Tanaman kacangan penutup tanah, atau Legume Cover Crop (LCC), adalah tanaman merambat dari keluarga kacang-kacangan yang ditanam di gawangan sawit setelah lahan dibuka. Kacangan menambat nitrogen dari udara, melindungi tanah dari erosi, menekan gulma, menjaga kelembapan, dan menambah bahan organik. Manfaatnya paling besar dalam tiga sampai lima tahun pertama, sebelum tajuk sawit menutup dan menaungi gawangan.
Bagi pekebun, kacangan sering dianggap biaya tambahan. Pada kenyataannya, gawangan yang dibiarkan terbuka akan ditumbuhi gulma yang lebih mahal untuk dikendalikan dan lebih rakus menyerap hara.
Manfaat kacangan bagi kebun sawit
- Menambat nitrogen. Akar kacangan bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang mengikat nitrogen dari udara. Ketika daun dan batangnya melapuk, nitrogen itu masuk ke tanah.
- Melindungi tanah. Tanah yang baru dibuka langsung terkena hujan dan matahari. Penutup tanah mengurangi erosi dan menjaga lapisan atas yang subur, terutama di lahan miring.
- Menekan gulma. Kacangan yang rapat menutup ruang tumbuh alang-alang dan gulma lain.
- Menjaga kelembapan dan suhu tanah, sehingga akar sawit muda lebih nyaman.
- Menambah bahan organik dari daun yang gugur dan batang yang melapuk.
- Pada peremajaan, kacangan yang menutup sisa cacahan batang sawit tua membantu mengurangi tempat berkembang biak kumbang tanduk. Lihat kumbang tanduk pada sawit.
Jenis yang umum dipakai
| Jenis | Ciri utama | Catatan |
|---|---|---|
| Mucuna bracteata | Tumbuh sangat cepat, biomassa tebal, relatif tahan kering | Perlu dikendalikan agar tidak membelit sawit, sering ditanam tunggal |
| Pueraria javanica | Merambat cepat, menutup tanah dengan baik | Umum dalam campuran |
| Calopogonium mucunoides | Cepat tumbuh di awal, umurnya relatif pendek | Kurang tahan naungan, umum dalam campuran |
| Centrosema pubescens | Pertumbuhan awal lebih lambat, lebih tahan lama | Lebih tahan naungan dibanding Calopogonium mucunoides |
| Calopogonium caeruleum | Tahan naungan, bertahan lama | Pertumbuhan awal lambat |
Nama Pueraria javanica juga sering ditulis sebagai Pueraria phaseoloides dalam literatur.
Pemilihan jenis juga dipengaruhi ketersediaan benih di daerah Anda. Benih kacangan yang dijual bebas mutunya beragam, jadi uji daya kecambahnya dengan menyemai sebagian kecil benih beberapa hari sebelum penanaman besar. Jika daya kecambahnya rendah, jumlah benih per hektare perlu ditambah atau pemasoknya diganti.
Campuran atau tunggal
Cara lama yang masih banyak dipakai adalah campuran Pueraria, Calopogonium mucunoides, dan Centrosema. Logikanya, Calopogonium menutup tanah dengan cepat di bulan-bulan awal, Pueraria menyusul, lalu Centrosema bertahan lebih lama ketika naungan sawit mulai terasa.
Mucuna bracteata banyak dipilih sejak beberapa dekade terakhir karena biomassanya jauh lebih tebal dan penutupannya lebih rapat. Kelemahannya, Mucuna sangat agresif, sehingga butuh pengawasan lebih ketat di sekitar pokok. Benihnya juga relatif mahal, sehingga sering diperbanyak lewat bibit dalam polybag atau setek yang kemudian ditanam di gawangan.
Cara menanam
- Siapkan jalur tanam di gawangan, sekitar satu meter atau lebih dari barisan sawit, supaya kacangan tidak langsung merambat ke piringan.
- Perlakukan benih untuk mempercepat perkecambahan. Banyak jenis kacangan berkulit keras dan perlu direndam air panas atau dikikis kulitnya sesuai anjuran pemasok benih.
- Di lahan yang belum pernah ditanami kacangan, campur benih dengan inokulan Rhizobium agar bintil akar terbentuk.
- Tanam benih dalam alur atau lubang tugal di jalur yang sudah disiapkan. Mucuna bisa ditanam dari bibit polybag dengan jarak lebih renggang.
- Beri pupuk fosfat secukupnya, karena fosfor membantu pembentukan bintil akar dan pertumbuhan awal.
- Jaga jalur kacangan dari gulma pada beberapa bulan pertama sampai kacangan cukup rapat untuk menekan gulma sendiri.
Waktu terbaik adalah segera setelah lahan dibuka dan saat hujan cukup, sehingga kacangan sudah mulai menutup ketika sawit ditanam atau tidak lama sesudahnya. Urutannya dibahas di persiapan lahan sebelum menanam sawit.
Perawatan agar tidak membelit sawit
Kacangan yang baik bisa menjadi masalah jika dibiarkan. Sulurnya merambat ke piringan, naik ke batang, dan membelit pelepah sawit muda.
- Jaga piringan tetap bersih dari kacangan. Piringan adalah tempat pupuk dan nanti tempat brondolan.
- Tarik atau potong sulur yang mengarah ke pokok secara rutin, terutama pada Mucuna. Pada musim hujan, pemeriksaan perlu lebih sering karena pertumbuhannya cepat.
- Cabut gulma berkayu yang tumbuh menembus hamparan kacangan.
- Pada musim kemarau panjang, hamparan kacangan yang mengering bisa menjadi bahan bakar. Di daerah rawan kebakaran, perhatikan kondisi gawangan dan buat sekat bakar bila perlu.
Pekerjaan ini masuk ke dalam rutinitas perawatan sawit muda yang dibahas di merawat tanaman sawit belum menghasilkan.
Ketika tajuk sawit mulai menutup
Seiring tajuk sawit melebar, gawangan makin ternaungi. Jenis yang tidak tahan naungan akan menipis dan hilang, sedangkan jenis yang lebih tahan naungan bertahan lebih lama. Di lahan miring, sebagian pekebun sengaja memelihara jenis yang tahan naungan ini selama mungkin supaya tanah tetap tertutup. Setelah itu, gawangan biasanya ditumbuhi pakis dan gulma lunak lain yang tidak terlalu bersaing dengan sawit. Banyak kebun membiarkan vegetasi lunak ini sebagai penutup tanah alami dan hanya mengendalikan gulma yang merugikan. Lihat pengendalian gulma di kebun sawit.
Apakah sepadan untuk kebun kecil
Pekebun kecil sering melewatkan kacangan karena benih dan tenaga tanamnya dianggap biaya tambahan di tahun yang sudah berat. Bandingkan dengan biaya yang muncul jika gawangan dibiarkan terbuka: penyemprotan dan pembabatan gulma berulang kali dalam setahun, tanah lapisan atas yang hanyut di lahan miring, dan kebutuhan pupuk nitrogen yang lebih besar. Di banyak kebun, kacangan yang tumbuh baik mengurangi pekerjaan gulma di gawangan secara nyata pada tahun kedua dan ketiga. Jika anggaran terbatas, prioritaskan bagian kebun yang miring dan yang tanahnya paling mudah tererosi.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menanam kacangan terlambat, setelah alang-alang dan gulma lain sudah menguasai gawangan.
- Menebar benih tanpa perlakuan, sehingga sebagian besar tidak berkecambah.
- Membiarkan kacangan masuk ke piringan dan membelit pokok, sehingga pupuk dan brondolan tertutup.
- Menyemprot gawangan dengan herbisida yang juga mematikan kacangan.
Ringkasnya
Kacangan penutup tanah adalah investasi murah untuk melindungi tanah dan menambah nitrogen di masa ketika sawit belum menghasilkan. Pilih jenis sesuai kondisi kebun dan kemampuan merawat, tanam segera setelah lahan dibuka, dan jaga agar tidak masuk ke piringan. Nitrogen dari kacangan membantu, tetapi tidak menggantikan program pupuk. Prinsip pemupukannya dibahas di dasar pemupukan sawit.