Pruning pelepah sawit, yang di lapangan sering disebut tunasan, adalah memotong pelepah tua yang sudah tidak produktif agar tajuk tetap sehat dan tandan mudah dipanen. Prinsipnya adalah mempertahankan cukup pelepah untuk fotosintesis, biasanya dengan menyisakan dua atau tiga pelepah di bawah tandan terbawah, yang dikenal sebagai songgo dua dan songgo tiga. Pruning yang terlalu sedikit membuat brondolan tersangkut dan panen sulit, sedangkan pruning berlebihan menurunkan produksi berbulan-bulan kemudian.

Banyak pemilik kebun meremehkan pruning karena terlihat seperti pekerjaan bersih-bersih. Padahal pelepah adalah daun, dan daun adalah pabrik gula yang membiayai setiap tandan.

Mengapa jumlah pelepah penting

Setiap pelepah sawit menyangga satu ketiak tempat bunga dan tandan terbentuk. Pelepah juga melakukan fotosintesis yang menghasilkan bahan untuk membentuk minyak. Tanaman dengan pelepah yang cukup banyak dan sehat mampu membentuk lebih banyak bunga betina dan tandan yang lebih berat.

Sebagai pegangan umum, tanaman menghasilkan dipertahankan dengan jumlah pelepah sekitar 40 sampai 56 helai, tergantung umur. Tanaman yang lebih muda biasanya dipertahankan dengan pelepah lebih banyak, dan tanaman tua dengan pelepah sedikit lebih sedikit. Angka ini perlu disesuaikan dengan pedoman yang Anda pakai dan kondisi kebun.

Songgo dua dan songgo tiga

Songgo adalah pelepah yang menyangga tandan. Istilah songgo dua berarti di bawah tandan terbawah disisakan dua pelepah. Songgo tiga berarti disisakan tiga pelepah.

  • Songgo tiga umumnya dipakai pada tanaman menghasilkan yang masih muda, saat jumlah pelepah perlu dijaga lebih banyak dan tanaman masih rendah.
  • Songgo dua umumnya dipakai pada tanaman yang lebih tua dan tinggi, saat tajuk sudah lebat dan pelepah bawah banyak yang ternaungi.

Pada kondisi kemarau panjang atau setelah serangan ulat yang merusak daun, banyak kebun menahan pruning dan mempertahankan pelepah lebih banyak sampai tanaman pulih.

Pruning pada tanaman belum menghasilkan

Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), pruning dibatasi. Yang dibuang hanya pelepah kering, pelepah yang patah, dan pelepah yang terserang penyakit. Menjelang panen pertama dilakukan pruning persiapan panen, yaitu membuang pelepah kering dan bunga atau buah busuk agar tandan pertama mudah dipotong. Pada tahap ini sebagian kebun juga melakukan kastrasi, yaitu membuang bunga dan buah awal, yang dibahas di kastrasi dan buah pasir pada sawit muda.

Pruning pada tanaman menghasilkan

Pruning bersamaan dengan panen

Pada Tanaman Menghasilkan (TM) yang masih bisa dijangkau dodos, pemanen sering harus memotong pelepah penyangga untuk mencapai tandan. Pelepah ini dipotong sekalian sebagai bagian dari panen. Cara ini disebut pruning progresif. Masalahnya, pemanen kadang memotong lebih banyak pelepah dari yang perlu supaya pekerjaan cepat. Mandor perlu mengawasi agar songgo yang disepakati tetap terjaga.

Pruning berkala

Selain pruning saat panen, kebun melakukan putaran pruning berkala, misalnya setahun sekali atau sesuai kebutuhan, untuk membuang pelepah tua yang tertinggal di bawah songgo. Pruning berkala biasanya dikerjakan regu khusus dan dibayar per pohon.

Teknik memotong

Beberapa hal teknis yang menentukan hasil pruning:

  • Potong pelepah sedekat mungkin dengan batang, dengan potongan miring. Bentuk potongan ini sering disebut tapak kuda. Potongan yang menyisakan pangkal panjang menjadi tempat brondolan tersangkut dan tempat bersarang hama.
  • Jangan melukai batang atau pelepah yang disisakan.
  • Susun pelepah hasil potongan di gawangan mati, tidak di piringan atau di pasar pikul. Pelepah boleh dipotong menjadi dua atau tiga bagian agar rapi.
  • Bersihkan tanaman pengganggu yang menempel di batang, seperti pakis epifit, jika mengganggu panen.

Alat yang dipakai sama dengan alat panen: dodos untuk tanaman rendah dan egrek untuk tanaman tinggi. Lihat alat panen sawit: dodos dan egrek.

Akibat pruning berlebihan

Pruning berlebihan atau over pruning terjadi ketika pelepah yang dipotong terlalu banyak sehingga songgo kurang dari yang seharusnya. Akibatnya:

  1. Luas daun untuk fotosintesis berkurang.
  2. Pembentukan bunga betina menurun, karena tanaman yang kekurangan bahan cenderung membentuk lebih banyak bunga jantan.
  3. Berat tandan yang sedang tumbuh menurun.
  4. Produksi turun, dan dampaknya muncul beberapa bulan kemudian, bisa berlangsung lebih dari setahun.

Over pruning sering terjadi diam-diam karena pemanen ingin bekerja cepat atau karena pruning dibayar per pelepah, bukan per pohon. Jika pelepah tersisa di tajuk tampak tipis dan banyak tandan berada di atas pelepah yang hampir terakhir, kemungkinan kebun Anda sudah terlalu dipangkas.

Akibat pruning yang kurang

Sebaliknya, pelepah tua yang terlalu banyak juga merugikan:

  • brondolan tersangkut di ketiak pelepah dan tidak jatuh ke piringan
  • pemanen sulit melihat dan menjangkau tandan, sehingga tandan matang terlewat
  • tajuk lembap dan menjadi tempat berkembang jamur busuk tandan serta hama
  • tikus mudah bersarang di sela pelepah

Busuk tandan karena tajuk yang terlalu rapat dibahas di penyakit sawit selain Ganoderma.

Contoh pemeriksaan sederhana

Ilustrasi dengan asumsi: Anda memeriksa 20 pohon contoh di satu blok tanaman berumur 12 tahun yang ditargetkan songgo dua. Hasilnya, 12 pohon sesuai target, 5 pohon hanya menyisakan satu pelepah di bawah tandan terbawah, dan 3 pohon masih menyimpan banyak pelepah tua. Artinya seperempat pohon contoh mengalami over pruning. Langkahnya bukan memotong lagi, tetapi menahan pruning di blok itu sampai pelepah baru tumbuh, sambil memperketat pengawasan pemanen.

Mengupah dan mengawasi pruning

Cara membayar regu pruning memengaruhi hasilnya. Upah per pelepah mendorong pekerja memotong sebanyak mungkin, sehingga risiko over pruning tinggi. Upah per pohon dengan syarat songgo tertentu lebih aman, asalkan mandor memeriksa hasilnya di pohon contoh sebelum upah dibayar. Untuk pruning yang dilakukan bersamaan dengan panen, sepakati sejak awal bahwa pemanen hanya boleh memotong pelepah yang menyangga tandan yang dipanen. Catat tanggal pruning berkala per blok bersama catatan panen. Jika produksi suatu blok turun beberapa bulan setelah putaran pruning, catatan ini membantu menelusuri apakah penyebabnya pemotongan yang berlebihan.

Langkah berikutnya

Tetapkan songgo untuk setiap kelompok umur tanaman di kebun Anda dan sampaikan ke pemanen. Lakukan pemeriksaan pohon contoh sebulan sekali selama beberapa bulan. Jika ingin melihat bagaimana pruning dan perawatan lain memengaruhi biaya, baca biaya perawatan kebun sawit per hektar.