Kebun sawit perlu diremajakan ketika produksinya sudah tidak menutup biaya dengan layak, biasanya mendekati umur sekitar 25 tahun, atau lebih cepat jika kebun memakai bibit asalan dan hasilnya rendah sejak awal. Ada dua cara utama: tumbang serempak, yaitu menebang semua pohon tua lalu menanam ulang, dan tanam sisip (underplanting), yaitu menanam bibit baru di antara pohon tua yang dimatikan bertahap.

Tantangan terbesar peremajaan bukan teknik menanam, melainkan masa sekitar tiga tahun tanpa pendapatan dari blok yang diremajakan. Rencana kas yang baik sama pentingnya dengan bibit yang baik.

Tanda kebun sudah waktunya diremajakan

Jangan hanya melihat umur. Perhatikan gabungan beberapa tanda berikut:

  • pemanen kesulitan menjangkau tandan karena pohon terlalu tinggi, sehingga banyak buah terlewat,
  • produksi per hektare terus turun meski pupuk sudah diberikan sesuai kebutuhan,
  • banyak pokok mati atau tumbang, misalnya karena busuk pangkal batang Ganoderma,
  • biaya panen dan perawatan per kilogram Tandan Buah Segar (TBS) makin mendekati harga jual,
  • kebun memakai bibit yang ternyata Dura atau bibit asalan dengan hasil rendah.

Kebun bibit asalan kadang lebih untung diremajakan jauh sebelum umur 25 tahun. Mempertahankannya berarti terus merawat tanaman yang tidak akan pernah memberi hasil layak. Tanda-tandanya diuraikan di artikel ciri kebun sawit bibit asalan.

Dua cara utama peremajaan

AspekTumbang serempakTanam sisip (underplanting)
Cara kerjasemua pohon tua ditebang dan dicacah, lalu lahan ditanam ulangbibit ditanam di antara pohon tua, pohon tua dimatikan bertahap
Pendapatan selama peralihanhilang di blok itu sampai tanaman baru berbuahmasih ada panen kecil dari pohon tua untuk sementara
Kebersihan lahan dan sanitasilebih mudah dikendalikanlebih sulit
Risiko kumbang tandukada, bisa dikendalikan dengan pencacahan dan sanitasilebih tinggi, karena batang mati berdiri jadi tempat berkembang biak
Pertumbuhan bibitcahaya penuh, tumbuh lebih cepatternaungi, tumbuh lebih lambat
Peluang tumpang sariluas di gawanganterbatas

Di perkebunan besar, tumbang serempak dengan pencacahan batang menjadi praktik umum karena hasil tanaman barunya lebih seragam. Tanam sisip masih dipakai sebagian petani untuk mempertahankan sedikit pendapatan, tetapi harus diikuti pengendalian hama yang ketat.

Mengapa batang tua harus dicacah

Batang sawit yang membusuk adalah tempat berkembang biak kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros), yang larvanya hidup di bahan organik lapuk dan kumbang dewasanya merusak titik tumbuh tanaman muda. Batang dan pangkal yang terinfeksi Ganoderma juga menjadi sumber penularan bagi bibit baru.

Karena itu batang tua dicacah menjadi potongan tipis, disebar atau ditumpuk di gawangan agar cepat melapuk, dan bagian pangkal batang serta akar yang terinfeksi dibongkar sebisa mungkin. Membakar batang bukan pilihan: membuka lahan dengan api adalah tindak pidana, dan pemilik bisa dimintai tanggung jawab atas kebakaran di lahannya. Informasi lengkap ada di artikel hama kumbang tanduk pada sawit.

Langkah peremajaan secara berurutan

  1. Evaluasi kebun per blok. Catat umur, produksi, jumlah pokok hidup, dan tingkat serangan penyakit. Blok terburuk diremajakan lebih dulu.
  2. Pastikan legalitas. Lahan harus jelas statusnya dan berada di luar kawasan hutan, terutama jika Anda ingin memakai dana hibah atau kredit.
  3. Pesan bibit lebih awal. Bibit butuh sekitar 12 bulan di pembibitan. Beli kecambah atau bibit dari produsen benih resmi yang terdaftar di Kementerian Pertanian, lewat prosedur dinas perkebunan.
  4. Tumbang dan cacah. Tebang pohon tua, cacah batangnya, bongkar sisa pangkal yang sakit.
  5. Siapkan lahan. Atur drainase, buat teras di lahan miring, pasang ajir sesuai jarak tanam, dan tanam kacangan penutup tanah.
  6. Tanam. Lubang tanam disiapkan dengan pupuk dasar, bibit ditanam di awal musim hujan.
  7. Rawat tanaman belum menghasilkan (TBM) dengan disiplin. Pupuk, piringan, sensus tanaman, dan penyisipan bibit yang mati.

Detail jarak tanam dan teknik menanam ada di artikel cara menanam sawit.

Pos biaya yang perlu dianggarkan

Sebelum mulai, susun anggaran per hektare dengan pos-pos berikut. Besarnya sangat berbeda antardaerah, jadi minta penawaran dari kontraktor dan pemasok setempat:

  • penumbangan dan pencacahan batang tua,
  • pembongkaran pangkal dan sanitasi blok yang terserang Ganoderma,
  • perbaikan drainase, jalan kebun, dan teras,
  • bibit siap tanam dan ongkos angkutnya,
  • pupuk dasar dan pupuk tahun-tahun pertama,
  • benih kacangan penutup tanah,
  • upah tanam, penyisipan, dan perawatan selama TBM,
  • pengendalian hama, terutama kumbang tanduk dan tikus.

Biaya perawatan TBM sering dilupakan saat menyusun anggaran, padahal berlangsung sekitar tiga tahun.

Meremajakan bertahap

Jika kebun cukup luas, jangan meremajakan semuanya sekaligus. Misalkan kebun Anda 8 hektare. Dengan asumsi Anda meremajakan 2 hektare per tahun, selama empat tahun selalu ada sekitar 6 hektare yang masih dipanen, dan pada tahun keempat blok pertama sudah mulai berbuah. Pendapatan turun, tetapi tidak hilang.

Kelemahan cara bertahap: blok tua di sebelah blok muda bisa menjadi sumber hama kumbang tanduk dan Ganoderma. Sanitasi di perbatasan blok harus diperhatikan.

Tumpang sari di gawangan

Selama tanaman sawit masih kecil, ruang di antara barisan bisa ditanami tanaman semusim seperti jagung, kacang tanah, atau cabai, dengan jarak aman dari piringan sawit. Hasilnya tidak menggantikan panen sawit, tetapi membantu menutup biaya perawatan.

Dana hibah dan kredit

Pekebun rakyat bisa mengajukan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), yang memberi dana hibah per hektare untuk luasan terbatas per pekebun, biasanya lewat koperasi atau kelompok tani. Sisanya bisa ditutup dengan tabungan atau kredit. Syarat dan alurnya dibahas di artikel Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menunda peremajaan bertahun-tahun karena takut kehilangan pendapatan, padahal produksi kebun tua terus menurun.
  • Memakai bibit murah dari sumber tidak jelas untuk menghemat biaya. Kesalahan ini baru terlihat saat tanaman berbuah dan berlaku sampai 25 tahun ke depan.
  • Membiarkan batang tua utuh di lahan, sehingga serangan kumbang tanduk meledak.
  • Tidak menyiapkan dana perawatan TBM, sehingga tanaman muda kekurangan pupuk dan terlambat berbuah.

Langkah berikutnya

Mulailah dengan mencatat produksi dan jumlah pokok per blok selama setahun, lalu hitung biaya per kilogram TBS. Angka itu memberi tahu blok mana yang paling mendesak diremajakan. Untuk memahami kurva produksi yang mendasari keputusan ini, baca artikel umur ekonomis tanaman sawit.