Sawit bisa tumbuh baik di lahan pasang surut asalkan dua hal dikuasai: air harus bisa dibuang dan ditahan sesuai musim, dan lapisan pirit di dalam tanah tidak boleh terbuka ke udara. Kebun di lahan seperti ini biasanya dibangun dengan tanggul, saluran keliling dan pintu air satu arah, lalu sawit ditanam di atas gundukan supaya pangkal batangnya tidak terendam.
Kegagalan di lahan pasang surut jarang disebabkan oleh sawitnya. Penyebab yang lebih sering adalah drainase yang terlalu dalam sehingga tanah menjadi sangat masam, atau tanggul yang tidak kuat menahan pasang besar dan air asin.
Mengenal tipe lahan pasang surut
Lahan pasang surut di Indonesia lazim dibagi menjadi empat tipe luapan:
- Tipe A: terluapi air pasang besar maupun pasang kecil. Biasanya paling dekat dengan sungai besar atau pantai.
- Tipe B: hanya terluapi saat pasang besar (pasang purnama).
- Tipe C: tidak terluapi, tetapi muka air tanahnya dangkal, kurang dari sekitar 50 cm.
- Tipe D: tidak terluapi dan muka air tanahnya lebih dalam.
Untuk sawit, tipe C dan D umumnya paling mudah. Tipe B masih bisa dengan tanggul dan pintu air yang baik. Tipe A paling berat, karena air masuk dua kali sehari dan biaya tanggul menjadi besar. Tipe luapan juga bisa berubah setelah kanal dibangun atau setelah tetangga membuat tanggul. Amati lahan di musim hujan dan di musim kemarau, jangan hanya sekali kunjungan.
Pirit dan tanah sulfat masam
Banyak lahan pasang surut menyimpan pirit, mineral besi dan belerang yang terbentuk di endapan laut atau payau. Selama terendam, pirit diam. Begitu terkena udara karena drainase terlalu dalam, pirit teroksidasi dan menghasilkan asam sulfat. Tanahnya menjadi tanah sulfat masam. pH bisa turun sangat rendah, aluminium dan besi larut sampai kadar yang meracuni akar, dan air parit berubah sangat jernih atau berlapis karat.
Tanda-tanda di lapangan:
- Bercak kuning jerami (jarosit) di dinding parit yang baru digali.
- Air parit yang sangat jernih tetapi nyaris tanpa ikan atau tumbuhan air.
- Lapisan karat merah di permukaan air atau di tanah tepi parit.
- Tanaman muda yang kerdil dengan akar pendek dan berwarna cokelat.
Prinsip pengelolaannya adalah mengetahui kedalaman lapisan pirit, lalu menjaga muka air tetap di atasnya. Kalau pirit berada dekat permukaan, saluran sebaiknya dangkal dan banyak, bukan sedikit tetapi dalam. Pengapuran dengan dolomit atau kapur pertanian membantu menaikkan pH lapisan olah, tetapi tidak bisa menetralkan pirit yang terus teroksidasi di bawahnya. Uji tanah di laboratorium sebelum membuka lahan adalah biaya kecil dibanding kerugian lahan yang telanjur masam.
Rancangan tata air
Tanggul dan saluran keliling
Tanggul menahan air pasang dan banjir dari sungai. Tingginya harus di atas luapan tertinggi yang pernah terjadi, bukan rata-rata. Tanyakan kepada warga sekitar tentang banjir besar dalam beberapa tahun terakhir.
Pintu air satu arah
Pintu klep terbuka saat air di dalam kebun lebih tinggi dari air sungai, lalu menutup sendiri ketika pasang naik. Dengan begitu, air dibuang saat surut tanpa membiarkan air pasang masuk. Di musim kemarau, pintu bisa dikunci untuk menahan air tawar di dalam kebun.
Saluran di dalam blok
Parit pengumpul dan parit kebun membuang genangan permukaan. Jaraknya bergantung pada kecepatan tanah meresap. Tanah liat berat butuh parit yang lebih rapat.
Di Kalimantan Selatan, masyarakat Banjar sudah lama membuat handil, yaitu saluran yang digali dari sungai ke arah daratan untuk mengatur air sawah dan kebun. Jalur handil lama sering menjadi dasar tata air kebun rakyat di sana, dan kondisinya perlu diperiksa ketika Anda menilai lahan.
Air asin dan banjir
Lahan pasang surut yang dekat muara bisa terkena intrusi air asin, terutama di puncak kemarau saat debit sungai turun. Sawit cukup toleran terhadap sedikit garam, tetapi genangan air payau yang lama merusak akar. Pintu air yang menutup saat pasang membantu, asalkan tanggulnya utuh.
Banjir dari hulu adalah masalah lain. Banjir yang menggenangi kebun lebih dari beberapa hari bisa menghentikan pertumbuhan sawit muda dan merusak piringan. Lihat bekas garis air di batang pohon atau tiang rumah sekitar untuk menaksir tinggi banjir.
Menanam di atas gundukan
Di lahan tipe B dan C, bibit sering ditanam di atas gundukan tanah setinggi beberapa puluh sentimeter. Tujuannya agar pangkal batang dan akar muda berada di atas genangan. Gundukan sebaiknya dibuat dari lapisan atas tanah, bukan dari tanah galian parit yang mungkin mengandung pirit. Tahapan menyiapkan lahan secara umum ada di persiapan lahan sebelum menanam sawit.
Pemupukan dan perawatan
Tanah pasang surut sering kaya bahan organik tetapi miskin fosfat yang tersedia, karena fosfat diikat besi dan aluminium di tanah masam. Fosfat alam umumnya lebih cocok di sini dibanding pupuk fosfat yang cepat larut. Jadwal pemupukan harus menghindari saat tanah tergenang, karena pupuk akan hanyut ke parit. Prinsip umumnya ada di dasar pemupukan sawit.
Gulma air dan rumput rawa tumbuh cepat. Parit yang tidak dibersihkan bisa tersumbat dalam satu musim, dan blok yang semula kering kembali menjadi rawa.
Lahan pasang surut yang bergambut
Lahan pasang surut kadang bertumpuk dengan gambut: lapisan gambut tipis di atas endapan liat berpirit. Pengelolaannya harus memenuhi aturan gambut sekaligus menjaga pirit tetap terendam. Pembahasan tata air gambut ada di tata air kebun sawit di lahan gambut, dan perbandingan jenis tanah ada di jenis tanah untuk kebun sawit.
Ringkasnya untuk calon pemilik
Sebelum membeli atau membuka kebun di lahan pasang surut, pastikan Anda tahu tipe luapannya, kedalaman lapisan pirit, tinggi banjir terbesar, dan apakah ada pintu air yang berfungsi. Hitung juga akses angkutnya. Banyak kebun di lahan seperti ini mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) lewat sungai sebelum sampai ke jalan darat, dan biaya itu memengaruhi harga yang Anda terima. Kebun pasang surut banyak dijumpai di pesisir Kalimantan dan pesisir timur Sumatera.