Bibit sawit umur sekitar 12 bulan ditanam di awal musim hujan, ke lubang yang digali satu sampai dua minggu sebelumnya, dengan pupuk dasar fosfat di dasar lubang. Gumpalan tanah bibit harus tetap utuh, polybag dilepas, leher akar sejajar dengan permukaan tanah, dan tanah di sekelilingnya dipadatkan. Setelah itu, bibit dilindungi dari tikus, babi hutan, dan kumbang tanduk sampai cukup kuat.
Bibit yang ditanam dengan benar tumbuh seragam dan mulai berbuah lebih awal. Bibit yang ditanam asal-asalan bisa tetap hidup, tetapi tertinggal dari pokok di sebelahnya selama bertahun-tahun.
Waktu tanam
Tanam di awal musim hujan, ketika tanah sudah basah sampai ke dalam dan hujan diperkirakan turun teratur. Sawit muda belum punya akar dalam, sehingga beberapa minggu tanpa hujan di bulan pertama bisa mematikan banyak bibit. Menyiram ribuan bibit di lapangan hampir tidak mungkin, jadi waktu tanam adalah pengaman utama. Catatan curah hujan beberapa tahun terakhir dari kebun tetangga, kantor desa, atau stasiun cuaca terdekat membantu menentukan bulan tanam yang paling aman di lokasi Anda.
Rencanakan mundur dari tanggal tanam. Pembibitan, persiapan lahan, dan pemancangan harus selesai sebelum hujan datang. Bibit yang menunggu terlalu lama di pembibitan akan makin tua dan makin sulit beradaptasi.
Membuat lubang tanam
Gali lubang di setiap pancang. Ukuran yang sering dipakai sekitar 60 x 60 cm dengan kedalaman 40 sampai 60 cm, cukup lebar untuk gumpalan tanah bibit dan sedikit ruang di sekelilingnya.
Saat menggali, pisahkan tanah lapisan atas yang gelap dan subur dari tanah lapisan bawah. Tanah lapisan atas nanti dimasukkan lebih dulu di sekitar akar. Gali sekitar satu sampai dua minggu sebelum tanam supaya dinding lubang terkena udara, tetapi jangan terlalu lama karena lubang bisa tergenang atau runtuh.
Di gambut, tanah yang lunak membuat bibit mudah condong saat gambut menyusut. Banyak kebun memadatkan jalur tanam lebih dulu, lalu menanam bibit sedikit lebih dalam di lubang yang lebih besar, sehingga ketika permukaan gambut turun, pokok tetap tegak.
Pupuk dasar
Masukkan pupuk fosfat, misalnya batuan fosfat, ke dasar lubang dan campur dengan sedikit tanah lapisan atas. Fosfat membantu pembentukan akar di bulan-bulan pertama. Jumlahnya mengikuti rekomendasi dinas, penyuluh, atau hasil analisis tanah. Bahan organik seperti kompos tandan kosong juga bisa ditambahkan jika tersedia.
Jangan memasukkan urea dalam jumlah banyak langsung ke lubang. Pupuk nitrogen yang terkonsentrasi di dekat akar muda bisa membakar akar. Pemupukan nitrogen dimulai beberapa minggu setelah tanam, sesuai program pupuk tanaman muda.
Mengangkut bibit ke lapangan
Kerusakan bibit sering terjadi di perjalanan, bukan saat menanam.
- Siram bibit sehari sebelum diangkut supaya gumpalan tanah padat dan tidak pecah.
- Angkat bibit dengan memegang polybag dari bawah, jangan dengan menarik batang atau pelepah.
- Susun di kendaraan berdiri rapat satu lapis, jangan ditumpuk.
- Turunkan dengan hati-hati, jangan dilempar.
- Tanam di hari yang sama. Bibit yang belum sempat ditanam diletakkan di tempat teduh dan disiram.
Langkah menanam
- Periksa lubang. Buang air yang menggenang dan rapikan dindingnya.
- Masukkan tanah lapisan atas yang sudah dicampur pupuk dasar sampai tinggi gumpalan tanah bibit pas dengan permukaan tanah.
- Iris dasar polybag, letakkan bibit di lubang, lalu iris sisi polybag dan tarik ke atas tanpa memecah gumpalan tanah.
- Atur bibit tegak lurus dan sejajar dengan barisan. Leher akar harus rata dengan permukaan tanah, tidak terbenam dan tidak menonjol.
- Isi sekeliling gumpalan dengan sisa tanah lapisan atas, lalu tanah lapisan bawah, sambil dipadatkan dengan kaki secara bertahap supaya tidak ada rongga udara.
- Gantungkan polybag bekas di pancang. Mandor bisa menghitung bibit yang tertanam dari jumlah polybag di pancang.
- Jika tersedia, beri mulsa dari sisa tumbuhan di piringan untuk menjaga kelembapan.
Bibit yang ditanam terlalu dalam rawan busuk pada leher akar. Bibit yang ditanam terlalu tinggi akarnya terbuka dan mudah kering. Keduanya adalah kesalahan yang paling sering ditemui pada kebun yang pertumbuhannya tidak seragam.
Menyesuaikan dengan kondisi lahan
Di lahan berteras, lubang dibuat di bagian dalam teras, agak menjauh dari tepi luar yang mudah longsor. Tanah galian jangan dibuang ke lereng bawah, karena itu adalah tanah lapisan atas yang dibutuhkan bibit.
Di tanah mineral yang sering basah, pastikan parit sudah berfungsi sebelum menanam. Bibit yang ditanam di lubang yang selalu tergenang akan menguning dan pertumbuhannya terhenti. Pada titik yang memang lebih rendah, sebagian kebun menanam di gundukan kecil supaya leher akar tidak terendam.
Di tanah berpasir, gumpalan tanah bibit lebih mudah pecah dan tanah cepat kering. Penambahan bahan organik di lubang dan mulsa di piringan membantu menahan air pada bulan-bulan pertama.
Perlindungan setelah tanam
- Tikus suka menggerogoti pangkal bibit. Pelindung dari kawat ram atau plastik yang dililitkan di pangkal batang mengurangi kerusakan.
- Babi hutan bisa mencabut bibit dalam satu malam. Di daerah yang rawan, pagar keliling kebun atau blok sering lebih murah daripada mengganti bibit berulang kali.
- Kumbang tanduk menyerang pucuk sawit muda, terutama di lahan bekas peremajaan yang banyak sisa batang membusuk. Periksa pucuk secara rutin dan kendalikan sejak awal. Lihat kumbang tanduk pada sawit.
- Gulma di piringan harus dikendalikan sejak minggu-minggu pertama agar tidak bersaing dengan bibit.
Penyisipan
Sebulan sampai tiga bulan setelah tanam, lakukan sensus. Catat bibit yang mati, patah, atau tumbuh abnormal, lalu ganti dengan bibit cadangan dari kelompok umur yang sama. Penyisipan sebaiknya selesai di tahun pertama. Catat juga penyebab kematian bibit. Jika banyak bibit mati di satu bagian kebun, biasanya ada masalah setempat, seperti genangan, serangan babi, atau tanah yang buruk, yang harus dibereskan sebelum menyisip. Bibit yang disisip terlambat akan tertinggal dan ternaungi oleh pokok di sekitarnya.
Karena itu, sisihkan bibit cadangan sejak di pembibitan, kira-kira beberapa persen dari jumlah tanam, dan tetap rawat di pembibitan sampai sensus selesai.
Langkah berikutnya
Setelah bibit tertanam, kebun memasuki masa tanaman belum menghasilkan selama sekitar tiga tahun. Pekerjaan rutinnya dibahas di merawat tanaman sawit belum menghasilkan, dan program pupuknya di pemupukan sawit belum menghasilkan. Jika Anda belum menentukan jarak tanam atau asal bibit, mulai dari jarak tanam sawit dan pembibitan sawit.