Biaya perawatan kebun sawit per hektar terdiri dari pupuk, pengendalian gulma, pemangkasan, pengendalian hama, perawatan jalan dan parit, serta biaya umum seperti mandor dan pajak. Pupuk biasanya pos terbesar, sering sekitar separuh atau lebih dari biaya perawatan. Biaya panen dan angkut sebaiknya dihitung terpisah karena besarnya mengikuti jumlah buah yang dipanen.

Angka rupiahnya sangat bergantung pada harga pupuk, upah setempat, umur tanaman dan kondisi lahan. Karena itu, yang lebih berguna daripada satu angka patokan adalah cara menyusun perkiraan sendiri.

Komponen biaya

Pupuk dan aplikasinya

Kebutuhan pupuk ditentukan oleh umur tanaman, jenis tanah dan hasil analisis daun. Sawit menghasilkan biasanya membutuhkan nitrogen, fosfor, kalium, magnesium dan boron. Biaya pupuk dihitung dari dosis per pokok dikali jumlah pokok dikali harga, ditambah upah menabur. Prinsip dosisnya dibahas di dasar pemupukan sawit dan pemupukan sawit menghasilkan.

Pengendalian gulma

Piringan, jalan pikul dan gawangan dirawat dengan kombinasi tenaga manual dan herbisida. Biayanya bergantung pada jumlah rotasi setahun dan jenis gulma yang dominan.

Pemangkasan

Pelepah dipangkas rutin agar panen mudah dan pelepah tidak menumpuk. Biaya per hektare naik saat pokok makin tinggi.

Pengendalian hama dan penyakit

Sensus hama, pengendalian tikus, ulat dan kumbang tanduk, serta penanganan Ganoderma. Di kebun yang sehat biayanya kecil, tetapi bisa melonjak saat terjadi serangan.

Jalan, jembatan dan parit

Penimbunan jalan yang rusak, perbaikan gorong-gorong dan pembersihan parit. Di kebun gambut dan lahan pasang surut, perawatan tata air bisa menjadi pos yang besar.

Biaya umum

Upah mandor atau pengawas, transportasi pemilik, alat kerja, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan iuran koperasi bila ada.

Contoh hitungan dengan asumsi

Contoh berikut untuk 1 hektare tanaman menghasilkan dengan 136 pokok. Semua angka adalah asumsi untuk menunjukkan cara menghitung, bukan harga pasar.

Misalkan total dosis pupuk tahunan sekitar 7 kilogram per pokok, gabungan urea, fosfat, KCl, dolomit dan sedikit borat. Kebutuhan per hektare menjadi 136 x 7 = 952 kilogram. Dengan asumsi harga rata-rata pupuk Rp 7.500 per kilogram, biaya pupuk sekitar Rp 7,1 juta.

KomponenAsumsi biaya per hektare per tahun
PupukRp 7,1 juta
Upah aplikasi pupukRp 0,4 juta
Pengendalian gulma (bahan dan upah)Rp 1,5 juta
PemangkasanRp 0,5 juta
Hama dan penyakitRp 0,3 juta
Jalan dan paritRp 0,6 juta
Biaya umumRp 1,0 juta
Total perawatanRp 11,4 juta

Dalam contoh ini, pupuk dan aplikasinya sekitar 66 persen dari total biaya perawatan, sesuai pola umum bahwa pupuk adalah pos terbesar.

Biaya panen dan angkut dihitung terpisah. Misalkan upah panen dan angkut sampai pabrik Rp 250 per kilogram, dan produksi 18 ton per hektare per tahun. Biayanya 18.000 x Rp 250 = Rp 4,5 juta. Total biaya perawatan dan panen menjadi Rp 15,9 juta per hektare, atau sekitar Rp 883 per kilogram Tandan Buah Segar (TBS).

Biaya per kilogram TBS adalah angka yang paling berguna. Bandingkan dengan harga TBS yang benar-benar Anda terima. Selisihnya adalah margin sebelum pajak, penyusutan dan cadangan untuk peremajaan.

Menghitung tenaga kerja dengan hari kerja

Selain pupuk, sebagian besar biaya perawatan adalah upah. Cara paling rapi menghitungnya adalah memakai satuan hari kerja (HK), yaitu pekerjaan satu orang selama satu hari. Setiap pekerjaan punya kebutuhan HK per hektare per rotasi, dan angka itu dikalikan jumlah rotasi setahun serta upah harian setempat.

Contoh dengan asumsi: misalkan membersihkan piringan dan jalan pikul butuh 2 HK per hektare setiap rotasi, dilakukan 3 kali setahun, dengan upah harian Rp 120.000. Biayanya 2 x 3 x Rp 120.000 = Rp 720.000 per hektare per tahun. Pekerjaan lain dihitung dengan cara yang sama, lalu dijumlahkan.

Angka HK per pekerjaan sangat bergantung pada kondisi kebun. Gulma yang lebat, lahan berbukit dan pokok yang tinggi membuat kebutuhan HK naik. Mandor yang berpengalaman biasanya bisa memberi angka yang realistis untuk daerahnya, dan catatan Anda sendiri setelah satu tahun akan lebih akurat lagi.

Sistem borongan, yaitu membayar per hektare atau per pokok untuk satu pekerjaan, juga lazim. Borongan memudahkan anggaran, tetapi mutu pekerjaan perlu diperiksa karena pekerja terdorong menyelesaikan secepat mungkin. Piringan yang hanya dibersihkan setengah atau pupuk yang ditabur menumpuk di satu sisi adalah biaya tersembunyi.

Perbedaan menurut kondisi kebun

  • Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) membutuhkan pupuk per pokok lebih sedikit, tetapi biaya gulma dan hama seperti tikus dan kumbang tanduk relatif besar, dan belum ada pendapatan sama sekali.
  • Kebun di gambut membutuhkan unsur mikro tambahan dan perawatan tata air.
  • Kebun berbukit punya biaya panen, angkut dan perawatan teras yang lebih tinggi.
  • Kebun tua dengan pokok tinggi membutuhkan alat dan pemanen yang lebih mahal per kilogram.

Godaan memotong pupuk

Saat harga TBS turun, pupuk adalah pos yang paling mudah dipotong. Dampaknya tidak langsung terlihat, karena kebun masih memanen tandan yang terbentuk dari kondisi hara sebelumnya. Penurunan produksi baru muncul sekitar satu sampai dua tahun kemudian, sering ketika harga sudah pulih. Jika harus berhemat, kurangi pos lain lebih dulu, dan pertahankan kalium serta nitrogen sedekat mungkin dengan anjuran.

Menyusun anggaran kebun Anda sendiri

  1. Catat jumlah pokok produktif per blok.
  2. Ambil dosis pupuk dari rekomendasi analisis daun, lalu kalikan dengan harga di toko pertanian terdekat.
  3. Hitung kebutuhan tenaga untuk setiap pekerjaan dalam hari kerja, lalu kalikan dengan upah harian setempat.
  4. Tambahkan biaya umum dan cadangan perbaikan jalan.
  5. Bandingkan dengan pengeluaran nyata setiap bulan, lalu sesuaikan anggaran tahun berikutnya.

Pencatatan yang rapi membuat langkah kelima mungkin dilakukan. Formatnya dibahas di pembukuan sederhana kebun sawit.

Langkah berikutnya

Gunakan biaya per kilogram TBS dari kebun Anda sendiri sebagai dasar menilai untung rugi, bukan angka dari kebun lain. Kalau Anda sedang menilai kebun untuk dibeli, masukkan biaya perawatan ke dalam hitungan nilai kebun di harga kebun sawit per hektar dan masa balik modal di menghitung balik modal kebun sawit.