Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah dengan bunga yang disubsidi pemerintah, sehingga jauh lebih ringan dari kredit komersial biasa. Petani sawit bisa memakainya untuk modal kerja seperti pupuk dan upah panen, untuk alat dan sarana kebun, atau untuk menutup selisih biaya peremajaan. Syarat dasarnya adalah usaha yang sudah berjalan, identitas dan dokumen usaha yang lengkap, serta kemampuan membayar angsuran dari hasil kebun.
KUR bukan dana hibah. Pinjaman harus dikembalikan dengan bunga, dan kebun sawit punya pendapatan yang naik turun mengikuti harga Tandan Buah Segar (TBS). Karena itu hitungan kemampuan bayar lebih penting daripada besar plafon yang bisa didapat.
Jenis KUR menurut plafon
Pemerintah membagi KUR ke dalam beberapa jenis, terutama berdasarkan besar pinjaman: KUR super mikro untuk pinjaman sangat kecil, KUR mikro, dan KUR kecil untuk pinjaman yang lebih besar. Ada juga skema khusus untuk kelompok usaha dan untuk pekerja migran. Batas plafon, suku bunga, dan tenor setiap jenis diatur pemerintah dan bisa berubah dari tahun ke tahun.
Bagi petani sawit, yang paling sering dipakai adalah KUR mikro dan KUR kecil. Tanyakan langsung ke bank penyalur angka plafon dan bunga yang berlaku saat Anda mengajukan, karena aturan bisa berubah.
Untuk apa KUR berguna di kebun sawit
Modal kerja
Pupuk adalah pos biaya terbesar dalam perawatan kebun yang menghasilkan, sering separuh atau lebih dari total biaya. Saat harga TBS sedang rendah, banyak petani mengurangi pupuk, padahal dampaknya ke produksi muncul berbulan-bulan kemudian. Modal kerja dari KUR bisa menjaga pemupukan tetap berjalan.
Sarana dan alat
Alat panen, gerobak sorong, alat semprot, perbaikan jalan kebun, atau jembatan kecil yang memperlancar angkut buah adalah investasi yang langsung berpengaruh ke hasil.
Peremajaan
Dana hibah Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) biasanya tidak menutup seluruh biaya sampai tanaman menghasilkan. KUR sering dipakai untuk menutup selisihnya. Untuk tujuan ini, perhatikan masa tenggang: tanaman baru belum menghasilkan sekitar dua sampai tiga tahun, jadi angsuran pokok yang dimulai terlalu cepat akan memberatkan. Alur PSR dibahas di artikel Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Syarat umum
Rincian syarat berbeda antarbank, tetapi umumnya meliputi:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga,
- usaha produktif yang sudah berjalan, dibuktikan misalnya dengan surat keterangan usaha dari desa atau kelurahan,
- untuk plafon tertentu, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),
- tidak sedang menerima kredit produktif lain yang dilarang oleh ketentuan KUR,
- riwayat kredit yang baik,
- bukti penguasaan kebun, yang juga bisa menjadi agunan untuk plafon lebih besar.
Untuk petani sawit, bank sering bertanya soal luas kebun, umur tanaman, hasil panen per bulan, dan ke mana buah dijual. Catatan panen dan bukti timbang dari pabrik atau pengepul sangat membantu. Cara membuat catatan seperti itu ada di artikel pembukuan sederhana kebun sawit.
Mengajukan berkelompok lewat koperasi kadang lebih mudah, karena koperasi bisa membantu menyusun data dan bank melihat ada lembaga yang ikut memantau. Uraiannya ada di artikel peran koperasi bagi petani sawit.
Menghitung kemampuan bayar
Contoh berikut memakai angka asumsi, bukan bunga atau harga yang berlaku.
Misalkan Anda meminjam Rp 50 juta dengan tenor 4 tahun dan, dengan asumsi bunga efektif 6 persen per tahun, angsuran tetap setiap bulan. Angsurannya sekitar Rp 1,17 juta per bulan.
Sekarang bandingkan dengan kebun. Misalkan kebun Anda 2 hektare yang sudah menghasilkan, dengan asumsi:
- produksi 15 ton TBS per hektare per tahun, atau sekitar 2,5 ton per bulan untuk 2 hektare,
- harga yang Anda terima Rp 2.000 per kilogram pada skenario rendah,
- biaya perawatan, panen, dan angkut Rp 1.000 per kilogram.
Sisa bersih per bulan pada skenario rendah: 2.500 kg x (Rp 2.000 dikurangi Rp 1.000) = Rp 2,5 juta. Angsuran Rp 1,17 juta memakan hampir separuhnya. Jika kebutuhan rumah tangga juga diambil dari kebun, ruangnya sempit. Hitungan seperti ini membantu Anda memilih plafon yang aman, bukan plafon terbesar yang ditawarkan.
Ingat juga bahwa produksi sawit tidak rata sepanjang tahun. Di bulan trek, hasil panen bisa turun cukup jauh, sementara angsuran tetap. Sisihkan cadangan dari bulan-bulan ramai.
KUR dan pembelian kebun
Sebagian orang bertanya apakah KUR bisa dipakai untuk membeli kebun. KUR dirancang sebagai pembiayaan usaha produktif, dan plafonnya umumnya jauh di bawah harga kebun yang layak. Untuk membeli kebun, bank biasanya menawarkan kredit investasi atau kredit dengan agunan, dengan bunga komersial dan penilaian yang lebih ketat terhadap legalitas lahan. Pembahasannya ada di artikel membeli kebun sawit dengan pinjaman bank.
Setelah kebun dibeli, KUR tetap bisa berguna untuk modal kerja, misalnya memulihkan kebun yang kurang pupuk. Pola yang lebih aman adalah membeli kebun dengan dana sendiri atau kredit investasi, lalu memakai KUR dalam jumlah kecil untuk perawatan, bukan menumpuk beberapa pinjaman sekaligus di tahun pertama.
Yang dinilai bank dari kebun Anda
Petugas bank biasanya ingin tahu:
- siapa pemilik kebun menurut surat, dan apakah nama itu sama dengan peminjam,
- luas kebun yang sudah menghasilkan dan umur tanamannya,
- rata-rata hasil panen per bulan beserta buktinya,
- ke mana buah dijual dan bagaimana pembayarannya diterima,
- pengeluaran rutin kebun dan rumah tangga.
Jawaban yang didukung catatan tertulis mempercepat proses dan membuat bank lebih yakin.
Kesalahan yang sering terjadi
- Memakai KUR untuk kebutuhan konsumtif. Pinjaman produktif yang dipakai untuk membeli kendaraan pribadi atau renovasi rumah tidak menghasilkan uang untuk membayar angsuran.
- Meminjam di puncak harga. Hitungan yang hanya memakai harga TBS saat ini akan meleset ketika harga turun.
- Tidak mencocokkan masa tenggang dengan siklus tanaman. Ini paling berisiko untuk dana peremajaan.
- Memberikan agunan atas nama orang lain tanpa memahami akibatnya bila kredit macet.
- Tidak menyimpan bukti pembayaran. Riwayat kredit yang baik membuka akses pinjaman berikutnya.
Langkah berikutnya
Kumpulkan catatan panen dan bukti timbang setidaknya beberapa bulan terakhir, lalu hitung sisa bersih per bulan dengan harga TBS rendah. Bawa hitungan itu ke bank penyalur KUR terdekat dan tanyakan jenis KUR, bunga, tenor, dan masa tenggang yang cocok. Jika rencana Anda menyangkut kebun tua, baca juga artikel peremajaan (replanting) kebun sawit.