Pembibitan sawit yang umum dipakai sekarang adalah sistem dua tahap. Kecambah disemai di polybag kecil di bawah naungan selama sekitar 3 bulan (pre nursery), lalu dipindahkan ke polybag besar di tempat terbuka selama sekitar 9 bulan (main nursery). Bibit siap ditanam di lapangan kira-kira pada umur 12 bulan, setelah melewati beberapa kali seleksi untuk membuang bibit yang tumbuh abnormal.

Pembibitan adalah satu-satunya tahap ketika setiap calon pokok bisa diperiksa satu per satu. Bibit buruk yang lolos ke lapangan akan menempati satu titik tanam selama 25 tahun.

Menyiapkan lokasi dan menghitung kebutuhan

Lokasi pembibitan yang baik datar, berdrainase lancar, dekat sumber air yang cukup sepanjang kemarau, mudah dijangkau kendaraan, dan dekat dengan areal yang akan ditanami. Pagari lokasi dari ternak dan babi hutan.

Hitung kebutuhan kecambah dari luas tanam. Misalkan Anda akan menanam 20 hektare dengan 143 pokok per hektare, berarti kebutuhan tanam 2.860 bibit. Dengan asumsi cadangan 20 persen untuk afkir dan penyisipan, Anda perlu sekitar 3.430 kecambah.

Luas main nursery juga perlu dihitung. Dengan pola segitiga 90 cm, setiap bibit menempati kira-kira 0,7 meter persegi. Untuk 3.430 bibit, luas bersihnya sekitar 2.400 meter persegi, ditambah jalan kontrol dan jalur penyiraman, sehingga sekitar 0,3 hektare.

Air adalah hitungan yang paling sering diremehkan. Main nursery di musim kemarau membutuhkan penyiraman setiap hari, sehingga sumber air harus tetap ada saat sungai kecil dan sumur dangkal mengering. Jika ragu, ukur debit sumber air di puncak kemarau sebelum memilih lokasi. Pembibitan yang kehabisan air di bulan-bulan akhir akan menghasilkan banyak bibit kerdil yang harus diafkir.

Tahap pre nursery

Polybag, media, dan naungan

Pre nursery memakai polybag kecil berwarna hitam yang berlubang di bagian bawah. Ukuran yang sering dipakai sekitar 14 x 22 cm. Isi dengan tanah lapisan atas yang gembur dan subur, diayak agar bebas batu dan akar. Susun polybag rapat di bedengan dengan lebar yang memudahkan penyiraman, lalu pasang naungan untuk melindungi kecambah dari terik matahari dan hujan deras. Naungan dikurangi bertahap seiring bibit bertambah kuat.

Menanam kecambah

Kecambah datang dari produsen dalam kemasan berisi petunjuk. Bakal daun (plumula) harus menghadap ke atas dan bakal akar (radikula) ke bawah. Tanam sedalam sekitar 1 sampai 2 cm, lalu tutup tipis dengan tanah. Kecambah yang terbalik akan tumbuh bengkok dan biasanya berakhir sebagai bibit afkir. Tanam secepatnya setelah kecambah diterima, karena kecambah yang terlalu lama disimpan mudah rusak.

Perawatan harian

  • Siram pagi dan sore jika tidak hujan, dengan semprotan halus agar tanah polybag tidak terbongkar.
  • Cabut gulma di dalam polybag dengan tangan.
  • Pupuk dengan dosis rendah sesuai rekomendasi produsen atau penyuluh, misalnya pupuk daun atau pupuk majemuk yang dilarutkan.
  • Periksa hama seperti ulat dan belalang, serta bercak daun yang bisa menyebar cepat di bedengan yang rapat.

Pindah ke main nursery

Sekitar umur 3 bulan, ketika bibit memiliki beberapa helai daun, bibit dipindahkan ke polybag besar. Ukuran yang sering dipakai sekitar 40 x 50 cm, dari plastik yang cukup tebal agar tidak cepat robek selama hampir setahun. Isi dengan tanah lapisan atas, lalu susun dengan pola segitiga sekitar 90 cm.

Saat memindahkan, sobek atau iris polybag kecil dengan hati-hati supaya gumpalan tanah dan akar tetap utuh, lalu letakkan di lubang yang sudah dibuat di tengah polybag besar. Leher akar harus sejajar dengan permukaan tanah, tidak terbenam dan tidak menggantung. Padatkan tanah di sekelilingnya dan siram.

Perawatan di main nursery

Main nursery adalah tahap terpanjang dan paling banyak membutuhkan air. Bibit besar di musim kemarau bisa membutuhkan beberapa liter air per hari, jadi pembibitan skala puluhan hektare biasanya memakai sistem penyiraman dengan pipa dan pompa.

Pemupukan dilakukan terjadwal dengan dosis yang naik seiring umur bibit. Program yang lazim memakai pupuk majemuk yang ditabur di permukaan polybag, tidak menempel pada batang, ditambah pupuk daun pada bulan-bulan awal. Ikuti jadwal dari produsen benih atau dinas, karena dosis berlebih membakar akar dan dosis kurang membuat bibit kerdil.

Hal lain yang perlu dijaga:

  • Gulma di polybag dan di antara polybag. Gulma di antara polybag bisa dikendalikan dengan menutup tanah atau penyemprotan hati-hati yang tidak mengenai bibit.
  • Penyakit daun, seperti antraknosa dan bercak daun, yang lebih mudah muncul pada bibit yang rapat, kurang hara, atau terlalu lembap.
  • Hama ulat, belalang, tikus, dan babi hutan.
  • Jarak antarpolybag. Bibit yang daunnya mulai saling menutup akan memanjang dan kurus.

Seleksi bibit

Seleksi dilakukan setidaknya tiga kali: saat akhir pre nursery sebelum pindah, di pertengahan main nursery, dan sebelum bibit diangkut ke lapangan. Buang bibit dengan ciri berikut:

  • Kerdil atau jauh tertinggal dari bibit seumurnya.
  • Daun sempit dan tegak kaku, atau anak daun tidak juga membelah pada umur seharusnya.
  • Daun menggulung, berkerut, atau kusut.
  • Pucuk rata, seolah pertumbuhan berhenti di tengah.
  • Daun bergaris belang kuning dan hijau yang bukan karena kekurangan hara.
  • Terserang penyakit berat.

Jumlah bibit yang diafkir bervariasi menurut mutu kecambah dan perawatan, dari beberapa persen sampai belasan persen. Menahan diri untuk tidak membuang bibit abnormal adalah kesalahan yang mahal, karena biaya satu bibit jauh lebih kecil daripada satu titik tanam yang tidak produktif selama puluhan tahun.

Ciri bibit siap tanam

Bibit umur sekitar 12 bulan yang baik tampak tegap, pangkal batangnya menggembung, daunnya hijau dan sudah membelah sempurna, serta seragam dengan bibit sekelompoknya. Bibit yang terlalu lama di polybag, misalnya lebih dari 18 bulan, akarnya melingkar dan lebih sulit beradaptasi di lapangan, sehingga sebaiknya jadwal tanam disesuaikan dengan umur bibit sejak awal.

Ringkasnya

Pembibitan dua tahap memberi Anda kendali penuh atas mutu bibit, asalkan kecambahnya resmi, airnya cukup, dan seleksinya dilakukan tanpa ragu. Untuk kebun kecil, membeli bibit jadi dari penangkar resmi sering lebih praktis. Sumber kecambah dibahas di memilih bibit sawit unggul bersertifikat, latar genetikanya di varietas sawit Dura, Pisifera dan Tenera, dan penyakit pembibitan di penyakit sawit selain Ganoderma. Setelah bibit siap, lanjutkan ke cara menanam bibit sawit di lapangan dan program pupuk di dasar pemupukan sawit.