Elaeidobius kamerunicus adalah kumbang kecil yang menjadi penyerbuk utama kelapa sawit di Indonesia. Ia hidup dan berkembang biak di bunga jantan, lalu membawa serbuk sari ke bunga betina yang sedang mekar. Kalau populasinya cukup, sebagian besar buah dalam satu tandan terserbuki (fruit set tinggi), tandan menjadi berat dan kandungan minyaknya baik. Kalau populasinya turun, tandan menjadi ringan dan banyak berisi buah kecil tanpa inti.

Pemilik kebun jarang memikirkan kumbang ini karena ia bekerja tanpa diminta. Namun penyemprotan insektisida yang salah sasaran, kebun yang terlalu muda, atau cuaca ekstrem bisa menurunkan populasinya, dan kerugiannya baru terlihat di timbangan berbulan-bulan kemudian.

Asal kumbang ini

Kelapa sawit berasal dari Afrika Barat, dan penyerbuk alaminya tertinggal di sana. Selama puluhan tahun, kebun di Asia Tenggara mengandalkan angin dan penyerbukan bantuan, yaitu pekerja yang menaburkan serbuk sari ke bunga betina secara manual. Cara itu mahal dan hasilnya kurang merata.

Setelah penelitian di Kamerun, E. kamerunicus didatangkan ke Malaysia pada awal 1980-an, lalu ke Indonesia tidak lama sesudahnya. Kumbang ini berkembang cepat dan menyebar ke hampir semua sentra sawit. Sejak itu penyerbukan bantuan hampir tidak dipakai lagi di kebun yang sudah mapan.

Cara kerjanya di kebun

Bunga jantan yang sedang mekar mengeluarkan aroma yang sangat menarik bagi kumbang ini, mirip bau adas. Kumbang dewasa datang, makan jaringan bunga jantan dan bertelur di sana. Larvanya berkembang di bunga jantan yang mulai layu, lalu menjadi kumbang dewasa baru.

Bunga betina yang sedang siap diserbuki juga mengeluarkan aroma serupa, walau dalam waktu lebih singkat. Kumbang yang tubuhnya penuh serbuk sari mampir ke bunga betina, dan di situlah penyerbukan terjadi. Satu bunga betina hanya siap diserbuki selama beberapa hari, sehingga jumlah kumbang pada hari-hari itu sangat menentukan.

Dari sini terlihat bahwa populasi kumbang bergantung pada ketersediaan bunga jantan. Kebun dengan sedikit bunga jantan, misalnya tanaman sangat muda atau kebun yang kastrasinya baru dihentikan, biasanya punya populasi penyerbuk yang rendah.

Fruit set dan akibatnya bagi produksi

Fruit set adalah persentase bunga dalam satu tandan yang berhasil terserbuki dan berkembang menjadi buah normal. Buah yang tidak terserbuki bisa tetap tumbuh tetapi kecil dan tanpa inti (partenokarpi), atau tidak berkembang sama sekali.

Akibat fruit set yang rendah:

  • Tandan lebih ringan, sehingga produksi per hektare turun walaupun jumlah tandannya sama.
  • Tandan tampak bolong, dengan banyak buah kecil di bagian dalam.
  • Mutu buah di mata pabrik bisa dinilai lebih rendah.

Cara sederhana memeriksanya adalah membelah beberapa tandan matang dari blok yang dicurigai, lalu membandingkan jumlah buah normal dengan buah kecil dan kosong. Pemeriksaan yang lebih teliti bisa dilakukan oleh agronom atau laboratorium.

Penyebab populasi penyerbuk turun

Insektisida spektrum luas

Penyemprotan atau pengasapan insektisida untuk ulat api dan ulat kantong bisa ikut membunuh kumbang penyerbuk, terutama bila mengenai bunga jantan yang sedang mekar. Ini penyebab yang paling bisa dikendalikan oleh pemilik kebun.

Bunga jantan sedikit

Tanaman muda dan kebun dalam kondisi sangat baik cenderung menghasilkan lebih banyak bunga betina. Rasio yang condong ke betina berarti tempat berkembang biak kumbang berkurang.

Hujan dan cuaca

Hujan sangat lebat dalam waktu lama mengganggu aktivitas kumbang dan bisa merusak bunga jantan tempat larva berkembang. Penurunan akibat cuaca biasanya sementara.

Pemangsa

Kumbang ini juga punya pemangsa, termasuk tikus yang memakan larva di bunga jantan. Pada tingkat normal ini bukan masalah besar, tetapi populasi tikus yang tinggi menambah tekanan.

Menggunakan pestisida dengan hati-hati

Pengendalian hama tetap perlu. Yang penting adalah memilih cara yang paling sedikit mengganggu penyerbuk:

  1. Lakukan sensus hama lebih dulu, dan kendalikan hanya bila populasi ulat sudah melewati ambang yang dianjurkan.
  2. Utamakan pengendalian hayati, misalnya bakteri Bacillus thuringiensis untuk ulat, yang lebih selektif dibanding insektisida kimia spektrum luas.
  3. Untuk pokok yang tinggi, sebagian kebun memakai injeksi batang dengan insektisida sistemik sehingga tidak ada semprotan yang mengenai bunga. Gunakan hanya bahan yang terdaftar dan sesuai anjuran.
  4. Hindari pengasapan massal di seluruh kebun kecuali serangan sudah sangat berat.
  5. Jangan menyemprot langsung ke bunga jantan yang sedang mekar.

Pembahasan hamanya ada di hama ulat api dan ulat kantong sawit.

Tanda penyerbukan berjalan baik

Pemilik kebun tidak perlu menghitung kumbang untuk tahu apakah penyerbukan berjalan. Beberapa tanda yang bisa diamati saat berkeliling kebun:

  • Bunga jantan yang sedang mekar dikerubungi banyak kumbang kecil berwarna gelap. Kalau bunga jantan diketuk, kumbang beterbangan.
  • Tandan matang terlihat penuh dan padat, tanpa banyak celah kosong di antara buah.
  • Berat tandan rata-rata di nota timbang stabil atau naik dari tahun ke tahun sesuai umur tanaman.

Sebaliknya, bunga jantan yang sepi kumbang selama beberapa minggu, terutama setelah penyemprotan, adalah tanda untuk menunda penyemprotan berikutnya dan memeriksa tandan yang akan matang beberapa bulan kemudian.

Kapan penyerbukan bantuan masih dipakai

Penyerbukan bantuan secara manual hampir tidak dipakai lagi di kebun dewasa, tetapi masih punya tempat dalam keadaan tertentu. Contohnya kebun muda yang sangat terisolasi, kebun di daerah baru yang belum dijangkau kumbang, atau kebun pembibitan dan penelitian yang butuh penyerbukan terkendali. Untuk kebun produksi biasa, menjaga populasi kumbang jauh lebih murah daripada menggantinya dengan tenaga manusia.

Memperkenalkan kumbang ke kebun baru

Kebun baru yang terisolasi, jauh dari kebun lain, kadang belum punya populasi penyerbuk yang cukup saat tanaman mulai berbuah. Cara yang dipakai adalah memindahkan bunga jantan yang berisi larva atau kepompong dari kebun lain, lalu meletakkannya di dekat bunga jantan yang sedang mekar di kebun baru. Pemindahan antardaerah sebaiknya dikonsultasikan dengan dinas perkebunan atau lembaga penelitian sawit, agar tidak ikut membawa hama atau penyakit.

Langkah berikutnya

Kalau berat tandan di kebun Anda turun tanpa sebab yang jelas, belah beberapa tandan matang untuk melihat fruit set, lalu tinjau catatan penyemprotan beberapa bulan sebelumnya. Sebab lain tandan ringan, dari hara sampai kekeringan, dibahas di penyebab sawit tidak berbuah. Untuk kebun muda, kaitan antara akhir kastrasi dan populasi penyerbuk dijelaskan di kastrasi dan buah pasir pada sawit muda. Dasar perawatan hara ada di dasar pemupukan sawit.