Tandan Buah Segar (TBS) sawit dianggap matang panen ketika sudah ada brondolan, yaitu buah yang lepas sendiri, jatuh ke piringan dalam jumlah tertentu. Banyak kebun memakai patokan beberapa butir brondolan per pohon, lebih banyak untuk pohon tua yang tandannya besar. Dalam sistem fraksi, tandan yang ideal dipanen berada di fraksi 1 sampai 3. Tandan yang lebih mentah mengandung sedikit minyak, sedangkan tandan yang lewat matang membuat banyak brondolan hilang dan mutu minyak turun.
Kriteria ini penting bagi pemanen, mandor, dan juga pemilik kebun. Kematangan yang tepat menentukan berat tandan, jumlah minyak, dan seberapa besar potongan yang diberikan pabrik.
Mengapa kematangan sangat menentukan
Minyak di dalam buah sawit terbentuk paling banyak pada minggu-minggu terakhir sebelum buah matang. Tandan yang dipotong terlalu cepat kehilangan sebagian besar minyak yang seharusnya masih bisa terbentuk. Sebaliknya, setelah matang, buah mulai lepas satu per satu. Jika tandan dibiarkan terlalu lama, brondolan bertebaran dan sebagian tidak terkutip, dan buah yang luka atau terlalu masak memicu kenaikan Asam Lemak Bebas (ALB) yang menurunkan mutu minyak.
Jadi ada jendela waktu yang tepat. Rotasi panen dirancang agar setiap pohon dikunjungi cukup sering untuk menangkap jendela itu, seperti dibahas di rotasi panen sawit.
Brondolan sebagai patokan di lapangan
Di lapangan, pemanen tidak bisa memeriksa setiap tandan dari dekat. Patokan paling praktis adalah brondolan di piringan. Jika ada brondolan segar di bawah pohon, berarti ada tandan yang sudah mulai lepas buahnya.
Contoh patokan yang dipakai banyak kebun:
- tanaman muda dengan tandan kecil: sekitar lima butir brondolan segar di piringan
- tanaman lebih tua dengan tandan besar: sekitar sepuluh butir atau lebih
Angka ini bukan aturan baku. Setiap kebun atau perusahaan menetapkan kriterianya sendiri, dan pabrik mitra kadang memberi pedoman. Yang penting, kriteria ditulis, disosialisasikan ke pemanen, dan diperiksa mandor.
Warna buah juga membantu, terutama pada tanaman yang masih rendah. Buah mentah umumnya berwarna hitam keunguan, lalu berubah menjadi merah jingga saat matang. Namun warna berbeda antar jenis bahan tanam, sehingga brondolan tetap patokan yang lebih dapat diandalkan.
Sistem fraksi kematangan
Untuk penilaian yang lebih rinci, terutama saat sortasi di Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) atau di pabrik, tandan dikelompokkan dalam fraksi berdasarkan persentase buah bagian luar yang sudah membrondol.
| Fraksi | Keadaan buah luar | Kategori |
|---|---|---|
| 00 | Belum ada yang lepas, buah sangat mentah | Mentah |
| 0 | Sebagian kecil sudah lepas, sampai sekitar 12,5 persen | Mentah |
| 1 | Sekitar 12,5 sampai 25 persen lepas | Matang |
| 2 | Sekitar 25 sampai 50 persen lepas | Matang |
| 3 | Sekitar 50 sampai 75 persen lepas | Matang |
| 4 | Sekitar 75 sampai 100 persen lepas | Lewat matang |
| 5 | Buah bagian dalam juga ikut lepas | Lewat matang |
Tandan yang dipanen sebaiknya sebagian besar berada di fraksi 1 sampai 3. Komposisi fraksi di TPH atau di pabrik menjadi alat ukur kualitas kerja pemanen.
Tandan yang tidak boleh dikirim
Selain kematangan, beberapa kondisi tandan membuat pabrik menolak atau memotong timbangan:
- tandan mentah (fraksi 00 dan 0)
- tandan busuk atau berjamur
- tandan kosong, yaitu tandan yang buahnya sudah hampir habis lepas
- tangkai panjang, karena tangkai menambah berat tanpa menambah minyak
- sampah, tanah, pasir atau batu yang ikut dalam muatan
- tandan yang direndam atau disiram air untuk menambah berat
Tangkai tandan sebaiknya dipotong pendek dan membentuk huruf V, sering disebut potongan cangkem kodok. Potongan seperti ini mengurangi berat tidak berguna dan memudahkan tandan disusun.
Sortasi di pabrik dan potongan timbangan
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) memeriksa contoh tandan dari setiap muatan. Hasil pemeriksaan dihitung menjadi persentase potongan dari berat bersih. Aturan sortasi berbeda antar pabrik, dan kebun plasma atau kemitraan biasanya punya pedoman yang disepakati bersama.
Contoh dengan asumsi: misalkan satu truk membawa 8.000 kg TBS dari kebun Anda. Pabrik menemukan 5 persen tandan mentah dan menerapkan potongan, menurut asumsi aturan pabrik tersebut, sebesar 0,5 kg untuk setiap 1 kg tandan mentah. Maka potongannya 8.000 x 5 persen x 0,5 = 200 kg. Dengan harga yang Anda terima per kg pada hari itu, 200 kg adalah pendapatan yang hilang hanya dari satu truk. Tanyakan aturan sortasi yang sebenarnya ke pabrik tujuan Anda, karena cara hitungnya bisa berbeda.
Hitungan seperti ini menjelaskan mengapa pengawasan kematangan di kebun lebih murah daripada potongan di pabrik. Tentang memilih tempat menjual buah, lihat menjual TBS ke pabrik atau pengepul.
Mengawasi kematangan di kebun
Beberapa kebiasaan yang membantu:
- Mandor memeriksa tandan di TPH setiap hari dan mencatat jumlah tandan mentah per pemanen.
- Tandan mentah tidak dibayar atau dikenai denda sesuai aturan kebun yang sudah disepakati.
- Brondolan dihitung dan dibayar terpisah, supaya pemanen terdorong mengutipnya.
- Pemanen baru didampingi pemanen berpengalaman beberapa hari pertama.
Pemanen yang dibayar per kilogram cenderung memotong tandan lebih awal untuk menambah berat. Sistem pengawasan dan insentif harus mengimbangi kecenderungan ini.
Panen pertama pada tanaman muda
Tanaman yang baru mulai berbuah menghasilkan tandan kecil, dan sebagian buahnya sering berupa buah pasir yang tidak berkembang sempurna. Kriteria brondolan pada tahap ini biasanya lebih rendah karena tandan kecil melepaskan lebih sedikit buah. Banyak kebun menunda panen komersial sampai tandan cukup besar, karena biaya memanen dan mengangkut tandan yang sangat kecil bisa melebihi nilainya. Keputusan ini perlu dihitung dengan berat janjang rata-rata dan harga di pabrik tujuan.
Langkah berikutnya
Tulis kriteria matang panen untuk kebun Anda, misalnya jumlah brondolan minimum per kelompok umur tanaman, dan sampaikan ke semua pemanen. Minta salinan hasil sortasi dari pabrik untuk setiap pengiriman dan lacak persentase buah mentah dari waktu ke waktu. Alat panen yang tepat juga membantu kualitas potongan, seperti dibahas di alat panen sawit: dodos dan egrek. Gambaran hasil yang bisa dicapai per hektare ada di hasil panen sawit per hektar.