Sumatera Selatan memiliki kebun sawit yang luas, tetapi jenis lahannya sangat beragam: dari tanah kering bergelombang di pedalaman, rawa lebak di sepanjang sungai, rawa pasang surut di pesisir, sampai gambut dalam di bagian timur. Bagi calon pembeli, pertanyaan pertama di provinsi ini adalah jenis lahan apa yang sedang ditawarkan, karena dari situ bergantung risiko banjir, biaya tata air, dan produktivitas yang wajar diharapkan.

Hal khas kedua adalah tumpang tindih dengan pertambangan. Sumatera Selatan kaya batu bara, minyak dan gas, sehingga status izin di sekitar kebun perlu dicek. Kebun yang sedang dijual di provinsi ini bisa dilihat di halaman kebun sawit di Sumatera Selatan.

Wilayah yang dibentuk oleh sungai

Sungai Musi dan anak-anak sungainya, yang dikenal sebagai Batanghari Sembilan, membentuk sebagian besar bentang Sumatera Selatan. Sungai-sungai ini mengalir dari Bukit Barisan di barat menuju Palembang dan pesisir timur. Akibatnya, kebun di dataran rendah sangat dipengaruhi musim: saat hujan, air sungai naik dan merendam rawa di sekitarnya, saat kemarau, rawa mengering dan gambut menjadi rawan terbakar.

Sungai juga menjadi jalur angkut. Di beberapa daerah, buah dan pupuk masih diangkut dengan perahu atau tongkang ke jalan utama. Kebun yang hanya bisa dicapai lewat sungai biasanya punya ongkos angkut lebih tinggi dan lebih sulit diawasi.

Empat jenis lahan, empat cara menilai

Jenis lahanContoh daerahKelebihanYang perlu dicek
Tanah kering (mineral)Musi Rawas, Muara Enim, Lahat, Ogan Komering Ulutidak tergenang, perawatan lebih sederhanaerosi di lereng, kondisi jalan saat hujan
Rawa lebaksepanjang sungai di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasintanah relatif subur dari endapan sungailama dan tinggi genangan tiap tahun
Rawa pasang surutpesisir Banyuasinair bisa diatur mengikuti pasangkondisi saluran, intrusi air asin, tanah sulfat masam
GambutOgan Komering Ilir bagian timur, sebagian Musi Banyuasin dan Banyuasinlahan datar dan luaskedalaman gambut, tata air, riwayat kebakaran

Contoh daerah di tabel hanya gambaran umum. Satu kabupaten bisa memiliki beberapa jenis lahan sekaligus, jadi survei lapangan tetap wajib.

Lahan lebak dan risiko banjir

Pada lahan lebak, yang menentukan adalah berapa lama dan seberapa tinggi air menggenang. Pokok sawit tahan genangan singkat, tetapi genangan berminggu-minggu membuat akar rusak, pemupukan tidak efektif dan panen terhenti. Tanyakan warga sekitar tentang banjir tahun-tahun terakhir, lihat bekas garis air di batang, dan perhatikan apakah ada tanggul atau parit keliling.

Pasang surut dan gambut

Kebun di rawa pasang surut bergantung pada saluran yang mengatur air masuk dan keluar mengikuti pasang. Di sebagian lahan, lapisan tanah sulfat masam bisa muncul bila tanah dikeringkan berlebihan. Teknisnya dibahas di menanam sawit di lahan pasang surut.

Untuk kebun gambut, pengelolaan air menentukan segalanya. Muka air tanah wajib dijaga tidak lebih dalam dari 0,4 meter di bawah permukaan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016. Lahan gambut di Sumatera Selatan pernah terbakar luas pada kemarau panjang, sehingga riwayat kebakaran dan kondisi sekat kanal perlu dilihat langsung. Lihat tata air kebun sawit lahan gambut.

Tumpang tindih dengan tambang

Sumatera Selatan punya cadangan batu bara besar, terutama di bagian barat dan tengah, serta lapangan minyak dan gas di beberapa kabupaten. Wilayah izin pertambangan bisa mencakup lahan yang sudah ditanami sawit. Akibatnya, kebun bisa terkena pembebasan lahan, gangguan debu dan jalan angkut tambang, atau perubahan aliran air.

Bagi sebagian pemilik, pembebasan lahan oleh tambang justru memberi nilai jual tinggi. Tetapi bagi pembeli yang ingin berkebun jangka panjang, ketidakpastian ini adalah risiko. Tanyakan ke dinas energi dan sumber daya mineral provinsi atau cek peta izin pertambangan yang tersedia untuk publik, serta tanyakan ke kepala desa apakah ada perusahaan tambang yang pernah survei di sekitar lokasi.

Surat tanah dan sejarah lahan

Sumatera Selatan juga punya banyak kebun eks transmigrasi dan plasma, terutama di daerah rawa pasang surut dan di sekitar perusahaan inti. Kebun seperti ini umumnya bersertifikat hak milik. Kebun swadaya di pedalaman lebih sering memakai Surat Keterangan Tanah (SKT) atau surat penguasaan dari desa, yang perlu dicek riwayatnya dan bisa ditingkatkan menjadi sertifikat lewat Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Status kawasan hutan tetap harus dicek, terutama untuk kebun di pinggir hutan rawa gambut dan di perbatasan dengan konsesi kehutanan. Cara mengeceknya ada di cara cek kawasan hutan kebun sawit.

Waktu terbaik untuk survei

Di provinsi dengan banyak lahan basah, waktu kunjungan ikut menentukan apa yang Anda lihat. Kebun lebak yang tampak kering dan rapi di puncak kemarau bisa terendam berminggu-minggu di puncak musim hujan. Sebaliknya, kebun gambut yang tampak basah dan aman di musim hujan bisa kering dan rawan terbakar beberapa bulan kemudian.

Bila memungkinkan, kunjungi kebun dua kali di musim yang berbeda. Bila hanya bisa sekali, survei di musim hujan untuk kebun rawa dan lebak, karena genangan adalah risiko yang paling sulit disembunyikan saat itu. Lengkapi dengan bukti tidak langsung: garis bekas air di batang dan tiang, endapan lumpur di piringan, serta keterangan dari tetangga kebun tentang banjir besar beberapa tahun terakhir. Untuk kebun gambut, minta penjual menunjukkan pintu air dan sekat kanal, lalu tanyakan bagaimana muka air dijaga saat kemarau.

Daftar periksa singkat

  1. Tentukan jenis lahan lewat survei, bukan dari keterangan penjual.
  2. Tanyakan riwayat banjir dan kebakaran lima tahun terakhir ke warga sekitar.
  3. Cek status kawasan hutan dan kemungkinan tumpang tindih dengan izin tambang.
  4. Cocokkan surat tanah di kantor desa dan kantor pertanahan.
  5. Hitung ongkos angkut buah ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terdekat, termasuk bila harus lewat sungai.

Harga kebun di Sumatera Selatan

Selisih harga antarkebun di Sumatera Selatan bisa sangat lebar karena perbedaan jenis lahan. Kebun tanah kering dengan akses jalan baik biasanya dihargai lebih tinggi daripada kebun lebak yang rutin tergenang, walaupun umur tanamannya sama. Harga Tandan Buah Segar (TBS) untuk pekebun ditetapkan berkala oleh dinas perkebunan provinsi, dan angka terbarunya bisa dicek di sana atau di PKS terdekat.

Ringkasnya untuk pembeli

Kenali dulu jenis lahannya, lalu cek air dan izin di sekitarnya. Kebun tanah kering yang bebas tumpang tindih atau kebun rawa dengan tata air yang terpelihara sama-sama bisa menjadi pilihan baik, asalkan harganya mencerminkan risiko masing-masing. Untuk pertimbangan lokasi secara umum, baca memilih lokasi kebun sawit.