Sumatera Utara adalah salah satu daerah tertua untuk perkebunan sawit di Indonesia. Perkebunan sawit komersial mulai dibuka di pantai timur Sumatera pada awal abad ke-20, dan sejak itu kawasan ini menjadi pusat perusahaan perkebunan negara dan swasta. Bagi calon pembeli, sejarah panjang ini berarti pasar yang matang, banyak pabrik dan tenaga kerja terampil, tetapi juga banyak kebun tua, lahan yang sudah ditanami beberapa generasi, dan sengketa lahan yang berakar lama.

Panduan ini menyoroti apa yang khas dari Sumatera Utara dan apa yang perlu diperiksa sebelum membeli. Kebun yang sedang ditawarkan di provinsi ini bisa dilihat di halaman kebun sawit di Sumatera Utara.

Sebaran kebun: pantai timur dan pantai barat

Sebagian besar kebun sawit Sumatera Utara berada di dataran rendah pantai timur, dari Langkat di utara sampai Labuhanbatu di selatan, termasuk Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batu Bara, Asahan dan Simalungun bagian bawah. Kawasan ini relatif datar, dekat dengan jalan lintas timur, dan dekat dengan pelabuhan Belawan serta Kuala Tanjung.

Di sisi barat dan selatan, kebun sawit berkembang di dataran rendah pantai barat dan lembah seperti Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. Daerah ini umumnya lebih jauh dari pelabuhan utama dan sebagian aksesnya melewati jalan pegunungan. Dataran tinggi di tengah provinsi, sekitar Danau Toba dan Karo, tidak cocok untuk sawit karena ketinggian dan suhu.

Tanahnya sebagian besar tanah mineral. Ada lahan gambut dan rawa di beberapa bagian pesisir, misalnya di Labuhanbatu dan sekitarnya, yang membutuhkan pengelolaan air tersendiri.

Tantangan kebun generasi lama

Karena perkebunan di pantai timur sudah berjalan lebih dari satu abad, banyak lahan sudah ditanami sawit dua atau tiga kali. Ini membawa beberapa konsekuensi bagi pembeli.

Umur tanaman

Banyak kebun rakyat yang ditanam pada periode ekspansi tahun 1990-an kini mendekati atau melewati umur ekonomis sekitar 25 tahun. Pokok tua sulit dipanen karena terlalu tinggi dan produktivitasnya menurun. Kebun seperti ini sebaiknya dinilai sebagai calon peremajaan, bukan sebagai kebun produktif. Biaya dan tahapannya dibahas di peremajaan replanting kebun sawit.

Ganoderma

Penyakit busuk pangkal batang oleh jamur Ganoderma boninense cenderung lebih berat di lahan yang sudah ditanami sawit berulang kali, karena sisa batang dan akar dari generasi sebelumnya bisa menjadi sumber jamur. Saat survei, hitung pokok yang tumbang, kosong atau menunjukkan jamur di pangkal batang. Cara mengenalinya ada di penyakit busuk pangkal batang Ganoderma.

Kesuburan tanah

Lahan yang lama ditanami biasanya sudah banyak menyerap pupuk, dan tanahnya bisa mengalami penurunan bahan organik. Catatan pemupukan beberapa tahun terakhir lebih berharga daripada klaim produksi lisan.

Sengketa lahan dan bekas hak guna usaha

Sumatera Utara punya sejarah panjang sengketa lahan perkebunan, terutama di sekitar lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan negara dan swasta. Sebagian lahan yang HGU-nya habis atau dilepas masih menjadi rebutan antara perusahaan, pemerintah daerah, kelompok tani dan warga yang sudah lama menggarap. Ada juga klaim tanah adat dari masyarakat setempat.

Bagi pembeli, tanda bahaya yang perlu diwaspadai:

  • penjual menyebut lahan sebagai bekas HGU atau garapan tanpa bisa menunjukkan dasar hak yang jelas
  • surat tanah hanya berupa surat keterangan dari kelompok atau organisasi, bukan dari desa atau kantor pertanahan
  • ada papan klaim, pagar atau patok perusahaan di sekitar kebun
  • tetangga atau kepala desa enggan memberi keterangan tentang riwayat lahan

Cek ke kantor pertanahan apakah bidang tersebut masih tercatat sebagai bagian dari HGU tertentu. Langkah menghadapi sengketa dibahas di sengketa lahan kebun sawit.

Keunggulan yang nyata

Di balik tantangan itu, Sumatera Utara punya keunggulan yang sulit ditandingi daerah lain:

  • Pabrik dan pembeli buah banyak, terutama di pantai timur, sehingga persaingan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) relatif ketat.
  • Benih resmi dekat, karena beberapa produsen benih bersertifikat berada di provinsi ini, termasuk Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan. Ini memudahkan peremajaan dengan bibit unggul.
  • Tenaga kerja dan mandor berpengalaman, karena budaya kerja perkebunan sudah turun-temurun.
  • Infrastruktur jalan, pelabuhan dan jasa pendukung seperti bengkel alat berat dan pemasok pupuk lebih lengkap.

Pertanyaan yang sebaiknya diajukan ke penjual

Di daerah dengan sejarah perkebunan panjang, penjual biasanya cukup paham soal kebunnya. Manfaatkan itu dengan pertanyaan yang spesifik:

  • Tahun berapa kebun ini ditanam, dan apakah ini tanaman generasi pertama di lahan ini atau sudah ada sawit sebelumnya.
  • Dari mana bibitnya dibeli, dan apakah masih ada kuitansi atau label kecambah.
  • Berapa produksi per bulan dalam dua tahun terakhir, berdasarkan nota timbang pabrik atau pengepul.
  • Pupuk apa yang diberikan, berapa kali setahun, dan kapan terakhir.
  • Berapa pokok yang mati atau tumbang dalam lima tahun terakhir, dan apakah sudah disisip.
  • Apakah pernah ada orang lain yang mengklaim sebagian lahan.

Jawaban yang didukung bukti tertulis jauh lebih bernilai daripada jawaban lisan. Penjual yang menyimpan nota timbang dan catatan pupuk biasanya juga merawat kebunnya dengan baik.

Daftar periksa sebelum membeli

  1. Pastikan status hak: Sertifikat Hak Milik (SHM) atau surat penguasaan dari desa, dan cocokkan di kantor pertanahan bahwa bidang itu tidak berada di dalam HGU aktif atau lahan sengketa.
  2. Cek status kawasan hutan, terutama untuk kebun di pinggir hutan di pantai barat dan selatan.
  3. Hitung umur tanaman dari tahun tanam, bukan dari perkiraan penjual, lalu bandingkan dengan sisa umur ekonomis.
  4. Hitung pokok sakit, tumbang dan kosong per blok.
  5. Tanyakan asal bibit, karena di daerah yang dekat produsen benih pun bibit asalan masih ditemukan.
  6. Catat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tempat buah dijual dan ongkos angkutnya.

Harga kebun di Sumatera Utara

Karena banyak kebun tua, harga kebun di Sumatera Utara sering lebih ditentukan oleh nilai tanah dan lokasi daripada oleh tanamannya. Kebun dekat kota atau jalan lintas bisa dihargai tinggi walaupun tanamannya sudah tua, karena tanahnya punya nilai di luar sawit. Harga TBS untuk pekebun ditetapkan berkala oleh dinas perkebunan provinsi, dan angka terbarunya bisa dicek di sana atau di PKS terdekat.

Langkah berikutnya

Di Sumatera Utara, pertanyaan pertama adalah riwayat lahan, pertanyaan kedua umur tanaman. Kebun dengan riwayat bersih dan rencana peremajaan yang realistis bisa menjadi pilihan baik, apalagi dengan akses ke benih resmi dan pabrik yang banyak. Bandingkan juga dengan provinsi lain lewat memilih lokasi kebun sawit.