Analisis daun dan tanah adalah cara paling akurat untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan kebun sawit. Contoh daun diambil dari pelepah ke-17 pada sejumlah pohon yang ditandai tetap, dibersihkan, dikeringkan dan dikirim ke laboratorium. Contoh tanah diambil dari beberapa titik di piringan dan gawangan, dicampur menjadi satu contoh komposit. Hasilnya dibandingkan dengan kisaran kecukupan untuk menentukan unsur mana yang dosisnya perlu dinaikkan atau diturunkan.

Analisis daun menunjukkan apa yang sudah diserap tanaman. Analisis tanah menjelaskan mengapa. Keduanya saling melengkapi.

Kapan analisis diperlukan

Kebun perusahaan biasanya melakukan analisis daun setiap tahun sebagai dasar rekomendasi pupuk. Untuk kebun rakyat, analisis paling berguna pada saat-saat berikut:

  • sebelum menyusun program pupuk tahunan, terutama setelah produksi turun tanpa sebab yang jelas
  • setelah membeli kebun, untuk mengetahui kondisi gizi tanaman yang diwariskan pemilik lama
  • ketika muncul gejala daun yang meragukan (lihat gejala kekurangan unsur hara pada daun sawit)
  • saat membuka atau menanam ulang lahan, untuk analisis tanah awal

Membagi kebun menjadi unit contoh

Satu contoh daun mewakili satu kelompok tanaman yang seragam: umur tanam sama, jenis tanah sama, dan perlakuan pupuk yang sama. Kebun perusahaan membaginya per blok atau per beberapa blok. Kebun rakyat 2 sampai 10 hektare dengan umur yang sama sering cukup satu unit, tetapi jika sebagian kebun di tanah mineral dan sebagian di gambut, buat dua unit terpisah.

Di setiap unit pilih pohon contoh secara sistematis, misalnya setiap sekian pohon di setiap sekian baris, sehingga tersebar ke seluruh area. Tandai pohon tersebut dengan cat agar tahun berikutnya diambil dari pohon yang sama. Lewati pohon yang abnormal: sakit, berada di pinggir jalan, atau tergenang.

Mengambil contoh daun

Menentukan pelepah ke-17

Pelepah ke-1 adalah pelepah termuda yang daunnya sudah membuka penuh. Dari situ hitung mengikuti spiral susunan pelepah. Pada sawit, pelepah tersusun dalam spiral sehingga pelepah ke-1, ke-9 dan ke-17 berada kira-kira segaris secara vertikal. Cara praktisnya: temukan pelepah ke-1, lalu turun ke pelepah ke-9 dan ke-17 pada garis yang sama. Pada tanaman muda yang belum menghasilkan, yang biasa dipakai adalah pelepah ke-9.

Bagian yang diambil

Dari pelepah ke-17, ambil beberapa anak daun dari bagian tengah pelepah, di kedua sisi. Dari setiap anak daun, potong bagian tengahnya sepanjang belasan sentimeter, lalu buang lidinya. Potongan dari semua pohon dalam satu unit dikumpulkan menjadi satu contoh. Ikuti petunjuk rinci dari laboratorium yang akan Anda pakai, karena tiap laboratorium bisa punya ketentuan jumlah dan ukuran yang sedikit berbeda.

Waktu dan penanganan

  • Ambil contoh pada bulan yang kurang lebih sama setiap tahun supaya hasilnya bisa dibandingkan.
  • Jangan ambil contoh dalam beberapa minggu setelah pemupukan, dan hindari saat kemarau berat.
  • Bersihkan potongan daun dari debu dengan kain lembap, jangan dicuci lama.
  • Keringkan di tempat teduh atau oven bersuhu rendah, lalu masukkan ke kantong kertas berlabel: nama kebun, unit, umur tanam, tanggal.
  • Kirim secepatnya. Daun yang basah dan dibiarkan dalam kantong plastik akan membusuk.

Mengambil contoh tanah

Contoh tanah diambil dengan bor tanah atau cangkul dari beberapa titik, biasanya di dua kedalaman, yaitu lapisan atas dan lapisan di bawahnya. Pada kebun yang sudah berproduksi, titik di piringan dan di gawangan sering dipisahkan karena riwayat pemupukannya berbeda. Tanah dari beberapa titik dalam satu unit dicampur rata, lalu diambil sebagian untuk dikirim.

Analisis tanah tidak perlu setiap tahun. Beberapa tahun sekali sudah cukup, kecuali ada perubahan besar seperti pengapuran berat atau perbaikan drainase. Di lahan gambut, tambahkan informasi ketebalan gambut dan tinggi muka air saat mengirim contoh.

Membaca hasil laboratorium

Laporan analisis daun biasanya berisi kadar nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kalsium dan boron, kadang juga tembaga dan seng. Setiap angka dibandingkan dengan kisaran kecukupan yang dipakai laboratorium atau lembaga penelitian. Ada tiga kemungkinan untuk setiap unsur: kurang, cukup, atau berlebih.

Laporan analisis tanah berisi keasaman (pH), kandungan bahan organik, kapasitas tukar kation, serta kadar fosfor, kalium dan magnesium yang tersedia. Angka ini membantu menjelaskan hasil daun. Misalnya, kadar magnesium daun rendah di tanah yang sangat masam bisa berarti pengapuran dengan dolomit lebih penting daripada sekadar menambah kieserit.

Perhatikan juga keseimbangan antarunsur. Kalium yang terlalu tinggi bisa menekan serapan magnesium, dan sebaliknya. Karena itu menaikkan satu unsur secara drastis tanpa melihat unsur lain bisa menimbulkan masalah baru.

Dari hasil ke dosis

Hasil analisis tidak langsung berupa dosis. Dosis disusun dengan mempertimbangkan umur tanaman, target produksi, riwayat pupuk dan hasil analisis. Laboratorium tertentu dan konsultan agronomi menyediakan rekomendasi dosis sekaligus. Jika Anda menyusun sendiri, prinsip yang aman adalah mengubah dosis secara bertahap, lalu melihat perubahannya pada analisis tahun berikutnya.

Contoh sederhana dengan asumsi: misalkan hasil analisis menunjukkan kalium daun di bawah kisaran kecukupan, sementara nitrogen dan magnesium cukup. Langkah yang masuk akal adalah menaikkan dosis Muriate of Potash (MOP) secara moderat, misalnya seperlima dari dosis sebelumnya, mempertahankan nitrogen, dan mengecek apakah kalium sudah naik pada analisis tahun depan. Angka seperlima di sini hanya ilustrasi, bukan rekomendasi.

Prinsip pemupukan yang lebih lengkap ada di artikel dasar pemupukan sawit dan pemupukan sawit menghasilkan.

Biaya dan cara menghemat

Biaya analisis berbeda antar laboratorium dan bergantung pada jumlah unsur yang diperiksa. Tanyakan tarif terbaru langsung ke laboratorium. Untuk petani kecil, cara yang paling hemat adalah mengirim contoh bersama dalam kelompok tani atau koperasi, satu contoh untuk beberapa kebun yang umurnya dan tanahnya mirip. Dibanding biaya pupuk satu tahun, biaya analisis biasanya kecil, dan satu kesalahan dosis bisa jauh lebih mahal.

Langkah berikutnya

Tentukan unit contoh di kebun Anda, tandai pohon contoh dengan cat, dan hubungi laboratorium untuk petunjuk pengiriman. Simpan semua hasil dalam satu map bersama catatan produksi dan pupuk. Setelah tiga atau empat tahun, catatan itu menjadi alat yang sangat kuat untuk mengatur pupuk, dan juga data yang meyakinkan jika suatu hari kebun akan dijual.