Ulat api dan ulat kantong adalah hama pemakan daun yang paling sering menyerang kebun sawit. Keduanya dikendalikan dengan pola yang sama: sensus rutin untuk menghitung jumlah ulat per pelepah, tindakan hanya jika populasi melewati ambang yang dipakai kebun, dan pengutamaan cara biologis supaya musuh alami tetap hidup. Insektisida dipakai sebagai pilihan terakhir untuk serangan berat, dengan cara aplikasi yang sesuai tinggi tanaman.
Kerugiannya tidak langsung terasa. Daun yang habis dimakan mengurangi fotosintesis, dan efeknya muncul pada produksi beberapa bulan sampai lebih dari setahun kemudian. Karena itu pemilik yang baru bertindak setelah tajuk tampak coklat dari jalan biasanya sudah terlambat.
Mengenali ulat api
Ulat api adalah larva ngengat dari beberapa spesies, yang paling dikenal Setothosea asigna, lalu Setora nitens, Darna trima dan Ploneta diducta. Tubuhnya berduri atau berbulu yang menyengat kulit, sehingga pekerja menyebutnya ulat api. Warnanya umumnya hijau dengan pola tertentu sesuai spesies.
Tanda serangan:
- anak daun tinggal lidi atau berlubang, dimulai dari pelepah bagian bawah dan tengah
- kotoran ulat di piringan atau di ketiak pelepah
- kepompong berbentuk bulat seperti butiran di pangkal pelepah atau di tanah sekitar piringan
Mengenali ulat kantong
Ulat kantong hidup di dalam kantong yang dibuat dari potongan daun dan benang sutra, menggantung di permukaan bawah daun. Spesies yang penting antara lain Metisa plana, Mahasena corbetti dan Pteroma pendula. Ukurannya kecil, sehingga serangan awal mudah terlewat.
Tanda serangan:
- bercak kering kecil atau lubang di permukaan daun, lama-lama daun tampak kering keabu-abuan
- kantong-kantong kecil menggantung di bawah anak daun
- serangan sering dimulai berkelompok di satu titik lalu meluas
Sensus: menghitung sebelum bertindak
Sensus adalah kegiatan rutin menghitung jumlah ulat pada contoh pelepah. Di kebun perusahaan, sensus dilakukan berkala oleh regu khusus. Kebun rakyat bisa menirunya dengan cara sederhana.
Langkahnya:
- Pilih pohon contoh yang tersebar di seluruh blok, misalnya beberapa pohon di setiap hektare.
- Potong atau turunkan satu pelepah contoh dari bagian tengah tajuk, sering dipakai pelepah ke-17.
- Hitung ulat hidup pada seluruh anak daun pelepah itu, pisahkan per jenis dan per ukuran.
- Catat jumlah rata-rata per pelepah untuk blok tersebut.
Hasilnya dibandingkan dengan ambang kritis. Banyak kebun memakai ambang sekitar 5 sampai 10 ekor per pelepah, tergantung jenis ulat dan umur tanaman. Pakailah ambang dari pedoman lembaga penelitian atau dinas perkebunan setempat. Di bawah ambang, cukup lanjutkan sensus. Di atas ambang, lakukan pengendalian di blok tersebut.
Selain menghitung ulat, catat juga ulat yang sakit atau mati karena virus dan jamur, serta kepompong yang terparasit. Jika musuh alami sudah banyak, populasi sering turun sendiri dan penyemprotan bisa ditunda.
Pengendalian biologis
Cara biologis menjaga keseimbangan di kebun dan biayanya rendah untuk jangka panjang.
- Virus. Ulat api yang mati karena virus tampak lembek dan berubah warna. Ulat sakit ini dikumpulkan, dihancurkan, dicampur air, lalu disemprotkan ke blok yang terserang.
- Bakteri Bacillus thuringiensis. Tersedia sebagai produk komersial, efektif untuk ulat muda dan aman bagi musuh alami.
- Jamur entomopatogen. Jamur Cordyceps dan sejenisnya menginfeksi kepompong ulat api di tanah.
- Predator dan parasitoid. Kepik predator Sycanus dan Eocanthecona memangsa ulat, sementara tawon parasitoid bertelur di dalam ulat atau kepompong.
Musuh alami dewasa membutuhkan nektar. Karena itu banyak kebun menanam tanaman berbunga di pinggir jalan dan blok, seperti Turnera subulata, Antigonon leptopus dan Cassia cobanensis. Tanaman ini jangan ikut disemprot herbisida saat pengendalian gulma.
Pengendalian kimia
Insektisida dipakai saat populasi jauh di atas ambang dan cara biologis tidak cukup cepat. Cara aplikasinya bergantung pada tinggi tanaman:
- Tanaman muda yang masih rendah bisa disemprot langsung dengan alat semprot punggung.
- Tanaman tinggi sulit dijangkau semprotan biasa, sehingga dipakai pengabutan (fogging) atau penyuntikan insektisida sistemik ke batang dan infus akar.
Ulat kantong lebih sulit dikendalikan dengan semprotan kontak karena terlindung kantong, sehingga insektisida sistemik atau penyuntikan batang sering lebih efektif. Gunakan hanya produk yang terdaftar di Kementerian Pertanian, ikuti dosis label, dan pakai alat pelindung diri. Hindari penyemprotan berulang dengan insektisida berspektrum luas, karena membunuh musuh alami dan membuat ledakan serangan berikutnya lebih besar.
Contoh keputusan berdasarkan sensus
Ilustrasi dengan asumsi: misalkan kebun Anda memakai ambang 5 ekor per pelepah untuk ulat api. Sensus menunjukkan tiga hasil berikut.
| Blok | Ulat hidup per pelepah | Ulat sakit atau terparasit | Keputusan |
|---|---|---|---|
| A | 2 | Sedikit | Lanjutkan sensus rutin |
| B | 8 | Banyak | Sebar virus atau Bacillus thuringiensis, sensus ulang dalam dua minggu |
| C | 25 | Sedikit | Pengendalian kimia di blok C saja, lalu sensus ulang |
Perhatikan bahwa pengendalian dilakukan per blok, bukan seluruh kebun sekaligus. Ini menghemat biaya dan menjaga musuh alami di blok lain.
Hubungan dengan hama dan masalah lain
Daun yang habis dimakan ulat bisa tampak mirip dengan daun kering karena kekurangan hara atau kekeringan. Periksa langsung permukaan bawah daun sebelum menyimpulkan. Untuk gejala hara, lihat gejala kekurangan unsur hara pada daun sawit. Hama lain yang perlu diwaspadai adalah tikus dan kumbang tanduk, dibahas di mengendalikan tikus dengan burung hantu.
Kapan risiko serangan meningkat
Ledakan ulat pemakan daun sering terjadi setelah keseimbangan kebun terganggu. Pemicu yang umum antara lain penyemprotan insektisida berspektrum luas di blok sekitarnya, pembersihan total tanaman berbunga di pinggir jalan, dan musim kemarau yang membuat jamur dan virus alami kurang aktif. Kebun yang berbatasan dengan kebun lain yang sedang terserang juga berisiko, karena ngengat dewasa terbang dan bertelur di blok baru.
Karena itu, sensus perlu diperketat pada saat-saat tersebut. Jika kebun tetangga melaporkan serangan, periksa blok yang berbatasan lebih dulu. Satu blok yang ditangani lebih awal jauh lebih murah daripada sepuluh blok yang sudah gundul.
Langkah berikutnya
Tetapkan jadwal sensus sederhana, misalnya sebulan sekali, dan buat buku catatan per blok. Tanam tanaman berbunga di pinggir jalan kebun. Jika terjadi serangan besar, hubungi petugas perlindungan tanaman di dinas perkebunan kabupaten, yang biasanya bisa membantu identifikasi dan kadang menyediakan agen hayati. Prinsip perawatan tanaman secara umum ada di dasar pemupukan sawit, karena tanaman yang cukup hara lebih cepat pulih setelah serangan.