Pengendalian gulma di kebun sawit bertujuan menjaga piringan dan pasar pikul tetap bersih, serta menekan gulma berbahaya di gawangan, bukan membuat seluruh kebun gundul. Piringan yang bersih membuat pupuk sampai ke akar sawit dan brondolan mudah dikutip. Gawangan cukup ditutupi vegetasi lunak yang menahan erosi. Cara yang dipakai biasanya kombinasi pembersihan manual dan herbisida, disesuaikan dengan umur tanaman dan jenis gulmanya.
Perlakuan terhadap gulma juga berubah sesuai umur. Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), gulma bersaing langsung dengan sawit muda dan bisa menutupi tanaman. Pada Tanaman Menghasilkan (TM), naungan tajuk sawit sudah menekan banyak gulma, dan fokusnya bergeser ke kelancaran panen.
Zona yang berbeda, perlakuan berbeda
Piringan
Piringan adalah lingkaran di sekitar pohon tempat pupuk ditabur dan brondolan jatuh. Zona ini harus bersih. Gulma di piringan menyerap pupuk lebih dulu dan menyembunyikan brondolan sehingga tertinggal saat panen.
Pasar pikul
Pasar pikul adalah jalur di antara barisan yang dipakai pemanen untuk membawa Tandan Buah Segar (TBS) ke tempat pengumpulan. Jalur ini perlu cukup bersih untuk dilalui orang dan angkong. Penjelasan lengkap tentang kedua zona ini ada di artikel piringan dan pasar pikul.
Gawangan
Gawangan adalah ruang di antara barisan tanaman. Di sini yang dikendalikan adalah gulma berbahaya dan tumbuhan berkayu. Rumput lunak, pakis rendah dan tanaman kacangan penutup tanah boleh dibiarkan, karena menjaga tanah dari erosi dan menyimpan bahan organik. Tentang kacangan, lihat tanaman kacangan penutup tanah.
Mengenali gulma berbahaya
Beberapa gulma diprioritaskan karena dampaknya besar:
- Alang-alang (Imperata cylindrica). Berebut nitrogen dengan sawit, rimpangnya sulit diberantas, dan mudah terbakar saat kemarau.
- Sembung rambat (Mikania micrantha). Merambat cepat, bisa menutupi sawit muda dan menghambat pertumbuhannya.
- Ara sungsang atau rumput israel (Asystasia gangetica). Tumbuh rapat, cepat berbiji, dan menyerap banyak hara.
- Kirinyu (Chromolaena odorata). Semak yang cepat tinggi dan mudah terbakar.
- Harendong bulu (Clidemia hirta) dan anak kayu. Membentuk semak berkayu di gawangan yang mengganggu jalan pemanen.
- Pakis kawat atau resam (Dicranopteris linearis). Membentuk lapisan rapat di lahan terbuka.
- Kentosan, yaitu sawit liar yang tumbuh dari brondolan tertinggal. Bersaing dengan pohon utama dan bisa menjadi inang penyakit.
Ada pula tumbuhan yang justru sengaja dipertahankan, misalnya Turnera subulata dan Antigonon leptopus. Bunganya menyediakan nektar bagi musuh alami ulat pemakan daun, seperti yang dibahas di artikel hama ulat api dan ulat kantong.
Cara manual
Cara manual meliputi membabat dengan parang, mencabut, dan mendongkel rimpang atau anak kayu. Kelebihannya, tidak ada risiko bahan kimia bagi pekerja, tanah dan sawit muda. Kekurangannya, butuh banyak tenaga kerja dan gulma cepat tumbuh kembali, terutama alang-alang yang rimpangnya tertinggal.
Cara manual cocok untuk piringan tanaman muda, untuk kebun kecil yang dikerjakan sendiri, dan untuk mendongkel anak kayu serta kentosan. Membabat gawangan tanpa mencabut akar biasanya hanya menunda masalah.
Cara kimia dengan herbisida
Herbisida dipakai luas karena lebih cepat dan lebih murah tenaga kerja per hektare. Ada dua kelompok besar:
- Herbisida sistemik, yang diserap dan diangkut ke seluruh bagian gulma termasuk akar. Cocok untuk alang-alang dan gulma berimpang, tetapi hasilnya baru terlihat setelah beberapa hari.
- Herbisida kontak, yang hanya mematikan bagian yang terkena semprotan. Hasilnya cepat, tetapi gulma berakar dalam bisa tumbuh kembali.
Untuk gulma berdaun lebar dan pakis, ada bahan aktif yang lebih selektif. Pilih produk yang terdaftar di Kementerian Pertanian, baca labelnya, dan ikuti dosis serta sasaran yang tertulis. Petugas dinas perkebunan atau penyuluh setempat bisa membantu memilih bahan aktif yang sesuai.
Beberapa prinsip agar penyemprotan efektif:
- Kalibrasi alat semprot lebih dulu supaya volume per hektare sesuai label.
- Semprot saat gulma sedang aktif tumbuh, bukan saat layu karena kemarau.
- Pilih cuaca cerah tanpa angin, dan jangan semprot jika hujan diperkirakan turun dalam beberapa jam.
- Pada TBM, jangan sampai semprotan mengenai daun dan batang sawit muda. Pakai pelindung nozel di dekat tanaman.
- Rotasikan bahan aktif agar gulma tidak menjadi tahan.
Keselamatan pekerja
Herbisida adalah bahan beracun. Pekerja penyemprot wajib memakai Alat Pelindung Diri (APD): masker, sarung tangan, sepatu bot, pakaian lengan panjang, dan pelindung mata. Campuran dibuat di tempat terbuka jauh dari sumber air. Kemasan bekas tidak dipakai ulang untuk menyimpan air atau makanan, dan tidak dibuang ke sungai. Pekerja perlu mandi dan mengganti pakaian setelah bekerja.
Pemilik kebun bertanggung jawab atas keselamatan pekerjanya. Untuk kebun yang mengejar sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), penggunaan pestisida, penyimpanan dan pelatihan penyemprot termasuk hal yang diperiksa.
Contoh rencana kerja satu tahun
Contoh berikut hanya ilustrasi untuk kebun TM, dengan asumsi gulma tumbuh sedang:
| Kegiatan | Frekuensi per tahun (asumsi) | Cara |
|---|---|---|
| Piringan dan pasar pikul | 3-4 kali | Herbisida, diselingi manual |
| Gulma berbahaya di gawangan | 1-2 kali | Herbisida selektif atau dongkel |
| Anak kayu dan kentosan | 1-2 kali | Dongkel manual |
Frekuensi yang sebenarnya bergantung pada musim, kerapatan tajuk dan riwayat kebun. Kebun muda dan kebun yang lama terbengkalai membutuhkan putaran lebih sering pada tahun pertama.
Kesalahan yang sering terjadi
Beberapa kebiasaan membuat biaya gulma membengkak tanpa hasil yang sepadan. Yang paling umum adalah menyemprot seluruh gawangan sampai gundul. Tanah yang terbuka mudah tererosi saat hujan, bahan organiknya cepat hilang, dan justru gulma berbahaya yang pertama tumbuh kembali. Kesalahan lain adalah membabat alang-alang berulang kali tanpa mematikan rimpangnya, sehingga tenaga habis untuk masalah yang sama setiap bulan.
Di kebun yang baru dibeli, sering ditemukan herbisida yang disimpan di gubuk pekerja tanpa label atau dicampur di dekat parit. Rapikan penyimpanan sejak awal, karena kecelakaan keracunan dan pencemaran air menjadi tanggung jawab pemilik. Terakhir, jangan memotong anggaran gulma ketika harga buah turun. Piringan yang tertutup dalam satu musim membutuhkan biaya pemulihan yang lebih besar daripada perawatan rutin yang dilewatkan.
Langkah berikutnya
Jalan keliling kebun dan petakan blok mana yang piringannya tertutup, di mana alang-alang atau Mikania dominan, dan di mana anak kayu mulai tumbuh. Dari peta sederhana itu susun urutan kerja: piringan dan pasar pikul dulu, lalu gulma berbahaya. Untuk kebun yang baru Anda ambil alih setelah lama tidak dirawat, baca juga memulihkan kebun sawit terbengkalai.