Kebun sawit di lahan miring butuh teras supaya pupuk, tanah lapisan atas dan air hujan tidak hanyut ke lembah. Ada dua pilihan utama: teras individu, yaitu pijakan datar kecil di setiap pokok, dan teras bersambung yang mengikuti garis kontur sepanjang bukit. Teras individu lebih murah dan cukup untuk lereng landai sampai sedang. Teras bersambung lebih mahal di awal, tetapi di lereng curam ia sekaligus menjadi jalan panen dan jalur pupuk.

Teras hanya satu bagian dari konservasi tanah. Tanaman penutup tanah, rorak dan susunan pelepah di sepanjang kontur bekerja bersama teras. Tanpa itu, teras akan cepat tergerus.

Kenapa erosi merugikan pemilik kebun

Lapisan atas tanah menyimpan sebagian besar bahan organik dan hara. Di lereng yang terbuka, hujan lebat mengikis lapisan ini sedikit demi sedikit setiap musim. Kerugiannya tidak langsung terlihat:

  • Pupuk yang ditabur di piringan ikut terbawa limpasan sebelum diserap akar.
  • Akar di sisi atas lereng terbuka, dan pokok menjadi mudah doyong.
  • Air hujan langsung mengalir ke lembah, sehingga tanah di lereng lebih cepat kering saat kemarau.
  • Jalan dan parit di kaki lereng tertimbun lumpur.

Bagi pembeli, kebun berbukit tanpa konservasi biasanya terlihat dari pangkal pokok yang menggantung, piringan yang tergerus, dan alur-alur erosi di antara barisan.

Menilai kemiringan lahan

Sebelum memilih jenis teras, ukur kemiringan lahan. Di lapangan, cara sederhananya memakai selang berisi air atau klinometer, lalu hasilnya dinyatakan dalam persen atau derajat. Sebagai gambaran umum:

  • Lahan datar sampai landai umumnya cukup dengan barisan tanam yang mengikuti kontur dan tanaman penutup tanah.
  • Lereng sedang biasanya memakai teras individu.
  • Lereng curam membutuhkan teras bersambung.
  • Lereng yang sangat curam sering tidak layak untuk sawit karena biaya panen, risiko longsor, dan kemungkinan dibatasi oleh tata ruang.

Batas angka yang dipakai setiap perusahaan dan setiap daerah bisa berbeda. Pakai saran agronom setempat, dan cek rencana tata ruang kabupaten sebelum membuka lereng yang curam.

Teras individu

Teras individu berupa pijakan setengah lingkaran atau persegi di sekitar setiap titik tanam. Tanah di sisi atas dipotong dan ditimbun ke sisi bawah sampai terbentuk bidang datar, dengan permukaan sedikit miring ke arah dalam lereng supaya air tertahan di teras.

Kelebihannya, teras individu bisa dibuat dengan tenaga manusia dan biayanya relatif rendah. Kekurangannya, di lereng yang lebih curam, pemanen dan pemupuk harus naik turun di antara teras tanpa jalur yang rata. Teras individu juga mudah rusak oleh limpasan kalau tanah di antara pokok tidak tertutup tanaman.

Teras bersambung

Teras bersambung dibuat mengikuti garis kontur sepanjang lereng, biasanya dengan alat berat. Lebarnya cukup untuk pokok sawit dan jalur pekerja. Permukaannya dimiringkan ke dalam, dengan saluran kecil di kaki tebing untuk menampung air.

Jarak antar teras ditentukan oleh jarak tanam yang diinginkan, diukur secara horizontal. Akibatnya, jarak di permukaan tanah antar baris di lereng lebih panjang daripada di lahan datar. Kalau perhitungannya keliru, jumlah pokok per hektare bisa jauh di bawah rencana. Prinsip menghitung jarak dan kerapatan ada di jarak tanam sawit.

Teras bersambung yang panjang sebaiknya disekat dengan gundukan kecil setiap beberapa puluh meter. Tujuannya agar air tidak mengalir jauh di sepanjang teras lalu menjebol tebingnya.

Konservasi di luar teras

Tanaman penutup tanah

Kacangan penutup tanah yang ditanam sejak awal melindungi tanah dari pukulan air hujan dan menambah nitrogen. Di lereng, penutup tanah sebaiknya sudah rapat sebelum musim hujan besar tiba. Jenis dan cara menanamnya dibahas di tanaman kacangan penutup tanah sawit.

Pelepah di sepanjang kontur

Pelepah hasil pemangkasan disusun melintang lereng, mengikuti kontur. Susunan ini menahan aliran air dan tanah, lalu lapuk menjadi bahan organik.

Rorak

Rorak adalah lubang memanjang di antara barisan yang dibuat mengikuti kontur. Rorak menampung air limpasan dan tanah yang terbawa, lalu bisa diisi tandan kosong atau pelepah. Di lereng, rorak membantu air meresap dan mengurangi kekeringan di musim kemarau.

Saluran pembuangan air

Air yang terkumpul dari teras harus punya jalan keluar yang aman. Saluran pembuangan sebaiknya dibuat di alur alam, dengan dasar diberi batu atau rumput agar tidak tergerus.

Jalan panen di kebun berbukit

Teras menahan tanah, tetapi buah tetap harus keluar dari blok. Di kebun berbukit, jalan panen sebaiknya dirancang bersamaan dengan teras, bukan ditambahkan belakangan. Jalan yang mengikuti kontur dengan tanjakan landai lebih awet daripada jalan lurus yang memotong lereng, karena air hujan tidak mengalir deras di sepanjang badan jalan.

Pada teras bersambung, sebagian teras bisa dibuat sedikit lebih lebar agar bisa dilalui gerobak atau motor angkut. Tempat pengumpulan hasil ditempatkan di titik yang mudah dicapai truk, idealnya di bagian bawah atau punggung bukit yang datar. Tanpa perencanaan ini, pemanen akan memikul tandan naik turun lereng, upah panen naik, dan buah lebih lama tertahan di blok.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Membuat teras tanpa saluran pembuangan, sehingga air terkumpul lalu menjebol tebing di satu titik.
  • Menanam penutup tanah terlambat, setelah musim hujan pertama sudah mengikis tanah yang baru diolah.
  • Menimbun tanah galian teras ke pangkal pokok, sehingga pangkal batang tertimbun terlalu dalam.
  • Membiarkan jalur pikul lurus menuruni lereng, yang lama-lama berubah menjadi parit erosi.

Biaya dan perawatan

Teras bukan pekerjaan sekali jadi. Setelah musim hujan pertama, beberapa bagian tebing biasanya runtuh dan perlu diperbaiki, dan saluran di kaki teras tertimbun. Anggarkan perawatan teras sebagai biaya rutin, bukan biaya darurat.

Di kebun berbukit, biaya panen dan angkut juga lebih tinggi karena Tandan Buah Segar (TBS) harus dipikul atau diangkut di jalur yang naik turun. Ini memengaruhi nilai kebun. Lahan berbukit sering ditawarkan lebih murah per hektare, tetapi selisih harga itu perlu dibandingkan dengan biaya operasional yang lebih tinggi sepanjang umur tanaman. Pertimbangan lokasi yang lebih luas ada di memilih lokasi kebun sawit.

Langkah berikutnya

Kalau Anda sedang menyiapkan lahan miring, petakan konturnya lebih dulu, tentukan bagian yang memakai teras individu dan bagian yang memakai teras bersambung, lalu jadwalkan penanaman penutup tanah sebelum hujan besar. Tahapan menyiapkan lahan secara umum ada di persiapan lahan sebelum menanam sawit. Untuk kebun yang sudah berjalan, mulailah dari blok yang paling banyak alur erosinya, karena di situlah pupuk Anda paling banyak terbuang.