Sawit yang tidak berbuah atau buahnya sedikit hampir selalu punya satu atau beberapa penyebab berikut: tanaman memang belum cukup umur, bibitnya bukan Tenera unggul, kekurangan hara, stres air, pemangkasan atau kerapatan yang salah, penyerbukan yang buruk, atau serangan hama dan penyakit. Sering lebih dari satu penyebab bekerja bersamaan.
Karena itu, pemeriksaan sebaiknya berurutan, dimulai dari yang paling mudah dipastikan. Pupuk tambahan tidak akan menolong kalau masalahnya ada di bibit, dan bibit baru tidak akan menolong kalau masalahnya ada di air.
Pastikan dulu umurnya
Sawit biasanya mulai dipanen sekitar 24 sampai 36 bulan setelah ditanam di lapangan, bukan dihitung sejak biji disemai. Pokok yang baru dua tahun di lapangan dan belum berbuah belum tentu bermasalah, apalagi jika ditanam di lahan miskin hara atau mengalami kemarau di tahun pertama. Sebaliknya, pokok yang sudah empat tahun di lapangan dan belum juga berbuah normal patut diperiksa.
Kebun yang sangat tua juga wajar menurun. Setelah melewati puncak sekitar umur 8 sampai 15 tahun, produksi berangsur turun. Mendekati umur ekonomis sekitar 25 tahun, kebun biasanya mulai dipertimbangkan untuk diremajakan.
Bibit: penyebab yang tidak bisa diperbaiki
Bibit asalan, yang diambil dari brondolan atau anakan liar di bawah pokok, sering menghasilkan tanaman Dura atau Pisifera, bukan Tenera.
- Dura tetap berbuah, tetapi tempurungnya tebal dan daging buahnya tipis, sehingga kandungan minyaknya rendah.
- Pisifera umumnya bermasalah pada bunga betinanya. Banyak tandannya gugur atau busuk sebelum matang. Pokok seperti ini tampak subur tetapi hampir tidak menghasilkan.
Cara memastikannya adalah membelah beberapa buah matang. Tenera punya tempurung tipis dengan cincin serat di sekitarnya, Dura bertempurung tebal, dan Pisifera tidak bertempurung.
Pokok yang terbukti bukan Tenera tidak bisa diperbaiki dengan pupuk. Pilihannya adalah menerima produksi rendah atau mengganti pokok tersebut, dan di kebun dewasa penggantian sulit karena sisipan akan ternaungi pokok di sekitarnya. Penjelasan lengkap ada di varietas sawit Dura, Pisifera dan Tenera dan ciri kebun sawit bibit asalan.
Kekurangan hara
Hara yang paling sering membatasi produksi tandan adalah kalium (K), nitrogen (N), magnesium (Mg) dan boron (B).
- Kekurangan K membuat tandan kecil, dan pelepah tua menguning dengan bercak.
- Kekurangan N membuat seluruh tajuk pucat dan pertumbuhan lambat.
- Kekurangan Mg tampak sebagai pelepah tua yang menguning cerah di bagian yang terkena sinar.
- Kekurangan B membuat daun muda keriting atau ujungnya bengkok seperti kail.
Gejala yang terlihat hanya petunjuk awal. Kepastiannya datang dari analisis daun ke-17 dan analisis tanah. Bacaan lanjutan ada di gejala kekurangan unsur hara sawit.
Air yang terlalu sedikit atau terlalu banyak
Kemarau mengurangi bunga betina dan membuat banyak bakal tandan gugur, dengan dampak yang baru terlihat berbulan-bulan sampai dua tahun kemudian. Di sisi lain, genangan lama di lahan rendah membuat akar busuk dan tanaman tidak sanggup membentuk tandan. Penjelasannya ada di pengaruh kemarau pada produksi sawit.
Rasio bunga jantan dan betina
Setiap pokok menghasilkan bunga jantan dan betina secara bergantian dalam siklus. Wajar jika pada periode tertentu satu pokok hanya mengeluarkan bunga jantan. Yang patut dicurigai adalah bila sebagian besar pokok di satu blok didominasi bunga jantan dalam waktu lama. Penyebab umumnya adalah stres: kekeringan, kekurangan hara, pemangkasan terlalu berat, atau pokok yang saling menaungi karena terlalu rapat.
Pemangkasan dan kerapatan
Pelepah adalah sumber energi pokok. Memangkas terlalu banyak, misalnya agar panen lebih mudah, mengurangi daun yang berfotosintesis dan menurunkan jumlah tandan beberapa bulan kemudian. Kebun yang terlalu rapat menunjukkan pokok yang cepat meninggi, pelepah panjang dan sedikit tandan. Panduan pemangkasan ada di pruning pelepah sawit.
Penyerbukan
Pokok yang berbunga betina tetapi tandannya ringan dan bolong mungkin kekurangan penyerbuk. Ini sering terjadi pada tanaman muda atau setelah penyemprotan insektisida yang mengenai bunga. Pembahasannya ada di serangga penyerbuk sawit.
Hama dan penyakit
Serangan ulat api atau ulat kantong yang menghabiskan daun bisa menurunkan produksi selama satu sampai dua tahun. Tikus memakan bunga dan buah muda. Ganoderma, penyebab busuk pangkal batang, merusak jaringan di pangkal pokok sehingga pokok melemah, tandannya mengecil, lalu tumbang.
Tabel pemeriksaan
| Yang diamati | Kemungkinan penyebab | Cara memastikan |
|---|---|---|
| Pokok subur, banyak bunga, tandan gugur atau busuk | Pisifera dari bibit asalan | Belah buah, lihat tempurung |
| Tandan ada, buah bertempurung tebal dan daging tipis | Dura | Belah buah |
| Tajuk pucat atau menguning, tandan kecil | Kekurangan hara | Analisis daun ke-17 dan tanah |
| Banyak bunga jantan di seluruh blok | Stres air, kekurangan hara, pemangkasan berat | Catatan hujan, pupuk dan pemangkasan |
| Tandan bolong, banyak buah kecil tanpa inti | Penyerbukan buruk | Belah tandan, cek catatan penyemprotan |
| Daun habis dimakan, pelepah berlubang | Ulat api atau ulat kantong | Sensus hama per pokok |
| Pangkal batang membusuk, ada jamur, pokok miring | Ganoderma | Periksa pangkal dan tubuh buah jamur |
Kesalahan diagnosis yang sering terjadi
Kesalahan paling umum adalah langsung menambah pupuk tanpa memeriksa bibit. Pemilik kebun bisa menghabiskan biaya pupuk bertahun-tahun untuk pokok Pisifera yang tidak akan pernah berbuah normal. Belah buah dulu, baru putuskan.
Kesalahan kedua adalah menilai dari satu bulan panen. Produksi sawit naik turun mengikuti musim, dan bulan sepi bisa disalahartikan sebagai masalah kebun. Bandingkan produksi dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya, bukan dengan bulan lalu.
Kesalahan ketiga adalah mencari satu penyebab tunggal. Kebun yang kurang pupuk biasanya juga kurang dirawat di bagian lain: piringan kotor, pemangkasan sembarangan, panen jarang. Memperbaiki satu hal saja jarang memulihkan produksi sepenuhnya.
Langkah berikutnya
Ambil sampel dari beberapa pokok yang tidak berbuah dan beberapa pokok yang berbuah normal di blok yang sama, lalu bandingkan buahnya, warna daunnya, catatan pupuk dan riwayat pemangkasannya. Perbandingan dalam satu blok biasanya cepat menyingkirkan beberapa kemungkinan. Kalau hasilnya menunjuk ke bibit, hitung ulang nilai kebun dengan jujur, karena masalah itu baru selesai lewat peremajaan.