, tidak dikurangi saat harga Tandan Buah Segar (TBS) turun dan tidak dilebihkan tanpa dasar.
  • Tepat waktu: diberikan saat tanah lembap dan akar aktif.
  • Tepat cara dan tempat: ditabur merata di area yang dijangkau akar penyerap.

Ketika salah satu tidak terpenuhi, pupuk yang dibeli mahal sebagian besar hilang ke udara, hanyut, atau tertahan di tempat yang tidak dijangkau akar.

Menentukan dosis

Tidak ada dosis tunggal yang cocok untuk semua kebun. Dasar penentuannya:

  1. Umur tanaman. Sawit belum menghasilkan dan sawit menghasilkan punya program berbeda.
  2. Jenis tanah. Tanah mineral berpasir, tanah liat, dan gambut punya kemampuan menahan hara yang berbeda.
  3. Target hasil. Kebun yang menghasilkan lebih banyak tandan mengangkut lebih banyak hara.
  4. Analisis daun. Contoh diambil dari daun ke-17 pada sawit menghasilkan, lalu kadar haranya dibandingkan dengan nilai baku di laboratorium.
  5. Analisis tanah, untuk melihat kemasaman dan cadangan hara.

Bagi kebun kecil yang belum pernah dianalisis, rekomendasi umum dari dinas perkebunan, penyuluh, atau produsen benih bisa menjadi titik awal. Setelah beberapa tahun, analisis daun memberi dasar untuk menyesuaikan dosis per blok. Caranya dibahas di analisis daun dan tanah kebun sawit. Gejala kekurangan hara yang terlihat di daun juga membantu, tetapi biasanya baru muncul setelah kekurangannya cukup parah. Lihat gejala kekurangan unsur hara sawit.

Waktu dan frekuensi

Sawit menghasilkan umumnya menerima setiap jenis pupuk dalam dua sampai tiga kali aplikasi setahun. Membagi dosis mengurangi kehilangan dan membuat hara tersedia lebih merata. Sawit muda menerima pupuk lebih sering dengan dosis kecil.

Pilih waktu saat tanah lembap, umumnya awal atau akhir musim hujan. Hindari:

  • Hujan sangat deras atau lahan tergenang, karena pupuk hanyut ke parit.
  • Kemarau panjang, karena pupuk tidak larut dan urea di permukaan tanah yang kering mudah kehilangan nitrogen ke udara.
  • Mencampur atau menabur dolomit bersamaan dengan urea atau ZA. Beri jarak beberapa minggu antara keduanya supaya nitrogen tidak banyak hilang.

Cara dan tempat menabur

Pada sawit muda, pupuk ditabur merata di piringan, mulai sedikit menjauh dari batang dan melebar sesuai perkembangan akar. Jangan menumpuk pupuk di dekat batang.

Pada sawit menghasilkan, akar penyerap tersebar lebih luas. Pupuk umumnya ditabur di piringan bagian luar dan sekitarnya. Sebagian kebun menabur pupuk tertentu di gawangan mati, yaitu tempat tumpukan pelepah, karena di bawah pelepah yang melapuk banyak akar halus. Detailnya ada di pemupukan sawit menghasilkan.

Contoh hitungan kebutuhan pupuk

Hitungan berikut hanya contoh cara berhitung. Dosisnya adalah asumsi, bukan rekomendasi untuk kebun Anda.

Misalkan kebun sawit menghasilkan seluas 10 hektare dengan 140 pokok per hektare, sehingga ada 1.400 pokok. Dengan asumsi rekomendasi tahunan per pokok adalah 2 kg MOP, 1,5 kg urea, 1 kg dolomit, dan 0,1 kg borat:

  • MOP: 1.400 x 2 kg = 2.800 kg, atau 56 karung isi 50 kg.
  • Urea: 1.400 x 1,5 kg = 2.100 kg, atau 42 karung.
  • Dolomit: 1.400 x 1 kg = 1.400 kg, atau 28 karung.
  • Borat: 1.400 x 0,1 kg = 140 kg.

Jika MOP dan urea masing-masing dibagi dua aplikasi, setiap aplikasi membutuhkan 1 kg MOP dan 0,75 kg urea per pokok. Buat takaran dari kaleng atau mangkuk yang sudah ditimbang, supaya pekerja menabur jumlah yang sama di setiap pokok. Untuk biayanya, kalikan tonase dengan harga di distributor pupuk setempat, lalu tambahkan upah tabur dan angkut. Komponen biaya lainnya dibahas di biaya perawatan kebun sawit per hektar.

Pupuk tunggal atau majemuk

Pupuk tunggal memberi keleluasaan menyesuaikan setiap unsur dan sering lebih murah per kilogram hara. Pupuk majemuk lebih praktis karena satu kali tabur berisi beberapa unsur, dan banyak dipakai pada sawit muda. Apa pun pilihannya, beli dari distributor resmi, periksa label komposisi serta nomor pendaftarannya, dan waspadai pupuk yang harganya jauh di bawah pasaran. Pupuk palsu atau berkadar rendah adalah kerugian ganda, karena biayanya tetap keluar sementara tanaman tetap kekurangan hara.

Bahan organik seperti tandan kosong dan kompos bisa mengurangi kebutuhan pupuk kimia sekaligus memperbaiki tanah. Lihat tandan kosong dan pupuk organik.

Mencatat dan mengawasi

Pupuk adalah pengeluaran yang paling mudah bocor. Catat tanggal, blok, jenis, dan jumlah karung setiap aplikasi. Hitung karung kosong setelah penaburan, ambil foto beberapa pokok yang sudah dipupuk, dan cocokkan stok gudang dengan catatan. Bagi pemilik yang tinggal jauh dari kebun, catatan ini adalah satu-satunya cara memastikan pupuk benar-benar sampai ke tanaman.

Langkah berikutnya

Tentukan dulu umur kebun Anda, lalu pilih panduan yang sesuai. Untuk sawit muda, lanjutkan ke pemupukan sawit belum menghasilkan. Untuk kebun yang sudah berbuah, ikuti panduan pemupukan sawit menghasilkan yang disebut di atas dan rencanakan analisis daun pertama Anda.