Burung hantu jenis Tyto alba adalah cara pengendalian tikus yang paling banyak dipakai di kebun sawit Indonesia. Kebun memasang kotak sarang di atas tiang, burung hantu menghuni dan berkembang biak di sana, lalu memburu tikus setiap malam di sekitar blok. Cara ini murah dalam jangka panjang dan tidak mencemari kebun, tetapi membutuhkan waktu untuk membangun populasi burung, dan sering perlu dibantu dengan umpan racun yang dipilih secara hati-hati di awal.
Tikus di kebun sawit tidak hanya merugikan kebun yang sudah berbuah. Pada tanaman muda, tikus bisa mematikan pohon, sehingga pengendalian perlu dimulai sejak awal penanaman.
Jenis tikus dan kerusakannya
Tikus yang paling umum di kebun sawit adalah tikus pohon atau tikus belukar (Rattus tiomanicus). Di kebun yang berbatasan dengan sawah atau permukiman, jenis lain seperti tikus sawah dan tikus rumah juga bisa ditemukan.
Kerusakan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM):
- pangkal pelepah dan titik tumbuh digerogoti, terutama pada bibit yang baru ditanam
- tanaman yang titik tumbuhnya rusak bisa mati dan harus disisip
Kerusakan pada Tanaman Menghasilkan (TM):
- buah pada tandan matang dimakan, meninggalkan bekas gigitan di permukaan buah
- brondolan di piringan dimakan atau dibawa ke sarang
- bunga dan tandan muda kadang juga dirusak
Kehilangan minyak akibat tikus sering tidak terasa karena tersebar di banyak pohon. Namun di kebun dengan populasi tinggi, jumlahnya bisa berarti.
Tanda kebun Anda bermasalah dengan tikus
Saat berjalan di blok, perhatikan:
- bekas gigitan segar di tandan matang dan brondolan
- sisa buah yang dimakan menumpuk di pangkal pelepah atau di sela tumpukan pelepah
- lubang dan jalur tikus di tumpukan pelepah gawangan mati
- tanaman muda yang pucuknya rusak atau mati tanpa sebab lain
Untuk ukuran yang lebih objektif, beberapa kebun melakukan sensus kerusakan: memeriksa sejumlah pohon contoh per blok dan mencatat persentase pohon dengan tandan berbekas gigitan segar. Angka ini dipakai untuk memutuskan perlu tidaknya umpan racun dan menilai apakah burung hantu bekerja.
Mengenal Tyto alba
Tyto alba, sering disebut serak jawa atau burung hantu putih, berukuran sedang, berwajah putih berbentuk hati, dan berburu di malam hari dengan mengandalkan pendengaran. Makanan utamanya tikus. Burung ini tidak membuat sarang sendiri, melainkan memakai rongga yang sudah ada, sehingga kotak sarang buatan sangat efektif untuk menarik dan menetapkannya di kebun.
Burung hantu bisa berkembang biak lebih dari sekali setahun jika makanan cukup. Dengan kotak yang tersedia, populasinya di kebun bisa bertambah dalam satu sampai dua tahun.
Membuat dan memasang kotak sarang
Kotak sarang biasanya dibuat dari papan, berbentuk rumah kecil dengan lubang masuk di depan dan ruang yang cukup untuk induk dan beberapa anak. Kotak dipasang di atas tiang setinggi beberapa meter, di tempat terbuka seperti pinggir jalan blok, sehingga burung mudah keluar masuk dan terbang di atas tajuk.
Panduan praktis:
- Mulai dengan kepadatan sekitar satu kotak untuk 25 hektare, lalu tambah di area dengan serangan tinggi.
- Pasang pelindung di tiang, misalnya lembaran seng, agar ular dan biawak tidak memanjat ke kotak.
- Beri nomor pada setiap kotak dan petakan lokasinya.
- Periksa kotak secara berkala untuk mencatat apakah dihuni, ada telur, atau ada anak.
Di kebun yang belum memiliki burung hantu sama sekali, kotak bisa lama kosong. Beberapa kebun mendatangkan pasangan burung dari kebun lain atau dari penangkaran, lalu melepasnya setelah masa adaptasi di kandang dekat kotak.
Membaca tanda kotak dihuni
Kotak yang dihuni meninggalkan tanda di bawahnya: kotoran putih di tiang dan pelet, yaitu gumpalan tulang dan bulu tikus yang dimuntahkan burung. Jumlah pelet di bawah kotak memberi gambaran kasar seberapa aktif burung berburu di area itu. Catat hunian kotak setiap bulan untuk melihat perkembangan populasi. Kotak yang tetap kosong lebih dari setahun bisa dipindahkan ke lokasi lain yang lebih terbuka atau lebih dekat ke blok yang rusak. Kotak yang dihuni jangan sering diganggu, terutama saat ada telur atau anak, karena induk bisa meninggalkan sarang.
Racun tikus dan risikonya bagi burung hantu
Pada awal program, ketika populasi tikus tinggi dan burung hantu masih sedikit, umpan racun sering diperlukan. Masalahnya, burung hantu yang memakan tikus keracunan bisa ikut mati. Racun antikoagulan generasi kedua bertahan lama di tubuh tikus dan paling berisiko bagi burung pemangsa.
Prinsip yang dipakai banyak kebun:
- gunakan racun hanya jika sensus menunjukkan kerusakan di atas batas yang ditetapkan
- pilih jenis yang risikonya lebih rendah bagi pemangsa, sesuai anjuran petugas perlindungan tanaman
- pasang umpan di blok yang terserang saja, bukan seluruh kebun
- hentikan umpan racun di area yang kotaknya sudah dihuni
Gunakan hanya rodentisida yang terdaftar di Kementerian Pertanian, dan simpan jauh dari jangkauan anak dan ternak.
Contoh perencanaan untuk kebun 100 hektare
Ilustrasi dengan asumsi: kebun 100 hektare, serangan tikus sedang, belum ada burung hantu.
- Tahun pertama: pasang 4 kotak (satu per 25 hektare) dan tambah 2 kotak di blok yang paling parah, total 6 kotak. Lakukan sensus kerusakan setiap tiga bulan dan pakai umpan terbatas di blok yang melewati batas.
- Tahun kedua: catat hunian. Jika sebagian kotak dihuni dan kerusakan turun, kurangi umpan racun. Tambah kotak di area yang hunian dan peletnya paling banyak.
- Selanjutnya: rawat kotak yang rusak, lanjutkan sensus, dan biarkan populasi burung yang bekerja.
Biaya utama ada pada kayu, tiang dan tenaga pemasangan. Hitung dengan harga bahan setempat.
Kerja sama dengan kebun tetangga
Tikus dan burung hantu tidak mengenal batas kebun. Program akan lebih efektif jika kebun-kebun yang berdekatan melakukannya bersama, misalnya melalui kelompok tani atau koperasi. Kebun yang memakai racun keras di sebelah kebun berburung hantu bisa merugikan kedua pihak.
Langkah berikutnya
Periksa beberapa blok untuk tanda kerusakan tikus, lalu pasang beberapa kotak sarang sebagai awal. Untuk hama lain yang sering menyertai, baca hama ulat api dan ulat kantong dan kumbang tanduk pada sawit. Tanaman muda yang baru ditanam membutuhkan perlindungan tambahan, seperti dibahas di merawat tanaman sawit belum menghasilkan.