Kebun sawit di Kepulauan Bangka Belitung tersebar di Pulau Bangka, terutama di Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka, serta di Pulau Belitung, terutama Belitung Timur. Sawit di sini tumbuh berdampingan dengan dua kegiatan yang lebih tua: tambang timah dan kebun lada.

Bagi pembeli, Bangka Belitung punya tiga pertanyaan khusus yang jarang muncul di provinsi lain. Apakah tanahnya pasir atau tanah mineral yang cukup dalam. Apakah bidangnya pernah ditambang atau beririsan dengan wilayah izin tambang. Dan bagaimana Anda akan mengelola kebun yang terpisah laut dari tempat tinggal Anda.

Tanah pulau: pasir, tanah mineral dan bekas tambang

Tanah di Bangka Belitung sangat beragam dalam jarak pendek. Satu hamparan bisa berpindah dari tanah mineral merah yang cukup dalam ke pasir putih dalam beberapa ratus meter. Untuk sawit, perbedaannya besar.

  • Tanah mineral di pedalaman. Ini yang paling layak. Sawit tumbuh baik bila tanahnya cukup dalam dan pemupukan berjalan. Kebanyakan kebun produktif di Bangka berada di tanah seperti ini.
  • Pasir kuarsa. Tanah pasir putih menahan air dan hara dengan buruk. Sawit di atasnya cenderung pucat, pelepahnya pendek, dan produksinya turun cepat saat kemarau. Biaya pupuk per ton buah menjadi tinggi.
  • Lahan bekas tambang. Bekas tambang timah meninggalkan lubang berisi air yang disebut kolong, hamparan pasir sisa pencucian (tailing), dan lapisan tanah atas yang hilang. Menanam sawit di lahan seperti ini membutuhkan pemulihan tanah yang panjang, dan hasilnya tidak bisa dijanjikan.

Saat survei, gali beberapa lubang kecil atau bawa bor tanah sederhana. Lapisan pasir putih di bawah lapisan tipis tanah gelap adalah tanda yang perlu dicatat. Penjelasan lebih luas tentang kelas tanah ada di jenis tanah untuk kebun sawit.

Tumpang tindih dengan tambang timah

Di Bangka Belitung, ada dua istilah dengan singkatan yang sama dan Anda perlu membedakannya. Izin Usaha Perkebunan (IUP) adalah izin untuk kebun berskala 25 hektare ke atas. Izin Usaha Pertambangan, yang singkatannya juga IUP, adalah izin untuk menambang, termasuk timah. Dalam dokumen dan percakapan di lapangan, keduanya sering hanya disebut IUP. Pastikan Anda tahu mana yang sedang dibicarakan.

Wilayah izin tambang timah meliputi bagian besar daratan dan perairan Bangka Belitung. Sebagian beririsan dengan lahan yang sudah ditanami masyarakat. Selain tambang berizin, ada juga penambangan rakyat yang berpindah-pindah. Dua risikonya bagi pemilik kebun:

  1. Lahan kebun bisa didatangi penambang, dengan atau tanpa izin, karena di bawahnya ada kandungan timah.
  2. Bila bidang kebun berada di dalam wilayah izin tambang, pemanfaatannya bisa bersinggungan dengan hak pemegang izin.

Untuk menilai risiko ini, minta koordinat batas kebun, lalu tanyakan posisinya ke dinas energi dan sumber daya mineral provinsi. Lihat juga sekeliling kebun. Kolong baru atau mesin tambang di dekat batas kebun adalah tanda bahwa lahan di sekitarnya sedang diincar.

Status kawasan hutan dan batas bidang

Seperti di provinsi lain, sebagian kebun di Bangka Belitung berada di dalam atau berbatasan dengan kawasan hutan, termasuk hutan lindung pantai dan hutan produksi. Cek ke Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) dan dinas kehutanan provinsi.

Batas bidang juga perlu perhatian lebih. Di lahan yang pernah ditambang atau dirambah, patok batas sering hilang dan bentuk bidang berubah. Ukur ulang dan cocokkan dengan peta bidang di kantor pertanahan. Langkah praktisnya ada di mengecek batas kebun sawit.

Logistik pulau

Mengelola kebun di pulau berarti dua hal. Pertama, buah harus terjual di pulau yang sama. Tandan Buah Segar (TBS) tidak bisa menunggu lama, jadi kebun Anda bergantung pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di pulau itu. Petakan PKS terdekat dan tanyakan apakah mereka menerima buah petani mandiri secara rutin.

Kedua, kunjungan pemilik. Bangka dan Belitung terhubung dengan Sumatera dan Jawa melalui pelabuhan seperti Muntok, Pangkalbalam dan Tanjung Pandan, serta penerbangan ke Pangkalpinang dan Tanjung Pandan. Pemilik yang tinggal di luar pulau biasanya memerlukan mandor tepercaya di lokasi.

Contoh hitungan sederhana

Misalkan Anda membandingkan dua kebun 5 hektare. Kebun A di tanah mineral, dengan asumsi produksi 18 ton TBS per hektare per tahun. Kebun B di tanah berpasir, dengan asumsi 11 ton per hektare per tahun dan kebutuhan pupuk 30 persen lebih tinggi. Selisih produksinya 7 ton per hektare, atau 35 ton per tahun untuk 5 hektare. Dikalikan harga TBS yang Anda dapat dari dinas perkebunan atau PKS setempat, selisih itu menunjukkan berapa besar beda harga yang wajar antara dua kebun yang luasnya sama. Semua angka di sini adalah asumsi untuk ilustrasi, bukan data kebun di Bangka.

Lada, karet dan sawit di satu desa

Bangka Belitung dikenal sebagai penghasil lada putih, dan di banyak desa kebun lada, karet dan sawit berdampingan. Bagi pembeli, ini membawa dua konsekuensi. Pertama, sebagian kebun sawit yang ditawarkan adalah bekas kebun lada atau karet yang diganti, sehingga umur tanaman, jarak tanam dan asal bibitnya perlu diperiksa satu per satu. Kedua, tenaga kerja di desa terbagi di antara beberapa komoditas, dan pada musim tertentu pemanen sawit bisa sulit dicari.

Perhatikan juga pola kepemilikan di desa. Di daerah yang lama hidup dari tambang dan lada, lahan sering berpindah tangan secara informal. Penjual yang menguasai kebun belum tentu orang yang tercatat sebagai pemilik di kantor pertanahan atau di catatan desa. Telusuri rantai peralihannya sampai ke pemilik pertama yang bisa dibuktikan, dan minta penjelasan tertulis dari kepala desa bila riwayatnya hanya dicatat dengan kuitansi.

Daftar periksa singkat

  • Jenis tanah di beberapa titik, bukan hanya di dekat jalan.
  • Ada atau tidaknya kolong dan bekas galian di dalam bidang.
  • Posisi terhadap wilayah izin tambang dan kawasan hutan.
  • Jenis surat tanah dan kecocokannya dengan peta bidang.
  • PKS terdekat yang menerima buah petani, beserta jarak tempuhnya.
  • Orang yang akan menjaga dan mengelola kebun saat Anda tidak di pulau.

Langkah berikutnya

Bangka Belitung bisa menjadi pilihan yang baik bila Anda menemukan kebun di tanah mineral yang utuh, jauh dari aktivitas tambang dan dekat PKS. Kebun seperti itu tidak selalu yang termurah, tetapi biaya kesalahannya jauh lebih kecil. Gunakan kerangka di memilih lokasi kebun sawit untuk membandingkannya dengan pilihan di daratan Sumatera.

Penawaran di provinsi ini ada di halaman Bangka Belitung, dan seluruh penawaran ada di katalog properti.