Kebun sawit di Sulawesi Selatan sebagian besar berada di Luwu Raya, wilayah di utara provinsi yang mencakup Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu dan Kota Palopo. Di luar Luwu Raya, sawit hanya ditemukan dalam jumlah kecil. Sulawesi Selatan lebih dikenal sebagai lumbung padi dan penghasil jagung, kakao dan cengkeh, jadi sawit di sini adalah komoditas yang bertetangga dengan banyak tanaman lain.
Bagi pembeli, posisi ini membawa satu pertanyaan utama yang menentukan layak tidaknya sebuah kebun: ke mana Tandan Buah Segar (TBS) akan dijual, dan berapa yang tersisa setelah ongkos angkut. Di provinsi dengan pabrik yang sedikit, jawaban itu lebih penting daripada luas kebun atau umur tanaman.
Luwu Raya: dataran di antara teluk dan pegunungan
Luwu Raya membentang di sisi barat dan utara Teluk Bone, dengan dataran rendah di dekat pantai dan pegunungan di belakangnya. Dataran rendahnya cukup subur dan banyak ditanami padi, kakao, kelapa dan sawit. Akses darat ke Makassar memakan waktu panjang lewat jalan trans Sulawesi, sedangkan Palopo menjadi pusat layanan terdekat.
Luwu Timur juga dikenal sebagai wilayah tambang nikel. Bagi pembeli kebun, ini berarti dua hal: ada persaingan tenaga kerja dengan sektor tambang, dan sebagian lahan bisa beririsan dengan wilayah izin pertambangan. Cek keduanya sebelum menawar.
Kebun pengganti kakao
Sebagian kebun sawit rakyat di Luwu Raya berasal dari lahan yang sebelumnya ditanami kakao. Kakao di Sulawesi pernah menjadi andalan, tetapi banyak kebun menua dan terserang hama penyakit, lalu sebagian petani beralih ke sawit. Kebun hasil peralihan seperti ini punya beberapa ciri yang perlu Anda perhatikan:
- Umur tanaman tidak seragam. Peralihan sering dilakukan bertahap, sehingga satu kebun berisi sawit dari beberapa tahun tanam.
- Asal bibit perlu ditanyakan. Petani yang beralih cepat kadang memakai bibit dari sumber tidak resmi.
- Jarak tanam bisa tidak standar. Sawit ditanam di sela kakao yang belum ditebang, sehingga pola tanamnya tidak rapi dan jumlah pokok per hektare tidak sesuai standar.
Tidak semua kebun seperti ini buruk, tetapi nilainya tidak bisa disamakan dengan kebun yang dibangun dari awal dengan bibit bersertifikat dan jarak tanam yang teratur.
Saat survei, hitung jumlah pokok sawit di satu petak contoh, misalnya 50 x 50 meter, lalu kalikan untuk mendapat perkiraan per hektare. Bandingkan dengan pola tanam segitiga 9 meter yang menghasilkan sekitar 143 pokok per hektare. Bila hasil hitungan Anda jauh di bawah angka itu, atau masih ada pohon kakao yang ikut bersaing cahaya dan hara, produksi per hektare kebun itu kemungkinan besar akan tertinggal. Catat juga berapa pokok yang belum berbuah, karena sawit yang ditanam paling akhir baru mulai panen beberapa tahun kemudian.
Pabrik yang terbatas: hitung harga di kebun
Di wilayah dengan sedikit Pabrik Kelapa Sawit (PKS), harga yang diterima petani di kebun bisa jauh berbeda dari harga acuan yang ditetapkan dinas perkebunan provinsi. Sebagian buah dari Luwu Raya bahkan harus menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke pabrik. Sebelum menilai kebun, susun hitungan sederhana.
Contoh hitungan
Contoh di bawah memakai angka asumsi, bukan harga yang berlaku. Ganti dengan angka dari dinas perkebunan dan PKS terdekat.
| Komponen | Asumsi per kilogram TBS |
|---|---|
| Harga di PKS | Rp 2.500 |
| Ongkos angkut ke PKS | Rp 250 |
| Potongan timbangan dan sortasi | Rp 100 |
| Margin pengepul | Rp 150 |
| Harga yang diterima di kebun | Rp 2.000 |
Dengan asumsi ini, petani menerima 80 persen dari harga di pabrik. Untuk kebun yang menghasilkan 15 ton TBS per hektare per tahun (juga asumsi), selisih Rp 500 per kilogram berarti Rp 7,5 juta per hektare per tahun yang tidak sampai ke pemilik. Bila PKS berikutnya lebih jauh lagi, angka ini bisa membesar. Penjelasan tentang pilihan menjual ke pabrik atau ke pengepul ada di menjual TBS ke pabrik atau pengepul, dan pengaruh jarak dibahas di jarak kebun ke pabrik kelapa sawit.
Cara mendapatkan angka yang benar
Angka di tabel tadi perlu diganti dengan data lapangan. Cara paling cepat adalah meminta tiga dokumen dari penjual dan satu dari pihak luar:
- Nota timbang dari PKS atau pengepul selama beberapa bulan terakhir, untuk melihat harga per kilogram yang benar-benar diterima.
- Tarif angkut yang dibayar per kilogram atau per trip, termasuk biaya muat.
- Catatan potongan sortasi, bila buah dijual langsung ke pabrik.
- Harga acuan dari dinas perkebunan provinsi untuk periode yang sama, sebagai pembanding.
Dengan empat data ini, Anda bisa menghitung berapa persen harga acuan yang sampai ke kebun. Bila persentasenya jauh di bawah kebun lain di provinsi yang sama, cari penyebabnya: jarak, jalan, atau ketergantungan pada satu pengepul.
Siapa yang cocok membeli di sini
Sulawesi Selatan bukan pilihan pertama bagi pembeli yang mencari hamparan kebun luas atau pasar buah yang ramai. Provinsi ini lebih cocok untuk:
- Pembeli yang tinggal di Sulawesi Selatan dan ingin kebun yang bisa dikunjungi tanpa menyeberang pulau.
- Pembeli yang sudah punya jalur penjualan buah, misalnya lewat koperasi atau mitra pengangkut.
- Pembeli yang mencari kebun kecil sebagai bagian dari usaha tani yang lebih beragam, misalnya bersama padi atau kelapa.
Bila Anda mencari sentra sawit yang lebih padat di pulau yang sama, koridor di bagian utara Sulawesi Barat layak dibandingkan. Panduannya ada di kebun sawit di Sulawesi Barat.
Dokumen dan status lahan
Di Luwu Raya, Anda akan menemui kebun bersertifikat maupun kebun yang hanya punya surat keterangan dari desa. Sertifikat Hak Milik (SHM) bisa dicek keasliannya dan riwayat peralihannya di kantor pertanahan kabupaten. Surat dari desa perlu ditelusuri, termasuk apakah lahan itu dulu tanah warisan yang belum dibagi.
Cek juga posisi kebun terhadap kawasan hutan melalui Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) dan dinas kehutanan provinsi, terutama untuk kebun di kaki pegunungan. Untuk kebun di bawah 25 hektare, tanyakan apakah sudah ada Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan untuk Budidaya (STDB). Aturan bisa berubah, jadi pastikan persyaratan terbaru ke dinas perkebunan kabupaten.
Langkah berikutnya
Sebelum melihat kebun di Sulawesi Selatan, petakan pabrik yang menerima buah petani di sekitar Luwu Raya dan tanyakan tarif angkutnya. Dengan angka itu, Anda bisa menyaring penawaran dengan cepat dan hanya mensurvei kebun yang masuk akal secara hitungan. Gunakan kerangka di memilih lokasi kebun sawit untuk menilai sisi lainnya.
Penawaran di provinsi ini ada di halaman Sulawesi Selatan.