Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi dengan kebun sawit terluas di Kalimantan, tersebar dari pesisir barat sampai jauh ke pedalaman di sepanjang Sungai Kapuas. Bagi calon pembeli, tiga hal paling sering menentukan nilai kebun di sini: asal-usul lahan, karena banyak kebun berdiri di atas tanah adat; jenis tanah, karena pesisirnya banyak gambut; dan jarak ke pabrik, karena wilayahnya sangat luas.
Kebun yang sedang dijual di provinsi ini bisa dilihat di halaman kebun sawit di Kalimantan Barat. Panduan ini menjelaskan apa yang khas dari Kalimantan Barat dan bagaimana memeriksanya.
Bentang wilayah: pesisir gambut, pedalaman mineral
Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia, membelah provinsi ini dari timur ke barat. Pola lahannya kira-kira begini:
- Pesisir, seperti Kubu Raya, Mempawah, Kayong Utara dan bagian pesisir Ketapang, banyak lahan gambut dan rawa. Kebun di sini membutuhkan tata air yang terjaga.
- Pedalaman tengah, seperti Sanggau, Sekadau, Landak dan Sintang, lebih banyak tanah mineral bergelombang. Sebagian besar kebun rakyat dan perusahaan ada di sini.
- Utara, seperti Sambas dan Bengkayang, berbatasan dengan Sarawak, Malaysia, dengan campuran lahan pesisir dan perbukitan.
- Hulu Kapuas, seperti Kapuas Hulu dan sebagian Melawi, banyak kawasan hutan dan kawasan lindung.
Perbedaan ini membuat dua kebun dengan luas dan umur yang sama bisa punya biaya perawatan dan risiko yang jauh berbeda. Bila kebun berada di gambut pesisir, pelajari dulu membeli kebun sawit di lahan gambut.
Tanah adat dan asal-usul lahan
Sebagian besar wilayah pedalaman Kalimantan Barat adalah ruang hidup masyarakat Dayak dengan hukum adat masing-masing. Banyak kebun rakyat dan plasma berdiri di lahan yang dahulu dikuasai secara adat oleh keluarga atau kampung, lalu dilepaskan untuk kebun, kadang dengan proses yang tidak tercatat rapi.
Bagi pembeli, ini berarti riwayat lahan lebih penting daripada selembar surat. Tanyakan:
- Dari siapa lahan ini pertama kali diperoleh, dan apakah ada surat pelepasan atau penyerahan dari pemilik adat.
- Apakah tokoh adat dan perangkat desa mengetahui dan membenarkan riwayatnya.
- Apakah ada anggota keluarga lain, misalnya ahli waris, yang mungkin merasa punya hak.
- Apakah lahan sudah ditingkatkan menjadi Surat Keterangan Tanah (SKT) yang tercatat di desa dan kecamatan, atau sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Penjelasan lebih lengkap tentang hak adat ada di tanah ulayat dan kebun sawit. Batas kebun juga perlu ditelusuri bersama tetangga, karena batas adat sering mengikuti tanda alam seperti sungai kecil atau pohon tertentu. Caranya ada di mengecek batas kebun sawit.
Pola inti plasma yang sudah lama
Kalimantan Barat termasuk daerah di Kalimantan yang lebih awal mengenal pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR), dan kabupaten seperti Sanggau punya sejarah panjang kebun plasma. Kebun plasma umumnya bersertifikat, bloknya teratur, dan buahnya punya pembeli tetap, yaitu pabrik perusahaan inti.
Kebun plasma generasi awal sekarang banyak yang sudah tua dan menunggu peremajaan. Bila membeli kebun seperti ini, tanyakan rencana peremajaan koperasi, posisi sertifikat asli, dan perjanjian dengan perusahaan inti. Latar belakang skemanya dibahas di pola inti plasma perkebunan sawit.
Wilayah perbatasan dengan Sarawak
Kabupaten seperti Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu berbatasan darat dengan Sarawak. Kedekatan ini memengaruhi kebun dalam beberapa hal. Pertama, tenaga kerja: perkebunan di negeri tetangga sejak lama menarik pekerja dari daerah perbatasan, sehingga di sebagian lokasi mencari pemanen yang tetap tidak mudah. Kedua, harga barang: pupuk, bahan bakar dan alat di daerah perbatasan bisa berbeda dari harga di Pontianak karena jalur pasokannya panjang.
Kawasan perbatasan juga punya penataan ruang dan pengawasan tersendiri dari pemerintah pusat. Bila kebun berada dekat garis batas negara, tanyakan ke kantor pertanahan dan pemerintah kabupaten apakah ada ketentuan khusus atas lahan di lokasi itu.
Pertanyaan untuk penjual
- Siapa pemilik pertama lahan, dan apakah ada surat pelepasan adatnya.
- Ke mana buah dijual, berapa ongkos angkut dan potongan timbangannya.
- Siapa yang memanen sekarang, dan apakah mereka bersedia terus bekerja setelah kebun berganti pemilik.
- Apakah ada bagian kebun yang tergenang saat Kapuas atau anak sungainya meluap.
Jarak, jalan dan pabrik
Wilayah Kalimantan Barat sangat luas, dan jarak dari kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) bisa menjadi faktor penentu. Di sentra kebun yang padat, beberapa PKS bersaing membeli buah. Di daerah yang lebih terpencil, petani mungkin hanya punya satu pilihan pembeli, kadang lewat beberapa lapis pengepul.
Saat survei, catat jalur yang dilalui truk buah dari kebun ke pabrik, kondisi jembatan, dan apakah jalan masih bisa dilalui saat hujan deras. Jalan milik perusahaan kadang menjadi satu-satunya akses, dan pemakaiannya bisa dibatasi. Tanyakan juga potongan timbangan yang biasa dikenakan pabrik atau pengepul di daerah itu.
Daftar periksa untuk Kalimantan Barat
| Yang dicek | Pertanyaan kunci |
|---|---|
| Riwayat lahan | siapa pemilik pertama, adakah pelepasan adat yang tercatat |
| Surat | SKT, Sertifikat Hak Milik (SHM), atau masih surat adat saja |
| Kawasan hutan | apakah koordinat kebun di luar kawasan hutan, terutama di hulu dan pesisir |
| Jenis tanah | mineral atau gambut, dan kedalaman gambut |
| Pembeli buah | PKS mana, berapa jauh, lewat pengepul atau langsung |
| Akses | jalan umum atau jalan perusahaan, kondisi saat hujan |
| Tetangga | adakah sengketa batas atau klaim keluarga |
Harga kebun di Kalimantan Barat
Nilai kebun di Kalimantan Barat sangat dipengaruhi jarak ke pabrik dan kekuatan surat. Kebun bersertifikat dengan jalan bagus ke PKS bisa dihargai jauh di atas kebun bersurat adat di pedalaman, walaupun tanamannya sama baiknya. Kebun di gambut pesisir juga perlu dinilai dengan memperhitungkan biaya pemeliharaan kanal dan pintu air setiap tahun, sedangkan kebun di pedalaman perlu dinilai dengan memperhitungkan ongkos angkut buah yang lebih panjang. Dua biaya ini sering tidak disebut penjual, padahal langsung mengurangi pendapatan bersih per hektare. Harga Tandan Buah Segar (TBS) untuk pekebun ditetapkan berkala oleh dinas perkebunan provinsi, dan angka terbarunya bisa dicek di sana atau di PKS terdekat.
Langkah berikutnya
Di Kalimantan Barat, luangkan waktu untuk bertanya ke orang-orang di sekitar kebun: kepala desa, tokoh adat, tetangga batas dan sopir truk buah. Jawaban mereka sering lebih jujur tentang riwayat lahan dan akses daripada dokumen. Pilihan kebun di provinsi lain di pulau yang sama bisa dilihat di halaman Kalimantan.