Jarak kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) memengaruhi harga Tandan Buah Segar (TBS) yang diterima pemilik kebun melalui tiga hal: ongkos angkut yang dipotong dari harga, mutu buah yang turun bila terlalu lama di perjalanan, dan jumlah pilihan pembeli yang tersedia. Kebun yang dekat dengan beberapa pabrik biasanya menerima harga bersih lebih baik dan lebih stabil daripada kebun yang hanya bisa menjual ke satu pengepul.
Bagi pembeli kebun, jarak ke pabrik adalah faktor yang tidak bisa diubah setelah transaksi. Pupuk bisa ditambah, piringan bisa dibersihkan, tetapi pabrik tidak bisa dipindahkan.
Mengapa buah sawit tidak bisa menunggu
Setelah tandan dipotong dari pokok, kualitas minyak di dalam buah mulai menurun. Kadar asam lemak bebas (ALB) naik seiring waktu, terutama pada buah yang memar karena dijatuhkan dan diangkut. Minyak dengan ALB tinggi bernilai lebih rendah, sehingga pabrik berkepentingan menerima buah yang segar.
Itulah sebabnya praktik yang baik adalah memanen, mengumpulkan, dan mengangkut buah secepat mungkin. Kebun yang jauh dari pabrik menghadapi waktu tempuh yang lebih lama, dan bila ditambah jalan buruk, risiko buah menjadi restan meningkat. Restan adalah buah yang sudah dipanen tetapi tertahan di kebun atau di tempat pengumpulan.
Ongkos angkut dan siapa yang menanggungnya
Ongkos angkut hampir selalu ditanggung pemilik kebun, baik dibayar langsung ke pengangkut maupun dipotong dari harga oleh pengepul. Semakin jauh jarak dan semakin buruk jalan, semakin besar potongannya. Pengaruh kondisi jalan terhadap ongkos ini dibahas di akses jalan kebun sawit.
Potongan sortasi di pabrik
Pabrik menilai buah yang masuk melalui sortasi. Buah mentah, buah busuk, tandan kosong, tangkai panjang, dan buah yang bercampur sampah atau tanah bisa dikenai potongan timbangan. Buah dari kebun jauh yang lama di perjalanan cenderung lebih banyak terkena potongan karena sebagian sudah terlalu lama sejak dipanen.
Besarnya potongan berbeda antarpabrik dan bisa berubah. Tanyakan kepada beberapa pemasok setempat berapa potongan yang biasa mereka terima. Nota timbang dari kebun yang Anda incar juga menunjukkan potongan yang selama ini dikenakan.
Harga acuan provinsi dan harga yang diterima petani
Harga TBS untuk pekebun ditetapkan berkala di setiap provinsi oleh tim penetapan harga yang dipimpin dinas perkebunan provinsi, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018. Harga itu dihitung dari harga minyak sawit mentah dan inti sawit hasil penjualan pabrik, rendemen menurut umur tanaman, dan indeks K yang menunjukkan bagian yang diterima petani. Cara penetapannya diuraikan di cara harga TBS ditetapkan.
Dalam praktik, harga penetapan menjadi acuan utama bagi pekebun yang bermitra dengan pabrik. Pabrik di luar kemitraan, dan terutama pengepul, sering membayar di bawah harga itu. Di antara petani dan pabrik bisa ada satu atau dua lapis perantara, masing-masing mengambil margin.
Pilihan pembeli buah
Kebun yang berada di jangkauan beberapa pabrik punya posisi tawar lebih baik. Bila satu pabrik menurunkan harga atau berhenti menerima buah karena perawatan mesin, buah bisa dialihkan ke pabrik lain. Kebun yang hanya punya satu jalur penjualan lebih rentan.
Cara menjual buah juga berbeda: langsung ke pabrik, melalui koperasi, atau melalui pengepul. Masing-masing punya syarat dan kelebihan. Perbandingannya ada di menjual TBS ke pabrik atau pengepul.
Contoh menghitung selisih harga bersih
Angka berikut hanya ilustrasi untuk menunjukkan cara menghitung, bukan harga di daerah mana pun.
Misalkan harga acuan di provinsi tertentu pada suatu periode adalah Rp 2.500 per kilogram. Kebun X berada dekat pabrik dan menjual langsung melalui koperasi mitra. Kebun Y berjarak jauh dan menjual lewat pengepul.
- Kebun X: dengan asumsi menerima harga mendekati acuan, dipotong ongkos angkut Rp 100 dan potongan mutu sekitar 2 persen, harga bersihnya sekitar Rp 2.350 per kilogram.
- Kebun Y: dengan asumsi pengepul membayar Rp 2.250, dipotong ongkos angkut Rp 250 dan potongan mutu sekitar 4 persen, harga bersihnya sekitar Rp 1.910 per kilogram.
Selisih sekitar Rp 440 per kilogram. Bila setiap kebun menghasilkan 80.000 kilogram per tahun, selisih pendapatannya sekitar Rp 35 juta per tahun. Selisih sebesar itu wajar tercermin dalam harga kebun.
Antrean di pabrik saat panen raya
Jarak tidak hanya berarti waktu di jalan. Pada bulan-bulan panen raya, truk bisa mengantre lama di depan pabrik karena kapasitas olah terbatas. Kebun yang dekat masih bisa mengatur pengiriman ulang di hari yang sama, sedangkan truk dari kebun jauh mungkin hanya sempat satu kali jalan. Buah yang menunggu dalam antrean juga terus menurun mutunya.
Tanyakan kepada pengangkut setempat seberapa panjang antrean di musim buah banyak, dan apakah pabrik pernah membatasi penerimaan buah. Pabrik yang sering membatasi penerimaan membuat kebun di sekitarnya bergantung pada pengepul, dengan harga yang biasanya lebih rendah.
Rencana pabrik baru sebagai alasan harga
Penjual kadang menyebut bahwa sebuah pabrik akan segera dibangun di dekat kebun, lalu memakai kabar itu untuk menaikkan harga. Rencana pabrik bisa saja benar, tetapi pembangunannya bergantung pada izin, pasokan buah, dan pendanaan, dan bisa tertunda bertahun-tahun atau batal. Nilailah kebun berdasarkan pabrik yang sudah beroperasi. Anggap rencana pabrik baru sebagai kemungkinan tambahan, bukan dasar harga.
Yang perlu ditanyakan sebelum membeli
- Pabrik mana saja yang terdekat, dan berapa waktu tempuhnya dengan truk bermuatan.
- Apakah pabrik itu menerima buah langsung dari petani, atau hanya melalui koperasi atau pemasok tertentu.
- Apakah ada koperasi atau kelompok tani yang bermitra dengan pabrik dan bisa Anda ikuti.
- Berapa ongkos angkut dan potongan sortasi yang biasa dikenakan.
- Apakah pernah ada masa ketika pabrik menghentikan penerimaan buah, dan ke mana buah dijual saat itu.
Untuk mengetahui pabrik yang beroperasi di sekitar kebun, tanyakan ke dinas perkebunan kabupaten. Mereka biasanya punya daftar pabrik di wilayahnya. Lalu cek sendiri di lapangan: pabrik yang ramai didatangi truk buah menandakan ia aktif membeli dari pemasok di sekitarnya.
Untuk harga acuan terbaru, periksa pengumuman dinas perkebunan provinsi dan tanyakan langsung ke pabrik terdekat.
Ringkasnya untuk pembeli
Ukur jarak ke pabrik dalam waktu tempuh dan harga bersih per kilogram, bukan hanya kilometer. Kebun yang dekat dengan beberapa pabrik layak dihargai lebih tinggi, dan kebun yang jauh layak ditawar dengan menghitung selisih hasil bersihnya. Pertimbangan ini masuk ke rangkaian pemeriksaan yang diuraikan di cara membeli kebun sawit.