Tandan kosong (tankos) adalah sisa tandan setelah buahnya dirontokkan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Dipakai sebagai mulsa atau kompos, tankos mengembalikan bahan organik dan kalium ke kebun, menjaga tanah tetap lembap dan mengurangi kebutuhan pupuk kimia. Kuncinya ada pada cara aplikasi: disebar satu lapis, tidak menyentuh pangkal batang, dan tidak dibiarkan menumpuk sampai menjadi sarang hama.

Selain tankos, pabrik menghasilkan bahan lain yang bisa kembali ke kebun: kompos, abu janjang dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS). Masing-masing punya cara pakai dan aturan yang berbeda.

Mengapa bahan organik penting di kebun sawit

Banyak kebun sawit berada di tanah mineral yang masam dan miskin bahan organik, misalnya tanah merah kuning atau tanah berpasir. Di tanah seperti ini pupuk kimia mudah tercuci hujan dan tanah cepat kering di musim kemarau. Bahan organik bekerja seperti spons: menahan air, menahan hara, dan memberi makan organisme tanah yang membantu akar.

Sawit sendiri menghasilkan banyak bahan organik di kebun, yaitu pelepah hasil pruning dan panen. Pelepah yang disusun di gawangan mati sudah merupakan pupuk organik. Tankos menambah sumber dari luar kebun, berasal dari buah yang Anda jual ke pabrik.

Tankos sebagai mulsa

Cara paling sederhana adalah menyebar tankos segar langsung di kebun. Tandan diletakkan satu lapis, rapat, di gawangan mati atau di sekeliling piringan bagian luar. Jangan ditumpuk menempel ke batang, karena kelembapan berlebih di pangkal batang mengundang jamur dan serangga.

Beberapa hal praktis dari lapangan:

  • Satu lapis lebih baik daripada tumpukan tebal. Tumpukan tebal lambat membusuk di bagian bawah dan menjadi tempat berkembang biak kumbang tanduk.
  • Prioritaskan blok dengan tanah paling miskin, lahan berpasir, atau area yang sering kekeringan. Di sana manfaatnya paling besar.
  • Tankos berat dan bervolume besar. Biaya angkut sering menjadi pembatas, sehingga kebun yang dekat pabrik paling diuntungkan.
  • Setelah membusuk dalam beberapa bulan, akar sawit akan banyak tumbuh di bawah lapisan tankos. Ini tanda bahwa aplikasinya bekerja.

Hubungan tankos dengan hama dibahas lebih rinci di artikel kumbang tanduk pada sawit muda dan replanting.

Kompos tankos

Sebagian pabrik mengolah tankos menjadi kompos, kadang dicampur dengan limbah cair supaya proses pengomposan lebih cepat dan kandungan haranya naik. Kompos lebih ringan per satuan hara, lebih mudah ditabur, dan tidak menarik kumbang tanduk seperti tankos segar yang ditumpuk.

Untuk petani kecil, kompos tankos bisa didapat dari pabrik yang memproduksinya atau dibuat sendiri dalam skala kecil dengan mencacah tankos dan mencampurnya dengan kotoran ternak. Prosesnya memakan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan. Kebun yang juga memelihara sapi punya keuntungan di sini, dan hal itu dibahas di artikel integrasi sawit dan ternak.

Abu janjang

Di beberapa pabrik lama, tankos dibakar di insinerator dan abunya dipakai sebagai pupuk. Abu janjang kaya kalium dan bersifat basa. Praktik membakar tankos sudah banyak ditinggalkan karena alasan lingkungan, tetapi jika Anda mendapat tawaran abu janjang, perlakukan seperti pupuk kalium: tabur tipis, jangan menumpuk, dan hitung kandungannya bersama program pupuk kimia.

Limbah cair pabrik untuk aplikasi lahan

LCPKS adalah air limbah dari proses pengolahan buah. Setelah diolah di kolam-kolam pengolahan sampai kadar bahan organiknya turun, sebagian pabrik mengalirkannya ke kebun inti melalui parit atau bedengan yang disebut flatbed. Cara ini dikenal sebagai aplikasi lahan (land application). Limbah cair membawa hara dan air, sehingga blok yang menerimanya sering menunjukkan produksi lebih baik.

Aplikasi lahan bukan kegiatan bebas. Pabrik memerlukan izin dari instansi lingkungan hidup dan wajib memantau kualitas limbah, kondisi tanah dan air tanah di sekitarnya. Ada pula batasan lokasi, misalnya tidak di dekat sumber air dan tidak di tanah tertentu. Aturannya bisa berubah, jadi pastikan ke dinas lingkungan hidup setempat.

Bagi petani, artinya sederhana: jangan mengambil limbah cair dari kolam pabrik dan menyiramkannya ke kebun sendiri. Limbah yang belum diolah dengan benar dapat merusak tanaman dan mencemari sungai, dan tanggung jawab hukumnya bisa jatuh ke pemilik lahan. Jika pabrik menawarkan kerja sama aplikasi lahan, mintalah penjelasan tertulis tentang izinnya.

Hitungan sederhana: layak atau tidak mengangkut tankos

Keputusan memakai tankos hampir selalu soal biaya angkut dibanding nilai hara yang digantikannya. Contoh berikut memakai asumsi semata.

Misalkan:

  • pabrik memberikan tankos gratis di lokasi pabrik
  • satu truk kecil memuat sekitar 6 ton tankos dengan ongkos angkut dan bongkar Rp 600.000 per rit
  • Anda ingin mengaplikasikan 30 ton tankos per hektare per tahun
  • dengan asumsi analisis daun, kebutuhan pupuk kalium berkurang 100 kg Muriate of Potash (MOP) per hektare berkat tankos, dan harga MOP Rp 10.000 per kg

Maka untuk 1 hektare dibutuhkan 5 rit, atau Rp 3.000.000. Penghematan pupuk kalium hanya Rp 1.000.000. Dari sisi kalium saja, hitungan ini belum layak. Namun hitungan berubah jika jarak ke pabrik pendek, ongkos per rit lebih murah, atau jika tanah Anda berpasir sehingga manfaat kelembapan dan bahan organik terasa pada produksi. Ganti setiap asumsi dengan angka nyata dari pabrik dan toko pupuk terdekat sebelum memutuskan.

Hitungan ini juga menunjukkan alasan tankos lebih sering dipakai oleh kebun yang berada di sekitar pabrik. Jika Anda sedang menilai kebun untuk dibeli, kedekatan dengan PKS memberi keuntungan ganda: biaya angkut Tandan Buah Segar (TBS) lebih murah dan peluang memakai tankos lebih besar. Lihat juga jarak kebun ke pabrik kelapa sawit.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Menumpuk tankos di pangkal batang. Ini mengundang jamur dan hama, serta menghalangi pemupukan dan pengutipan brondolan.
  • Menumpuk tankos tebal di blok replanting. Bersama batang sawit yang membusuk, tumpukan ini menjadi tempat berkembang biak kumbang tanduk yang ideal.
  • Menganggap tankos sebagai pengganti seluruh pupuk. Program pupuk tetap disusun dari analisis daun, sebagaimana dijelaskan di dasar pemupukan sawit.
  • Menutup piringan dengan tankos sehingga brondolan hilang di sela-sela tandan saat panen.

Langkah berikutnya

Tanyakan ke pabrik tempat Anda menjual TBS apakah mereka menyediakan tankos atau kompos, berapa biayanya, dan bagaimana jadwal pengambilannya. Uji dulu di satu atau dua blok yang tanahnya paling miskin, catat produksinya, lalu bandingkan dengan blok lain setelah satu sampai dua tahun. Hasil uji di kebun sendiri lebih berharga daripada angka dari brosur. Untuk program pupuk kimia pada tanaman yang sudah berbuah, baca juga pemupukan sawit menghasilkan.