Kebun sawit berbeda dari tanah kosong, emas, dan deposito karena ia menghasilkan pendapatan rutin sekaligus menuntut kerja. Tanah kosong dan emas tidak menghasilkan apa-apa sampai dijual, deposito memberi bunga yang pasti tanpa kerja, sedangkan kebun memberi hasil panen yang naik turun dan butuh pengawasan. Kebun juga paling sulit dicairkan dibanding emas dan deposito.
Tidak ada pilihan yang selalu lebih baik. Yang tepat bergantung pada kapan Anda butuh uangnya, berapa banyak waktu yang bisa Anda berikan, dan risiko apa yang sanggup Anda tanggung.
Lima ukuran untuk membandingkan
Sebelum melihat tiap aset, sepakati dulu ukurannya. Artikel ini memakai lima:
- Likuiditas: seberapa cepat aset bisa diubah menjadi uang tunai tanpa banyak kehilangan nilai.
- Hasil rutin: apakah aset memberi pendapatan selama dipegang.
- Potensi kenaikan nilai: apakah nilai aset bisa naik dalam jangka panjang.
- Tenaga dan keahlian: seberapa banyak waktu dan pengetahuan yang dibutuhkan.
- Jenis risiko: hal apa yang bisa membuat Anda rugi.
Perbandingan sekilas
| Ukuran | Kebun sawit | Tanah kosong | Emas | Deposito |
|---|---|---|---|---|
| Likuiditas | rendah | rendah | tinggi | tinggi |
| Hasil rutin | ada, naik turun | tidak ada | tidak ada | ada, relatif pasti |
| Potensi kenaikan nilai | ada | ada | ada | tidak ada |
| Tenaga yang dibutuhkan | banyak | sedikit | hampir tidak ada | hampir tidak ada |
| Risiko utama | hukum, harga, pengelolaan | hukum, penyerobotan | harga | inflasi, bank |
Tabel ini bersifat kualitatif. Besarnya hasil setiap aset berubah dari waktu ke waktu, jadi angka bunga, harga emas, dan harga tanah perlu Anda cek sendiri saat mengambil keputusan.
Kebun sawit
Kebun yang sudah menghasilkan memberi pendapatan dari penjualan Tandan Buah Segar (TBS) hampir setiap bulan. Di sisi lain, nilai tanahnya juga bisa naik. Gabungan dua sumber hasil ini yang membuat kebun menarik.
Harganya adalah kerja. Kebun harus dipupuk, dibersihkan, dipanen tepat waktu, dan dijaga dari pencurian buah. Jika Anda tinggal jauh, Anda butuh mandor dan sistem pencatatan. Hasil juga bergantung pada harga TBS yang mengikuti pasar minyak sawit dunia. Risiko terbesarnya bersifat hukum: kebun di kawasan hutan atau dengan surat yang bermasalah bisa kehilangan seluruh nilainya. Uraian lengkapnya ada di artikel investasi kebun sawit: keuntungan dan risikonya.
Tanah kosong
Tanah kosong hampir tidak membutuhkan kerja harian. Anda membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), memasang patok, dan sesekali memeriksanya. Keuntungan hanya datang dari kenaikan nilai saat dijual, jadi tanah kosong cocok untuk orang yang bisa menunggu lama dan tidak butuh arus kas.
Risikonya sering diremehkan. Tanah yang jarang dikunjungi rawan diserobot atau digarap orang lain, dan sengketa batas lebih sulit diselesaikan bila tidak ada tanda penguasaan fisik. Di daerah perkebunan, tanah kosong yang cocok untuk sawit juga bisa ditanami sendiri kelak, sehingga sebagian orang membelinya sebagai cadangan. Pertimbangannya dibahas di artikel membeli lahan kosong untuk sawit.
Emas
Emas mudah dibeli dan dijual dalam jumlah kecil, tidak butuh perawatan, dan bisa disimpan di mana saja. Banyak orang memakainya sebagai penjaga nilai terhadap inflasi.
Kelemahannya, emas tidak menghasilkan pendapatan selama dipegang. Seluruh hasil bergantung pada harga saat Anda menjual, dan ada selisih antara harga beli dan harga jual kembali. Dalam jangka pendek, harga emas juga bisa turun.
Deposito
Deposito memberi bunga yang sudah disepakati di awal, dan simpanan di bank peserta dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sampai batas tertentu, dengan syarat bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan. Ini pilihan dengan kepastian tertinggi dan kerja paling sedikit.
Kelemahannya, nilai pokok tidak ikut naik. Jika inflasi lebih tinggi dari bunga setelah pajak, daya beli uang Anda sebenarnya turun. Deposito cocok untuk dana darurat dan dana yang dibutuhkan dalam waktu dekat.
Biaya masuk dan biaya keluar
Perbandingan hasil sering melupakan biaya transaksi, padahal di sinilah aset tanah dan kebun paling berbeda dari emas dan deposito.
Membuka deposito hampir tanpa biaya, dan bunganya dipotong pajak final oleh bank. Membeli emas melibatkan selisih harga beli dan jual kembali, ditambah biaya penyimpanan jika Anda tidak menyimpannya sendiri.
Membeli kebun atau tanah melibatkan banyak pos sekaligus: Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dibayar pembeli, honor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), biaya balik nama, pengukuran, dan perjalanan untuk survei. Saat menjual, penjual membayar Pajak Penghasilan (PPh) final 2,5 persen dari nilai transaksi, dan mungkin komisi perantara. Gabungan biaya masuk dan keluar ini bisa memakan bagian yang berarti dari keuntungan jika kebun dipegang hanya beberapa tahun. Karena itu tanah dan kebun lebih masuk akal sebagai aset jangka panjang. Rincian biaya saat membeli ada di artikel biaya tambahan membeli kebun sawit.
Menggabungkan beberapa pilihan
Banyak pemilik kebun tidak memilih salah satu. Pola yang sering masuk akal:
- Dana darurat di deposito atau tabungan, cukup untuk beberapa bulan biaya hidup dan biaya kebun.
- Cadangan perawatan kebun dipisahkan, supaya pemupukan tetap jalan saat harga TBS turun.
- Kebun sebagai aset produktif jangka panjang.
- Emas atau aset likuid lain untuk berjaga-jaga terhadap kebutuhan besar yang tidak terduga.
Dengan pembagian ini, Anda tidak terpaksa menjual kebun dengan harga murah ketika butuh uang mendadak.
Pertanyaan untuk diri sendiri sebelum memilih kebun
- Kapan paling cepat saya mungkin butuh uang ini kembali?
- Siapa yang akan mengawasi kebun setiap minggu?
- Apakah saya sanggup menanggung tahun ketika harga TBS rendah tanpa menjual kebun?
- Apakah saya mau mengeluarkan biaya untuk memeriksa legalitas dengan benar?
- Apakah saya lebih tenang dengan hasil pasti yang kecil atau hasil lebih besar yang naik turun?
Jika jawaban pertama “dalam satu atau dua tahun” atau jawaban kedua “belum tahu”, tunda dulu membeli kebun.
Memilih sesuai kebutuhan
Kebun sawit unggul ketika Anda menginginkan pendapatan rutin dari aset nyata dan sanggup mengelolanya. Tanah kosong, emas, dan deposito unggul pada kesederhanaan dan likuiditas. Sebelum membandingkan angka, pahami dulu faktor yang membentuk harga kebun sawit per hektar, lalu hitung kebun yang Anda incar dengan beberapa skenario harga lewat panduan menghitung balik modal kebun sawit.