Ada kebun sawit di Jawa, tetapi jumlahnya kecil. Sebagian besar berada di Banten bagian selatan, terutama di Kabupaten Lebak, dan di sebagian Jawa Barat bagian barat. Banyak di antaranya adalah kebun milik negara yang sudah lama berdiri, ditambah kebun rakyat berukuran kecil di sekitarnya. Di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur, kebun sawit hampir tidak ditemukan dalam skala yang berarti.
Bagi pembeli yang tinggal di Jawa, ini berarti pilihan kebun sawit di pulau sendiri sangat terbatas. Artikel ini menjelaskan mengapa, di mana kebun yang ada, dan apa yang perlu diperiksa bila Anda menemukan penawaran kebun sawit di Jawa.
Sejarahnya justru dimulai di Bogor
Sawit bukan tanaman asli Indonesia. Empat bibit sawit pertama dibawa ke Hindia Belanda dan ditanam di Kebun Raya Bogor pada 1848. Keturunan tanaman itu sempat ditanam sebagai tanaman hias di berbagai tempat, termasuk di Sumatera. Perkebunan sawit komersial baru berkembang di Sumatera bagian utara pada awal abad ke-20, lalu meluas ke provinsi lain, dan baru belakangan ke Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
Jadi, meskipun sejarah sawit Indonesia dimulai di Jawa, pulau ini tidak pernah menjadi sentra produksinya.
Di mana kebun sawit di Jawa
Kebun sawit di Jawa umumnya berada di dataran rendah sampai perbukitan rendah di bagian barat pulau, di wilayah yang curah hujannya cukup tinggi dan musim keringnya tidak terlalu panjang. Banten selatan dan sebagian Jawa Barat memenuhi syarat itu lebih baik daripada bagian tengah dan timur Jawa.
Bentuk kebun yang mungkin Anda temui:
- Kebun milik negara. Kebun lama yang dikelola badan usaha milik negara. Kebun ini tidak dijual kepada perorangan.
- Kebun rakyat kecil. Petani di sekitar kebun negara kadang menanam sawit di lahan sendiri, biasanya dalam hitungan hektare atau kurang, dan menjual buah ke pabrik terdekat.
- Lahan campuran. Sawit ditanam bersama karet, kelapa atau tanaman lain dalam satu bidang. Pola ini umum pada lahan yang dulu kebun campuran.
Penawaran yang ada di wilayah ini bisa Anda lihat di halaman Banten dan Jawa Barat.
Mengapa sawit jarang di Jawa
Beberapa alasan saling menguatkan:
- Lahan padat dan mahal. Jawa adalah pulau terpadat di Indonesia. Harga tanah per meter persegi tinggi karena bersaing dengan permukiman, industri dan pertanian pangan, sehingga hitungan sawit per hektare sulit bersaing.
- Bidang tanah kecil. Kepemilikan tanah di Jawa terbagi kecil-kecil karena pewarisan turun-temurun. Membangun hamparan sawit puluhan hektare berarti membeli dari banyak pemilik.
- Lahan pangan dilindungi. Sawah dan lahan pangan tertentu bisa ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009. Lahan seperti ini tidak bisa begitu saja dialihkan menjadi kebun sawit.
- Iklim di bagian tengah dan timur. Banyak wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur punya musim kemarau yang panjang dan tegas. Sawit butuh hujan yang cukup dan merata, dan kemarau panjang menurunkan produksi berbulan-bulan kemudian.
- Pabrik pengolahan sedikit. Karena kebunnya sedikit, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) juga sedikit. Tandan Buah Segar (TBS) harus diolah cepat setelah dipanen, jadi kebun tanpa pabrik di dekatnya sulit menguntungkan.
- Sejarah perkebunan lain. Lahan perkebunan di Jawa sejak lama diisi teh, karet, kopi, kakao dan tebu, yang masing-masing sudah punya rantai pengolahan sendiri.
Bila Anda menemukan kebun sawit di Jawa
Penawaran kebun sawit di Jawa jarang, jadi sebagian pembeli tergoda untuk langsung mengambilnya. Periksa dulu hal-hal ini:
- Pembeli buah. Siapa yang membeli TBS dari kebun ini, berapa jaraknya, dan apakah pembeli itu rutin menerima buah petani. Ini pertanyaan pertama, bukan terakhir.
- Status lahan. Pastikan bidang itu bukan lahan pangan yang dilindungi, bukan bagian dari kebun negara, dan tidak berada di kawasan hutan. Cek ke kantor pertanahan dan dinas terkait.
- Sertifikat. Di Jawa, tanah bersertifikat lebih umum dibanding di banyak daerah sawit di luar Jawa. Ini keuntungan. Tetap cek keaslian Sertifikat Hak Milik (SHM) dan riwayat peralihannya di kantor pertanahan kabupaten.
- Umur dan kondisi tanaman. Kebun rakyat kecil kadang ditanam tanpa bibit bersertifikat. Lihat tandannya saat panen.
- Harga lahan dibanding nilai kebun. Di Jawa, nilai tanah sering jauh melampaui nilai produksi sawitnya. Bila Anda membeli, pahami bahwa yang Anda bayar sebagian besar adalah tanah, bukan kebun.
Contoh hitungan: tanah atau kebun
Untuk melihat mengapa sawit sulit bersaing di Jawa, coba hitungan sederhana berikut. Semua angka adalah asumsi untuk ilustrasi, bukan harga yang berlaku.
Misalkan sebidang lahan 1 hektare di Banten selatan ditawarkan dengan harga yang setara Rp 50.000 per meter persegi, atau Rp 500 juta per hektare. Dengan asumsi produksi 18 ton Tandan Buah Segar per hektare per tahun dan pendapatan bersih setelah biaya Rp 700 per kilogram, kebun itu menghasilkan sekitar Rp 12,6 juta per tahun. Artinya, hasil kebun hanya sekitar 2,5 persen dari harga lahan per tahun.
Di daerah sawit di luar Jawa, harga lahan per hektare umumnya jauh lebih rendah, sehingga hasil yang sama memberi persentase yang jauh lebih besar terhadap modal. Hitungan ini menunjukkan bahwa di Jawa, pembeli kebun sawit pada dasarnya membeli tanah, dan sawit hanya menjadi penghasilan sampingan dari tanah itu. Ganti angka asumsi dengan harga dan produksi yang Anda dapatkan di lapangan.
Pilihan bagi pembeli yang tinggal di Jawa
Banyak pembeli kebun sawit tinggal di Jakarta, Bandung, Surabaya atau kota lain di Jawa, tetapi kebunnya berada di luar Jawa. Pilihan yang paling dekat adalah Lampung, yang bisa dicapai lewat penyeberangan dan jalan tol. Panduannya ada di kebun sawit di Lampung. Bila Anda menimbang dua pulau sawit terbesar, baca perbandingan Sumatera atau Kalimantan.
Membeli kebun di luar pulau menuntut pengelola yang tepercaya di lokasi dan kunjungan rutin. Rencanakan hal ini sejak awal, sebelum memilih kebun.
Ringkasnya untuk pembeli
Kebun sawit di Jawa ada, tetapi sedikit, kecil dan sangat bergantung pada pabrik terdekat. Bila Anda menemukan penawaran di Banten atau Jawa Barat, nilai kebun itu dari akses ke pembeli buah dan status tanahnya terlebih dahulu. Untuk menimbang lokasi secara menyeluruh, gunakan kerangka di memilih lokasi kebun sawit, dan lihat penawaran di Jawa melalui halaman Jawa.