Pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) bertujuan membangun kerangka tanaman, yaitu akar, batang, dan pelepah, yang nanti menentukan berapa banyak tandan yang bisa dihasilkan. Polanya berbeda dari kebun yang sudah berbuah: dosis kecil, aplikasi lebih sering, ditabur merata di piringan, dan dosis naik dari tahun ke tahun. Fosfat diberikan di lubang tanam, lalu nitrogen, kalium, magnesium, dan boron diberikan rutin sampai kebun mulai dipanen.

Kebun muda yang kurang pupuk tidak langsung terlihat rugi, karena belum ada panen yang berkurang. Kerugiannya muncul belakangan, berupa panen pertama yang mundur dan hasil awal yang rendah.

Mengapa sawit muda dipupuk berbeda

Akar sawit muda masih sedikit dan dangkal, terkumpul di sekitar pokok. Pupuk dalam jumlah besar sekaligus akan banyak hilang karena tidak terserap, dan bisa merusak akar muda. Membagi dosis menjadi beberapa aplikasi kecil membuat hara tersedia lebih teratur dan lebih banyak yang benar-benar diserap.

Pada masa ini, hara tidak terangkut oleh panen. Seluruhnya dipakai untuk tumbuh. Karena itu, nitrogen untuk pertumbuhan daun dan pelepah mendapat porsi penting, sementara pada sawit menghasilkan kalium biasanya menjadi yang terbesar.

Pupuk lubang tanam

Program dimulai saat tanam. Pupuk fosfat, misalnya batuan fosfat, dicampur dengan tanah lapisan atas di dasar lubang untuk membantu pembentukan akar. Jangan memasukkan urea dalam jumlah banyak ke lubang. Cara menanamnya dibahas di cara menanam bibit sawit di lapangan.

Unsur yang perlu diperhatikan

  • Nitrogen (N), dari urea atau amonium sulfat, untuk pertumbuhan daun dan pelepah.
  • Fosfor (P), untuk akar. Selain di lubang tanam, fosfat biasanya diberikan lagi pada tahun-tahun awal.
  • Kalium (K), dari kalium klorida, untuk pertumbuhan seimbang dan ketahanan terhadap kekeringan.
  • Magnesium (Mg), dari kieserite atau dolomit, terutama di tanah masam dan berpasir.
  • Boron (B), dari pupuk borat. Sawit muda peka terhadap kekurangan boron, yang membuat daun muda berkerut, bengkok, dan pendek.
  • Di gambut, unsur mikro seperti tembaga (Cu) sering perlu ditambahkan sesuai rekomendasi setempat.

Frekuensi dan penempatan

Pada tahun pertama, banyak kebun memupuk lebih sering, misalnya setiap dua sampai tiga bulan, dengan dosis kecil. Pada tahun kedua dan ketiga, frekuensi biasanya berkurang sementara dosis per aplikasi naik. Jadwal yang tepat mengikuti pola hujan setempat dan rekomendasi yang Anda pakai.

Tabur pupuk merata di piringan dalam bentuk cincin, sedikit menjauh dari batang. Pada TBM 1, cincin itu sempit. Pada TBM 2 dan TBM 3, area tabur melebar mengikuti tajuk, karena akar penyerap ikut menyebar. Piringan harus bersih dari gulma sebelum dipupuk, supaya pupuk tidak dimakan gulma.

Menyesuaikan dengan jenis tanah

Tanah berpasir menahan hara dengan buruk, sehingga pupuk yang ditabur sekaligus cepat tercuci hujan. Di tanah seperti ini, membagi dosis menjadi lebih banyak aplikasi kecil memberi hasil lebih baik, dan magnesium serta kalium sering lebih cepat habis. Tanah liat menahan hara lebih lama, tetapi bisa tergenang setelah hujan, sehingga pemupukan sebaiknya menunggu air surut. Di gambut, permukaan yang sangat kering membuat pupuk sulit larut, sementara permukaan yang tergenang membuat pupuk hanyut ke kanal. Analisis tanah sebelum tanam membantu menentukan penyesuaian ini sejak awal.

Contoh program dan hitungan

Program di bawah adalah contoh susunan untuk menunjukkan cara berpikir. Dosisnya asumsi, bukan rekomendasi untuk kebun Anda.

UmurFrekuensi per tahun, contohFokus
Lubang tanamSekali saat tanamFosfat untuk akar
TBM 1Sering, dosis kecilNitrogen, fosfor, boron, pertumbuhan awal
TBM 2Lebih jarang, dosis naikNitrogen, kalium, magnesium
TBM 3Mendekati jadwal sawit menghasilkanKalium mulai naik menjelang panen

Misalkan Anda memiliki blok TBM 2 seluas 5 hektare dengan 140 pokok per hektare, sehingga ada 700 pokok. Dengan asumsi rekomendasi pupuk majemuk untuk sawit muda sebanyak 2,5 kg per pokok per tahun yang dibagi empat aplikasi:

  • Kebutuhan setahun: 700 x 2,5 kg = 1.750 kg, atau 35 karung isi 50 kg.
  • Setiap aplikasi: 2,5 kg / 4 = sekitar 0,63 kg per pokok, atau sekitar 440 kg untuk satu blok.
  • Ditambah borat dan magnesium terpisah jika pupuk majemuknya tidak mengandung unsur itu dalam jumlah cukup.

Buat takaran dari wadah yang sudah ditimbang agar setiap pokok mendapat jumlah yang sama. Takaran yang dikira-kira dengan genggaman tangan membuat sebagian pokok kelebihan dan sebagian kekurangan.

Pupuk majemuk atau tunggal untuk sawit muda

Pupuk majemuk banyak dipakai pada sawit muda karena praktis, satu kali tabur memberi beberapa unsur, dan risiko salah campur lebih kecil. Pupuk tunggal memberi keleluasaan menyesuaikan setiap unsur dan sering lebih murah per kilogram hara, tetapi butuh jadwal dan pengawasan yang lebih rapi. Beli dari distributor resmi dan periksa label komposisinya. Prinsip memilih pupuk dirangkum di dasar pemupukan sawit.

Tanda program berjalan baik

Ukur beberapa pokok contoh di setiap blok secara berkala, misalnya setiap enam bulan:

  • Jumlah pelepah yang terbentuk.
  • Lingkar pangkal batang.
  • Panjang pelepah yang tumbuh paling akhir.
  • Warna daun, yang seharusnya hijau segar dan seragam.

Catat hasil pengukuran dalam tabel sederhana per blok. Dari tabel itu, Anda bisa melihat apakah perubahan pupuk di satu musim benar-benar memperbaiki pertumbuhan.

Blok yang pertumbuhannya tertinggal dari blok lain seumurnya perlu diperiksa, apakah karena pupuk, gulma, air, atau hama. Daun yang menguning, berbintik, atau berkerut bisa menunjukkan kekurangan hara tertentu. Lihat gejala kekurangan unsur hara sawit. Untuk kepastian, ambil contoh tanah dan daun untuk dianalisis seperti dijelaskan di analisis daun dan tanah kebun sawit.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Pupuk ditumpuk di pangkal batang, sehingga akar di dekatnya rusak dan sisanya tidak terjangkau.
  • Satu aplikasi terlewat karena kemarau, lalu dosisnya digandakan di aplikasi berikutnya.
  • Pupuk ditabur di piringan yang penuh gulma atau tergenang air.
  • Dolomit ditabur bersamaan dengan urea, sehingga sebagian nitrogen hilang.
  • Pupuk disimpan di gudang lembap sampai menggumpal, sehingga sulit ditabur merata.
  • Pupuk dikurangi karena kebun belum menghasilkan, padahal kekurangan di masa ini paling sulit dikejar.

Langkah berikutnya

Susun jadwal pupuk tahun ini berdasarkan umur setiap blok, dan masukkan ke rencana kerja perawatan bersama piringan, gulma, dan sensus pokok seperti dibahas di merawat tanaman sawit belum menghasilkan. Menjelang panen pertama, mulai beralih ke program untuk kebun yang sudah berbuah.