Persiapan lahan untuk kebun sawit dimulai jauh sebelum bibit datang. Urutannya: memastikan status lahan boleh dibuka, survei dan merancang tata letak, membuka vegetasi tanpa membakar, membuat jalan dan saluran air, membuat teras di lahan miring, menanam kacangan penutup tanah, lalu memancang titik tanam dan menggali lubang. Semua ini sebaiknya selesai tepat sebelum awal musim hujan, saat bibit ditanam.

Kesalahan di tahap ini sulit diperbaiki setelah sawit tumbuh. Jalan yang salah letak, parit yang kurang, atau barisan yang tidak lurus akan terasa setiap kali panen selama 25 tahun.

Pastikan dulu lahannya boleh dibuka

Sebelum mengeluarkan biaya alat berat, pastikan tiga hal.

  • Lahan berada di luar kawasan hutan. Cek ke Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), dinas kehutanan provinsi, dan kantor pertanahan. Caranya ada di cara mengecek kawasan hutan.
  • Surat tanah jelas dan batasnya sudah disepakati dengan tetangga.
  • Jika lahannya gambut, pastikan pembukaan baru masih diizinkan di lokasi itu. Pembukaan baru di gambut dibatasi, dan pengelolaan gambut wajib menjaga muka air tanah tidak lebih dalam dari 0,4 meter di bawah permukaan.

Survei dan rancang tata letak

Jalani lahan bersama orang yang mengenal daerahnya. Catat topografi, bagian yang tergenang saat hujan, aliran air, jenis tanah, dan vegetasi yang ada. Peta sederhana dari drone atau Global Positioning System (GPS) sangat membantu. Libatkan juga tetangga batas dan perangkat desa saat survei, supaya batas yang akan dibuka sudah disepakati sebelum alat berat masuk.

Dari survei itu, rancang:

  • Blok tanam. Perkebunan besar membagi areal menjadi blok berukuran puluhan hektare yang dibatasi jalan, supaya panen, pupuk, dan pencatatan bisa dikelola per blok. Kebun kecil cukup dibagi menjadi beberapa bagian yang jelas.
  • Jalan utama dan jalan koleksi. Jalan koleksi tempat Tandan Buah Segar (TBS) dikumpulkan sebaiknya dapat dijangkau dari setiap titik kebun tanpa memikul buah terlalu jauh.
  • Arah barisan tanam, umumnya utara selatan supaya cahaya merata.
  • Saluran drainase utama mengikuti aliran alami air.

Membuka vegetasi tanpa membakar

Pembukaan lahan tanpa bakar adalah kewajiban hukum, bukan pilihan. Membakar untuk membuka lahan adalah tindak pidana, dan pemilik bisa dimintai tanggung jawab atas api yang merembet dari lahannya. Urutan kerjanya pada lahan bervegetasi:

  1. Imas: menebas semak, liana, dan pohon kecil.
  2. Tumbang: menebang pohon besar setelah imas.
  3. Cincang: memotong batang dan cabang menjadi bagian lebih kecil.
  4. Rumpuk: menumpuk sisa tebangan memanjang di jalur yang tidak akan menjadi titik tanam, biasanya di gawangan, agar melapuk alami.

Pada tanah mineral, tunggul besar bisa dibongkar dengan ekskavator. Sisa kayu yang melapuk justru menambah bahan organik tanah.

Lahan bekas kebun sawit

Pada peremajaan, batang sawit tua menjadi sumber masalah jika dibiarkan utuh. Batang yang membusuk perlahan menjadi tempat berkembang biak kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) dan sumber penularan Ganoderma. Batang ditumbang, dicacah tipis, lalu disebar atau ditumpuk di gawangan agar cepat kering dan melapuk. Pokok yang terserang Ganoderma perlu ditangani khusus, termasuk membongkar bonggol dan jaringan akarnya. Lihat kumbang tanduk pada sawit.

Lahan alang-alang dan semak

Alang-alang dikendalikan dengan herbisida sistemik yang disemprot saat daunnya aktif tumbuh, lalu diulang pada bagian yang tumbuh kembali. Pengolahan tanah dengan bajak bisa membantu pada lahan yang datar, tetapi alang-alang yang tidak tuntas akan menjadi pesaing berat bagi sawit muda.

Drainase dan tata air

Pada tanah mineral yang sering tergenang, buat parit utama dan parit cabang supaya air hujan tidak menggenangi titik tanam. Akar sawit tidak tahan terendam lama. Sebaliknya, parit yang terlalu dalam di tanah berpasir bisa membuat tanah cepat kering di musim kemarau, jadi kedalamannya disesuaikan dengan kebutuhan.

Lahan gambut membutuhkan pendekatan sebaliknya. Tujuannya bukan mengeringkan sebanyak mungkin, melainkan menahan muka air pada kedalaman yang dipersyaratkan dengan pintu air dan sekat kanal. Gambut yang terlalu kering mudah terbakar dan terus amblas. Rinciannya ada di tata air kebun sawit di lahan gambut.

Teras di lahan miring

Di lahan bergelombang dan berbukit, buat teras mengikuti garis kontur, baik teras bersambung maupun teras individu untuk setiap pokok. Teras menahan erosi, menjaga pupuk tidak hanyut, dan memberi pijakan bagi pemanen. Lereng yang sangat curam sebaiknya tidak ditanami dan dibiarkan bervegetasi. Lihat teras dan konservasi tanah.

Kacangan penutup tanah dan pemancangan

Begitu lahan terbuka, tanah langsung rawan erosi dan gulma. Tanam kacangan penutup tanah secepatnya di gawangan untuk menutup tanah, menambah nitrogen, dan menekan gulma.

Setelah itu, pancang titik tanam sesuai jarak tanam yang dipilih, umumnya pola segitiga 9 meter. Pemancangan yang rapi menentukan barisan yang lurus dan jumlah pokok per hektare yang tepat. Lubang tanam digali sekitar satu sampai dua minggu sebelum bibit ditanam.

Alat berat atau tenaga manual

Untuk kebun kecil, banyak pekerjaan bisa dilakukan dengan tenaga manual dan gergaji mesin: imas, tumbang, cincang, dan rumpuk. Ekskavator dibutuhkan untuk membongkar tunggul besar, membuat parit, membangun jalan, dan membuat teras di lahan miring. Sewa alat berat biasanya dihitung per jam kerja ditambah biaya mobilisasi alat ke lokasi, sehingga lebih hemat jika beberapa pekerjaan dikerjakan sekaligus dalam satu kali datang. Untuk lahan yang jauh dari jalan, biaya mobilisasi bisa menjadi bagian besar dari anggaran. Minta penawaran dari beberapa penyedia setempat, dan tuliskan pekerjaan yang dikehendaki secara rinci, misalnya panjang parit, lebar jalan, dan jumlah teras, supaya hasilnya bisa diperiksa.

Contoh jadwal persiapan

Jadwal berikut hanya contoh untuk lahan semak di tanah mineral, dengan tanam direncanakan di awal musim hujan.

Waktu sebelum tanamKegiatan
8 sampai 12 bulanCek status lahan dan kawasan hutan, survei, rancang blok dan jalan, pesan kecambah atau bibit
4 sampai 8 bulanImas, tumbang, cincang, rumpuk, bongkar tunggul
2 sampai 4 bulanBangun jalan dan parit, buat teras, semprot alang-alang
1 sampai 2 bulanTanam kacangan penutup tanah, pancang titik tanam
1 sampai 2 mingguGali lubang tanam, siapkan pupuk dasar

Langkah berikutnya

Mulailah dari pemeriksaan status lahan, karena semua biaya persiapan sia-sia jika lahannya ternyata tidak boleh dibuka. Setelah itu, tentukan jarak tanam di jarak tanam sawit dan pola segitiga, lalu susun anggaran pembangunan kebun dengan bantuan biaya membangun kebun sawit baru.