Alat panen sawit dipilih berdasarkan tinggi pohon. Dodos, yaitu pahat bertangkai yang didorong dari bawah, dipakai untuk pohon yang masih rendah. Egrek, yaitu pisau berbentuk arit di ujung galah panjang yang ditarik dari bawah, dipakai setelah tandan tidak terjangkau dodos. Selain alat potong, pemanen membutuhkan alat bantu seperti gancu untuk mengangkat tandan, angkong untuk mengangkut, dan perlengkapan keselamatan karena pelepah dan tandan yang jatuh dari atas bisa mencelakakan.
Alat yang tepat dan tajam bukan soal kenyamanan saja. Alat menentukan kecepatan pemanen, kualitas potongan tangkai, dan seberapa sering pelepah yang tidak perlu ikut terpotong.
Dodos
Dodos berupa mata pahat baja yang lebar dan tajam, dipasang pada tangkai kayu, bambu atau pipa besi. Cara memakainya adalah menusukkan mata dodos dari bawah ke pangkal pelepah atau tangkai tandan, lalu didorong dengan kuat.
Dodos dipakai untuk tanaman yang baru mulai berbuah sampai pohon dengan tinggi beberapa meter. Ukuran mata dodos berbeda-beda: mata kecil untuk tanaman muda dengan tangkai tandan yang kecil, mata lebih lebar untuk tanaman yang lebih besar.
Kelebihan dodos:
- ringan dan cepat untuk pohon rendah
- potongan tangkai bisa dibuat pendek dengan mudah
- murah dan mudah diasah
Batasannya, pada pohon yang tandannya mulai tinggi, pemanen harus mendorong ke atas dengan posisi tidak nyaman, dan pada titik tertentu dodos tidak lagi efektif.
Egrek
Egrek adalah pisau melengkung seperti arit yang diikat atau dijepit di ujung galah. Galah dibuat dari bambu atau pipa aluminium, dan bisa disambung sesuai tinggi pohon. Pemanen mengaitkan mata egrek ke pangkal pelepah atau tangkai tandan, lalu menariknya ke bawah.
Egrek dipakai ketika pohon sudah tinggi. Seiring umur, pohon terus bertambah tinggi, sehingga galah juga semakin panjang. Galah aluminium lebih ringan dan lurus dibanding bambu, sehingga pemanen bisa bekerja lebih lama, tetapi harganya lebih mahal.
Keterampilan memakai egrek lebih sulit dipelajari daripada dodos. Pemanen harus menahan galah panjang, mengarahkan mata pisau dengan tepat dari jarak jauh, dan menghindari pelepah atau tandan yang jatuh. Pemanen egrek yang terampil adalah aset penting di kebun tua.
Memilih alat sesuai umur dan tinggi tanaman
| Kondisi tanaman | Alat potong yang umum | Catatan |
|---|---|---|
| Tanaman yang baru berbuah | Dodos mata kecil | Tangkai tandan kecil, hati-hati agar pelepah tidak berlebihan dipotong |
| Tanaman remaja, tandan masih rendah | Dodos mata lebar | Pemanen bisa bekerja cepat dari bawah |
| Tanaman dewasa dan tinggi | Egrek dengan galah | Panjang galah ditambah sesuai tinggi pohon |
| Tanaman sangat tinggi menjelang replanting | Egrek galah panjang | Panen lambat dan biaya per tandan naik |
Pohon yang sangat tinggi menjadi salah satu alasan kebun tua diremajakan, karena biaya panen naik sementara produksi turun. Pertimbangan ini dibahas di umur ekonomis tanaman sawit.
Alat bantu panen
Selain alat potong, pemanen dan pengutip membutuhkan:
- Gancu atau tojok, yaitu besi runcing bertangkai untuk mengangkat dan memindahkan tandan tanpa menyentuh duri tandan dengan tangan.
- Angkong atau kereta sorong untuk membawa tandan dan brondolan dari pohon ke Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) melalui pasar pikul.
- Karung, keranjang atau ember untuk mengumpulkan brondolan.
- Kapak atau parang untuk merapikan tangkai tandan yang terlalu panjang dan memotong pelepah menjadi beberapa bagian sebelum disusun di gawangan mati.
- Batu asah atau kikir untuk menjaga mata dodos dan egrek tetap tajam.
Kualitas pasar pikul menentukan seberapa berguna angkong. Di jalur yang semak atau berlubang, angkong justru memperlambat. Lihat piringan dan pasar pikul.
Alat bermesin
Di beberapa kebun mulai dipakai alat potong bermesin, misalnya galah dengan motor kecil yang menggerakkan pisau, dan kendaraan kecil untuk mengangkut tandan dari dalam blok. Alat ini bisa meningkatkan produktivitas pemanen, terutama di kebun dengan tenaga kerja terbatas. Pertimbangkan biaya bahan bakar, perawatan dan suku cadang, serta pelatihan operatornya, sebelum memutuskan.
Merawat alat
Mata dodos atau egrek yang tumpul membuat pemanen harus memukul atau menarik berkali-kali. Ini membuang tenaga, merusak pelepah yang tersisa, dan menghasilkan potongan tangkai yang kasar. Asah mata pisau setiap hari sebelum panen. Ganti mata yang retak atau bengkok, dan periksa sambungan galah agar tidak lepas saat dipakai.
Simpan alat di tempat kering agar tidak berkarat, dan catat alat yang dipinjamkan ke setiap pemanen.
Keselamatan pemanen
Panen sawit adalah pekerjaan berisiko. Pelepah dan tandan yang jatuh dari ketinggian bisa melukai kepala dan bahu, duri tandan bisa menembus tangan, dan mata pisau bisa melukai pemanen sendiri atau orang di dekatnya.
Perlengkapan minimal:
- Helm pengaman untuk melindungi kepala dari pelepah dan tandan.
- Sepatu bot untuk melindungi kaki dari duri, batang tajam dan ular.
- Sarung tangan untuk menangani tandan berduri.
- Pelindung mata, terutama saat memakai egrek, karena serpihan dan kotoran bisa jatuh ke mata.
- Sarung atau penutup mata pisau saat alat dibawa berjalan.
Aturan kerja yang perlu ditegakkan: jangan berdiri tepat di bawah tandan yang sedang dipotong, jaga jarak dengan pemanen lain, dan waspadai kabel listrik jika ada jaringan yang melintas di atas kebun. Galah aluminium menghantarkan listrik. Pemilik kebun bertanggung jawab memastikan pemanen memiliki perlengkapan ini.
Anggaran alat untuk kebun kecil
Bagi pemilik kebun kecil, alat panen adalah biaya rutin yang relatif kecil dibanding pupuk, tetapi sering dilupakan. Mata dodos dan egrek aus dan perlu diganti berkala, galah bambu lama-lama retak, dan angkong butuh ban serta perbaikan. Sebagian kebun menyediakan alat untuk pemanen, sebagian lagi meminta pemanen membawa alat sendiri dengan upah yang lebih tinggi. Kedua cara bisa berjalan, asalkan jelas sejak awal siapa yang menanggung penggantian alat dan perlengkapan keselamatan.
Langkah berikutnya
Periksa alat setiap pemanen di kebun Anda: kondisi mata pisau, panjang galah dibanding tinggi pohon, dan kelengkapan helm serta sepatu bot. Ganti alat yang tidak layak sebelum masa panen puncak. Hasil kerja alat yang baik bisa dilihat di Tempat Pengumpulan Hasil, dari potongan tangkai dan kematangan tandan, seperti dibahas di kriteria matang panen tandan buah segar. Untuk mencari pemanen yang terampil, baca juga mencari mandor dan pekerja kebun sawit.